Hulagu Khan (juga dikenal dengan sebutan Hülegü, Hulegu and Halaku) (1217 – 8 February 1265) adalah Khan pertama dari dinasti Khan yang menguasai wilayah Persia.
Pada masa kekuasaannya dia berhasil menaklukan banyak wilayah di Asia barat daya atau yang sekarang lebih dikenal dengan Timur Tengah, dengan diikuti oleh kekejaman yang luar biasa pada setiap daerah yang ditaklukkannya termasuk penghancuran kota Baghdad yang pada saat itu terkenal sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahun dunia pada tahun 1258 yang diikuti oleh pembantaian besar-besaran penduduk yang tinggal disana.
Hulagu adalah anak dari Tulai dan Sorghaghtani Beki seorang wanita Nasrani. Dia termasuk cucu dari Jenghis Khan dan masih bersaudara dengan Arik Boke, Mongke dan Kublai Khan.
Daftar isi
[tampilkan]
* 1 Latar Belakang Penyerbuan ke Wilayah Muslim
* 2 Menuju Baghdad
* 3 Pertempuran Baghdad
* 4 Kekalahan Pasukan Hulagu
* 5 Kematian Hulagu Khan
* 6 Lihat Pula
* 7 Rujukan
* 8 Pranala Luar
[sunting] Latar Belakang Penyerbuan ke Wilayah Muslim
Pada tahun 1255, Hulagu dikirim oleh saudaranya Mongke, The Great Khan (1251-1258) untuk menaklukan wilayah yang dikuasai kaum muslimin di Timur Tengah, dan memerintahkan kepadanya agar tidak menghancurkan setiap daerah yang menyerah tetapi sebaliknya membumihanguskan setiap daerah yang memberikan perlawanan.
Hulagu merencanakan akan menaklukkan wilayah muslim Lurs (di daerah Iran), kemudian menumpas sekte Hashashin, menaklukkan kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, menaklukkan kekhalifahan Ayyubi di Syria dan terakhir menundukkan kekhalifahan Mameluk di Mesir.
Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi mengapa Hulagu sangat bernafsu menaklukkan wilayah muslim dan kejam setiap kali dia berhasil menguasainya, yaitu : Ibu Hulagu, istri dan sahabat dekatnya, Kitbuqa termasuk kristen fanatik yang memendam kebencian mendalam terhadap orang muslim. Juga para penasehatnya banyak yang berasal dari Persia yang memang berharap dapat membalas dendam atas kekalahan mereka satu abad sebelumnya ketika persia ditaklukan oleh pasukan muslim pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
[sunting] Menuju Baghdad
Hulagu memulai kampanyenya menuju wilayah Lurs dengan membawa pasukan yang mungkin terbesar yang pernah dikerahkan oleh Kekaisaran Mongol, dipimpin oleh jendralnya yang beragama Kristen, Kitbuqa. Dengan mudah dia dapat menghancurkan Lurs, dimana berita ini rupanya membuat ketakutan sekte Hashashin sehingga mereka menyerah begitu saja tanpa perlawanan padahal sebenarnya mereka mempunyai pertahanan di benteng Alamut yang sangat kuat dan sulit ditembus sebelumnya. Dengan ditaklukkannya dua wilayah ini semakin memuluskan langkah Hulagu menuju Baghdad.
[sunting] Pertempuran Baghdad
Tentara Mongol pimpinan Hulagu tiba di luar kota Baghdad pada bulan November 1257. Hulagu mengirim utusan kepada khalifah Al-Musta'sim agar menyerah, tetapi khalifah menolak dan memberi peringatan kepada Hulagu bahwa mereka akan menghadapi murka Allah jika mereka tetap menyerang kekhalifahan yang dipimpinnya.
Banyak catatan sejarah yang menyebutkan bahwa ini adalah kesalahan fatal dari khalifah karena segera membuat Hulagu marah dan mempunyai alasan untuk membumihanguskan Baghdad dan membantai warganya padahal khalifah waktu itu masih belum bisa untuk menyiapkan serangan, merekrut tentara maupun memperkuat benteng disekitar Baghdad jadi intinya belum siap menghadapi serbuan bangsa Mongol.
Hulagu segera membagi pasukannya menjadi dua bagian besar untuk menyerbu Baghdad yaitu dari Barat dan Timur sungai Tigris. Awalnya pasukan muslim berhasil memukul mundur serbuan dari barat, tetapi mereka berhasil dikalahkan di pertempuran berikutnya. Serangan bangsa Mongol ini berhasil menyusup ke garis belakang pasukan muslim dan mereka tanpa ampun membantainya dan sebagian mati tenggelam.
Pada tanggal 29 Januari 1258, kota Baghdad mulai dikepung dibawah pimpinan jendral China, Guo Khan. Pada tanggal 5 Pebruari, mereka berhasil menguasai benteng disekitar baghdad. Khalifah kemudian berusaha bernegosiasi dengan Hulagu tetapi ditolaknya. Akhirnya pada tanggal 10 Pebruari, Baghdad resmi menyerah.
Pasukan Mongol mulai memasuki kota pada tanggal 13, dimana minggu itu merupakan minggu yang sungguh penuh darah dan jerit tangis warga kota Baghdad. Pembantaian, penjarahan, pemerkosaan dan pembakaran terjadi dimana-mana. Bangsa Mongol menjarah dan menghancurkan Masjid, perpustakaan, istana, rumah sakit, dan juga banyak bangunan bersejarah. Perpustakaan kota Baghdad (saat itu Baghdad terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia) yang penuh dengan buku-buku sejarah, kedokteran dan astronomy dan lainnya dijarah dan semua bukunya dilempar ke sungai Tigris, para saksi mata mengatakan sungai tigris berubah warnanya menjadi hitam dikarenakan saking banyaknya buku yang terendam sehingga tintanya luntur.
Khalifah Al-Mus'tasim ditangkap dan disuruh melihat rakyatnya yang sedang disembelih dijalan-jalan dan hartanya yang dirampas. Kemudian setelah itu khalifah dibunuh dengan cara dibungkus dengan permadani dan diinjak-injak dengan kuda sampai mati. Semua anaknya dibunuh kecuali satu yang masih kecil dijadikan budak dan dibawa ke Mongol.
Sejarawan Islam, Abdullah Wassaf memperkirakan pembantaian warga kota Baghdad mencapai beberapa ratus ribu orang. Ian Frazier dari majalah The New York Worker memberi perkiraan sekitar 200 ribu sampai dengan 1 juta orang.
Setelah kehancuran ini, kota Baghdad tidak pernah lagi menjadi pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan dunia.
[sunting] Kekalahan Pasukan Hulagu
Pada Tahun 1259, Hulagu berhasil menaklukkan kekhalifahan Ayyubi di Syria tanpa pertumpahan darah dikarenakan mereka langsung menyerah. Fokus Hulagu tinggal ke Mesir untuk menaklukkan kekhalifahan Mameluk. Akan tetapi kabar kematian Mongke membuat Hulagu segera pulang kenegerinya dan menyerahkan komando pasukan sepenuhnya kepada Kitbuqa untuk menyerang kekhalifahan bani Mameluk di Mesir.
Akan tetapi khalifah bani Mameluk Qutuz segera mengirim pasukan keluar untuk menghadang dan akhirnya mereka bertemu di palestina. Terjadilah pertempuran Ain Jalut yang terkenal itu dimana Kitbuqa berhasil ditangkap dan dieksekusi oleh pasukan muslim dan pasukannya dihancurkan secara meyakinkan. Peperangan ini dianggap sangat penting karena setelah itu bangsa Mongol secara bertahap mengalami kemunduran dan bahkan dipukul mundur dari Syria.
Pasukan Hulagu yang dikirim untuk membalas kekalahan dari bani Mameluk sebagian dihadang oleh pasukan Berke Khan, Khan yang menguasai wilayah Rusia dan Kaukasus yang sudah memeluk agama Islam dan bersekutu dengan bani Mameluk dalam menghadapi serbuan balasan ini. Terjadilah perang saudara, yang terkenal dengan sebutan perang Berke-Hulagu yang berakhir dengan kekalahan telak dari pasukan Hulagu. Sebagian pasukan Hulagu lainnya yang berhasil sampai di Syria bertempur dengan pasukan muslim dari bani Mameluk pimpinan Baibars dan berhasil dihancurkan juga.
Menurut sejarawan Rashid al-Din, pada saat kota Baghdad jatuh dan mendengar kekejaman Hulagu, sebenarnya Berke Khan sudah mengirim surat kritikan kepada Mongke atas kelakuan Hulagu tetapi dia tidak tahu bahwa Mongke sudah meninggal saat itu dalam perjalanan ke China. Banyak sejarawan mengatakan banyak jasa yang diberikan oleh Berke Khan sehingga menyelamatkan Timur Tengah dari pembalasan Hulagu.
[sunting] Kematian Hulagu Khan
Hulagu Khan meninggal pada tahun 1265 dan dimakamkan di Pulau Kaboudi yang terletak di dalam Danau Urmia. Dia digantikan oleh anaknya, Abaqa yang tetap meneruskan peperangan dengan Berke.
[sunting] Lihat Pula
* Perang Berke-Hulagu
[sunting] Rujukan
* Boyle, J.A., (Editor). The Cambridge History of Iran: Volume 5, The Saljuq and Mongol Periods . Cambridge University Press; Reissue edition (January 1, 1968). ISBN 0-521-06936-X. Perhaps the best overview of the history of the il-khanate. Covers politics, economics, religion, culture and the arts and sciences. Also has a section on the Isma'ilis, Hulagu's nemesis.
* Encyclopedia Iranica has scholar-reviewed articles on a wide range of Persian subjects, including Hulagu.
* Morgan, David. The Mongols. Blackwell Publishers; Reprint edition, April 1990. ISBN 0-631-17563-6. Best for an overview of the wider context of medieval Mongol history and culture.
adapt from
http://id.wiki.detik.com/wiki/Hulagu_Khan
semua tak sama.... apa yang ku lihat.... apa yang ku sentuh.... apa yang ku rasa... tak pernah sama....
Senin, 12 Oktober 2009
kekaisaran mongol
== Asal mula ==
Kekaisaran Mongolia didirikan oleh [[Jenghis Khan]] pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua [[Eurasia]] yang dimulai dengan penaklukan [[dinasti Xia Barat]] di [[Republik Rakyat Tiongkok|Tiongkok Utara]] dan [[Kerajaan Khawarezmi]] di [[Persia]]. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah [[Asia Tenggara]] ke [[Eropa tengah]]. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan [[Timur Tengah]] sekitar abad ke-13 dan 14.
Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; [[Dinasti Yuan]] (Tiongkok), [[Ilkhanate]] (Persia), [[Chagatai Khanate]] (Asia Tengah), dan [[Golden Horde]] (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.
Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia.
Asal mula
Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan dinasti Xia Barat di Tiongkok Utara dan Kerajaan Khawarezmi di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.
Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.
Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia.
[sunting] Khan Agung Mongol (Dinasti Yuan)
Bangsa-bangsa dunia pada masa itu
Bangsa-bangsa dunia pada masa itu
Berikut ini adalah tahun kenaikan tahta para Khan Agung (Kha Khan) Mongol atau Dinasti Yuan di Tiongkok, 1206-1634 M, berdasarkan penelitian dari C.E. Bosworth:
* 1206 Jenghis Khan; pendiri Kekaisaran Mongolia
* 1227 Ogadai Khan (Ogedei Khan); anak Jenghis Khan
* 1241 Toregene; bukan bermarga Borjigid, adalah istri Ogadai Khan yang memegang pemerintahan sebagai wali bagi anaknya, Guyuk Khan
* 1246 Guyuk Khan; anak Ogadai Khan
* 1251 Möngke Khan; anak Tolui Khan, saudara Ogadai Khan
* 1260 Kubilai Khan; saudara Mongke Khan, menguasai hampir sebagian besar wilayah Asia dan Eropa Timur
* 1294 Temur Oljeytu (Uljaytu)
* 1307 Qayshan Guluk
* 1311 Ayurparibhadra Buyantu
* 1320 Suddhipala Gege'en (Gegen)
* 1323 Yesun Temur
* 1328 Arigaba
* 1328 Jijaghatu Toq-Temur
* 1329 Qushila Qutuqtu
* 1332 Rinchendpal (Irinjipal)
* 1332-1370 Toghan Temur; adalah kaisar Dinasti Yuan terakhir
Para Khan Agung di Karakorum dan setelah masa Mongke, di Peking atau Khanbaliq (berarti Kota Para Khan), hidup dengan kekayaan meterial dan barang jarahan yang didapat dari daerah-daerah taklukan Mongol. Hal tersebut dapat ditemui dalam laporan perjalanan dari para musafir dan tamu dari Eropa Barat dan Timur Dekat. Lambat-laun, para Khan Agung Mongol menjadi dinasti Tiongkok dan hanya memiliki kekuasaan nominal saja terhadap khan-khan Mongol di Asia Tengah dan Asia Barat. Setelah Toghan Temur disingkirkan oleh kaisar Ming, maka pengaruh mereka di wilayah non-Tiongkok menjadi pupus sama sekali.
Khan-Khan Asia Tengah dan Asia Barat
Wilayah Mongolia tahun 1300-1400
Wilayah Mongolia tahun 1300-1400
Sementara itu, para pemimpin wilayah atau kerajaan bawahan Khan-Khan Agung Mongol memerintah dengan cukup bebas, beberapa yang terkenal antara lain adalah:
* 1227-1241 Chagatai Khan; anak Jenghis Khan, yurt atau wilayah kekuasaannya meliputi Transoxania sampai Turkestan Timur, termasuk pula Gunung T'ien Shan
* 1226-1280 Orda Khan; anak Jochi, putra sulung Jenghis Khan dan pendiri White Horde Khanate
* 1227-1255 Batu Khan; saudara Orda Khan dan pendiri Blue Horde Khanate
* 1256-1265 Hulagu Khan; saudara Möngke Khan dan Kubilai Khan, serta penguasa Il-Khanate (Il-Khan berarti warga atau bawahan Khan Agung)
* Kadan Khan; salah seorang anak daripada Ogadai Khan
* Oghui, bukan bermarga khan
== Wilayah kekuasaan ==
===Wilayah kekuasaan Mongolia meliputi:===
# Seluruh Tiongkok (dinasti [[Xia Barat]], [[Dinasti Song|Song]], Jin, dan [[Dinasti Liao|Liao]]) dan Nanchao (Kerajaan Dali)
# [[Kerajaan Khawarezmi]] (bisa disebut juga wilayah Persia atau Iran-Irak-Azerbaijan sekarang ini)
# India bagian utara
# Beberapa negara di Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja, Thailand, Burma, dll)
# Timur Tengah atau Asia Barat Daya (Mesir, Yaman, sebagian Turki, dll)
# Sebagian wilayah [[Rusia]]
# Asia Tengah (Afganistan, negara2 pecahan Soviet: Ukraina, Georgia, Belarusia, Moldavia, dll)
# Mongolia
# Beberapa negara di Eropa Timur atau Eropa Tengah (Bulgaria, Hungaria, dll)
# Asia Timur (Korea, Jepang)
# [[Yerusalem]] (Israel, Palestina)
===Wilayah yang pernah diserang tetapi mengalami kegagalan:===
[[Berkas:LocationMongolia.png|thumb|Mongolia sekarang ini]]
# Jepang, berhasil mengusir pasukan Mongolia tetapi akhirnya mengirimkan upeti sehingga Kaisar Mongol merasa puas, dan kemudian memusatkan perhatiannya ke Asia Tenggara
# Jawa (Indonesia), gagal akibat pengkhianatan dan diusir oleh raja [[Majapahit]], [[Raden Wijaya]]
# Negara-negara Eropa seperti Lithuania, Polandia, Austria, Moravia (Rep. Ceko timur), Dalmatia (Kroasia), Hungaria, dan pegunungan Carpathia. Pasukan Polandia, Hungaria dan Austria mengalami kekalahan besar tetapi wilayah mereka tidak jadi dikuasai karena pada saat itu Kaisar Mongolia (Ogadai Khan) meninggal sehingga pasukan Mongolia ditarik kembali ke Mongolia.
# Mesir, dinasti Mameluk berhasil mengusir dan menghancurkan tentara mongol pada masa pemerintahan [[Hulagu Khan]] bahkan mereka terus mendesak mongol hingga keluar dari [[Damaskus]], [[Syria]].
''Catatan'': Kekaisaran Mongolia juga pernah berencana menyerang negara Eropa Barat, seperti Perancis, Romawi dan negara-negara Eropa lainnya. Ahli-ahli sejarah menyatakan jika bukan karena kematian Ogadai Khan, maka kemungkinan seluruh Eropa akan dikuasai dan sejarah Eropa akan berubah.
Referensi
* C.E. Bosworth, The Islamic Dynasties, University Press, Edinburgh 1980.
* L. Hambis, Le chapitre CVII du Yuan Che, les genealogies imperiales mongoles dans l'histoire chinois offiecielle de la dynastie mongole (Leiden 1945).
* F.W. Cleves, The Mongol names and terms in the History of the Nation of the Archers by Grigor of Akanc, Harvard Journal of Asiatic Studies, XII, (1949), 400-43.
* J.A. Boyle, On the titles given in Juvaini to certain Mongol princes, Harvard Journal of Asiatic Studies, XIX (1956), 146-54.
Kekaisaran Mongolia didirikan oleh [[Jenghis Khan]] pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua [[Eurasia]] yang dimulai dengan penaklukan [[dinasti Xia Barat]] di [[Republik Rakyat Tiongkok|Tiongkok Utara]] dan [[Kerajaan Khawarezmi]] di [[Persia]]. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah [[Asia Tenggara]] ke [[Eropa tengah]]. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan [[Timur Tengah]] sekitar abad ke-13 dan 14.
Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; [[Dinasti Yuan]] (Tiongkok), [[Ilkhanate]] (Persia), [[Chagatai Khanate]] (Asia Tengah), dan [[Golden Horde]] (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.
Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia.
Asal mula
Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan dinasti Xia Barat di Tiongkok Utara dan Kerajaan Khawarezmi di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.
Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.
Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia.
[sunting] Khan Agung Mongol (Dinasti Yuan)
Bangsa-bangsa dunia pada masa itu
Bangsa-bangsa dunia pada masa itu
Berikut ini adalah tahun kenaikan tahta para Khan Agung (Kha Khan) Mongol atau Dinasti Yuan di Tiongkok, 1206-1634 M, berdasarkan penelitian dari C.E. Bosworth:
* 1206 Jenghis Khan; pendiri Kekaisaran Mongolia
* 1227 Ogadai Khan (Ogedei Khan); anak Jenghis Khan
* 1241 Toregene; bukan bermarga Borjigid, adalah istri Ogadai Khan yang memegang pemerintahan sebagai wali bagi anaknya, Guyuk Khan
* 1246 Guyuk Khan; anak Ogadai Khan
* 1251 Möngke Khan; anak Tolui Khan, saudara Ogadai Khan
* 1260 Kubilai Khan; saudara Mongke Khan, menguasai hampir sebagian besar wilayah Asia dan Eropa Timur
* 1294 Temur Oljeytu (Uljaytu)
* 1307 Qayshan Guluk
* 1311 Ayurparibhadra Buyantu
* 1320 Suddhipala Gege'en (Gegen)
* 1323 Yesun Temur
* 1328 Arigaba
* 1328 Jijaghatu Toq-Temur
* 1329 Qushila Qutuqtu
* 1332 Rinchendpal (Irinjipal)
* 1332-1370 Toghan Temur; adalah kaisar Dinasti Yuan terakhir
Para Khan Agung di Karakorum dan setelah masa Mongke, di Peking atau Khanbaliq (berarti Kota Para Khan), hidup dengan kekayaan meterial dan barang jarahan yang didapat dari daerah-daerah taklukan Mongol. Hal tersebut dapat ditemui dalam laporan perjalanan dari para musafir dan tamu dari Eropa Barat dan Timur Dekat. Lambat-laun, para Khan Agung Mongol menjadi dinasti Tiongkok dan hanya memiliki kekuasaan nominal saja terhadap khan-khan Mongol di Asia Tengah dan Asia Barat. Setelah Toghan Temur disingkirkan oleh kaisar Ming, maka pengaruh mereka di wilayah non-Tiongkok menjadi pupus sama sekali.
Khan-Khan Asia Tengah dan Asia Barat
Wilayah Mongolia tahun 1300-1400
Wilayah Mongolia tahun 1300-1400
Sementara itu, para pemimpin wilayah atau kerajaan bawahan Khan-Khan Agung Mongol memerintah dengan cukup bebas, beberapa yang terkenal antara lain adalah:
* 1227-1241 Chagatai Khan; anak Jenghis Khan, yurt atau wilayah kekuasaannya meliputi Transoxania sampai Turkestan Timur, termasuk pula Gunung T'ien Shan
* 1226-1280 Orda Khan; anak Jochi, putra sulung Jenghis Khan dan pendiri White Horde Khanate
* 1227-1255 Batu Khan; saudara Orda Khan dan pendiri Blue Horde Khanate
* 1256-1265 Hulagu Khan; saudara Möngke Khan dan Kubilai Khan, serta penguasa Il-Khanate (Il-Khan berarti warga atau bawahan Khan Agung)
* Kadan Khan; salah seorang anak daripada Ogadai Khan
* Oghui, bukan bermarga khan
== Wilayah kekuasaan ==
===Wilayah kekuasaan Mongolia meliputi:===
# Seluruh Tiongkok (dinasti [[Xia Barat]], [[Dinasti Song|Song]], Jin, dan [[Dinasti Liao|Liao]]) dan Nanchao (Kerajaan Dali)
# [[Kerajaan Khawarezmi]] (bisa disebut juga wilayah Persia atau Iran-Irak-Azerbaijan sekarang ini)
# India bagian utara
# Beberapa negara di Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja, Thailand, Burma, dll)
# Timur Tengah atau Asia Barat Daya (Mesir, Yaman, sebagian Turki, dll)
# Sebagian wilayah [[Rusia]]
# Asia Tengah (Afganistan, negara2 pecahan Soviet: Ukraina, Georgia, Belarusia, Moldavia, dll)
# Mongolia
# Beberapa negara di Eropa Timur atau Eropa Tengah (Bulgaria, Hungaria, dll)
# Asia Timur (Korea, Jepang)
# [[Yerusalem]] (Israel, Palestina)
===Wilayah yang pernah diserang tetapi mengalami kegagalan:===
[[Berkas:LocationMongolia.png|thumb|Mongolia sekarang ini]]
# Jepang, berhasil mengusir pasukan Mongolia tetapi akhirnya mengirimkan upeti sehingga Kaisar Mongol merasa puas, dan kemudian memusatkan perhatiannya ke Asia Tenggara
# Jawa (Indonesia), gagal akibat pengkhianatan dan diusir oleh raja [[Majapahit]], [[Raden Wijaya]]
# Negara-negara Eropa seperti Lithuania, Polandia, Austria, Moravia (Rep. Ceko timur), Dalmatia (Kroasia), Hungaria, dan pegunungan Carpathia. Pasukan Polandia, Hungaria dan Austria mengalami kekalahan besar tetapi wilayah mereka tidak jadi dikuasai karena pada saat itu Kaisar Mongolia (Ogadai Khan) meninggal sehingga pasukan Mongolia ditarik kembali ke Mongolia.
# Mesir, dinasti Mameluk berhasil mengusir dan menghancurkan tentara mongol pada masa pemerintahan [[Hulagu Khan]] bahkan mereka terus mendesak mongol hingga keluar dari [[Damaskus]], [[Syria]].
''Catatan'': Kekaisaran Mongolia juga pernah berencana menyerang negara Eropa Barat, seperti Perancis, Romawi dan negara-negara Eropa lainnya. Ahli-ahli sejarah menyatakan jika bukan karena kematian Ogadai Khan, maka kemungkinan seluruh Eropa akan dikuasai dan sejarah Eropa akan berubah.
Referensi
* C.E. Bosworth, The Islamic Dynasties, University Press, Edinburgh 1980.
* L. Hambis, Le chapitre CVII du Yuan Che, les genealogies imperiales mongoles dans l'histoire chinois offiecielle de la dynastie mongole (Leiden 1945).
* F.W. Cleves, The Mongol names and terms in the History of the Nation of the Archers by Grigor of Akanc, Harvard Journal of Asiatic Studies, XII, (1949), 400-43.
* J.A. Boyle, On the titles given in Juvaini to certain Mongol princes, Harvard Journal of Asiatic Studies, XIX (1956), 146-54.
Sejarah Bangsa Mongol
Sejarah Bangsa Mongol
Bangsa mongol, bangsa nomaden dari daerah utara cina. Hidup berpindah2x dengan berternak dan terbagi dalam beberapa suku.
Nama mongol sendiri baru Exist setelah Temujin menyatukan seluruh suku2x itu dan diberikan gelar Genghis Khan di Khuriltai.
Genghis Khan ini memberikan seluruh penduduk mongol sebuah indentitas nasional dan bukan hanya suku2x saja, Jadi tidak ada lagi Keraits, Merkit,Onokist,Borjigin,dll. Semuanya jadi satu bangsa yang disebut mongol.
Sekarang setelah mongol jadi satu, lalu timbul masalah baru, yaitu Tujuan berbangsa dan bernegara. Dahulu setiap suku saling ingin menguasai suku lainnya sekarang setelah jadi satu lalu apa lagi yang harus mereka lakukan ?
Genghis Khan melihat bahwa semua barang2x yang mereka punya itu asalnya bukan dari monggol. Keramik dan sutra itu dari Cina, obat2xan itu dari korea dan kayu2x itu dari India. Jadi Genghis Khan berencana untuk merebut tempat2x itu.
Yg pertama dan yg terlemah dan yang terkaya serta yang terdekat tentu saja.......CINA.
Selama ini Dinasti Jin itu sering meng- Obok2x keadaan politik di monggol untuk memanfaatkan mereka untuk melemahkan daerah2x perbatasan negara lain yang menjadi musuh Jin. Diantaranya Xia, Liao dan Song.
Nah sekarang Genghis Khan secara terbalik memanfaatkan Jin untuk melemahkan sasarannya yaitu Dinasti Song yang menguasai Dataran Tengah yang subur di Cina. Sebelumnya Genghis Khan menguasai Xia dan merebut sebagian Liao.
Setelah Jin berhasil masuk ke Cina tengah, maka Genghis Khan menyerang Jin di Yajing (Bei Jing sekarang), Genghis Khan melakukan ini dengan Pretext membantu Jin mengalahkan Song yang sudah terdesak di Selatan. Tetapi Jin yang diserang dan tidak siap, apalagi setelah 100.000 pasukan mongol melintasi Great Wall maka merekapun tidak bertahan lama, dalam waktu 2 thn, Jin utara pun berhasil dikuasai.
Sebelum Genghis Khan melanjutkan ke selatan, terjadi pergolakan di Xia dan dia terpaksa harus kembali untuk memadamkan pemberontakan itu. Dia mengirimkan salah satu jendralnya yg terhebat, Subutai, hanya dengan 20.000 prajurit untuk mengatasi pemberontakan itu. Sementara Jebe dan Qubilai mengatasi pemberontakan dari salah seorang kepala suku monggol yang melarikan diri ke Asia tengah dan melancarkan serangan dari sana.
Jadi pada dasarnya saat ini Genghis Khan itu melancarkan 3 invasi sekaligus yaitu ke Cina, Asia tengah dan yang terjauh setelah megatasi daerah asia tengah adalah timur tengah.
Pada dasarnya kenapa Genghis Khan bisa semudah ini melewati semua negara.
Pada saat itu Timteng dan Eropa baru saja 'Selesai' perang salib jilid ke IV dan sedang letih2xnya.
Cina dibawah dinasti Song sedang bobrok2xnya dan jepang dari lautan terus mengancam korea dan Jin.
India sedang terjadi peralihan dari kekuasaan Buddha-Hindu di Selatan dengan kekuasaan Invading Muslim Sultanete dari utara.
Jadi pada dasarnya, tidak ada yang memperhatikan sebuah wilayah dengan suku2x kecil yang banyak di timur laut.
Karena frustasi tidak dapat melewati Xiang Yang yang dijaga oleh 'Persatuan Pendekar'. Genghis Khan mengalihkan perhatiannya ke Timur Tengah dan meninggalkan Muqali salah satu penasehatnya setelah Borchu untuk menjaga Cina utara dan membangun ibu kota mongol timur di Bei Jing yang waktu itu dinamakan Da Du.
Dalam menyerang Timteng, Genghis Khan membawa seluruh divisi pasukannya yang dipimpin oleh Joti, Jebe dan Touloi. Ketika ekspedisi ini dimulai, Genghis Khan sudah cukup tua dan menetapkan pewaris takhtanya adalah Ogodei.
Pada akhirnya Samarkand jatuh ketangan Mongol dan disanalah Ibukota Mongol Barat didirikan. Dengan begini maka seluruh Persia pada dasarnya telah masuk dalam kekuasaan monggol.
Dari arah ini, Genghis Khan membagi pasukannya menjadi 2 yg satu menyerang India yg dipimpin oleh dirinya sendiri, serta yang lainnya menyerang Rusia(Novogord) yg dipimpin oleh Subutai dan Jebe.
Nah ketika kembali ke Mongol, Genghis Khan melewati wilayah Kaukusian dan melintasi Himalaya dan konon disini dia mendengar cerita mengenai Shang Ri La dan mencarinya. Dia bertemu dengan seorang pendeta Tibet yang menanyakan apa yang paling di yakininya dalam hidup dan Genghis Khan menjawab Kekuatan. Sang Biksu tibet itu akhirnya berkata bahwa untuk masuk kedalam Shang Ri La maka seseorang harus membuktikan apa yang diyakininya benar. Nah, Walaupun Genghis Khan tidak menemukan Shang Ri La tetapi legenda ini jadi berkembang bahwa sebuah komunitas kecil disiapkan ditempat itu untuk mengundang para ahli beladari untuk bertarung dan yang terkuat akan melihat Shang Ri La. Well....thats the legend....
Dia kemudian kembali ke Mongol dan ketika dia akan mencoba menyerang cina lagi, dia dihadapkan pada pemberontakan di Xia dan terpaksa harus mengatasinya terlebih dahulu. Karena sudah letih dengan pemberontakan Xia (7 X memberontak dan 7 X diampuni, Mirip Cerita apa hayo ??? kekkeke http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif ) maka pada yang ke 8, seluruh keluarga kerajaan Xia di hukum mati.
2 thn setelah kejadian ini akhirnya Genghis Khan mangkat dan digantikan oleh pewarisnya takhtanya Ogodei. Tetapi sebelum itu terjadi ada perebutan kekuasaan dahulu antara Joti, Jagatai dan Ogodei serta Touloi. Tetapi Touloi ini tidak begitu berambisi, dia hanya menjaga tanah kelahirannya saja dan membiarkan kakak2xnya bertempur memperebutkan kekuasaan. Akhirnya para pemimpin suku2x mongol dan wakil2x wilayah jajahan mengangkat Ogodei sebagai Khan berikutnya mengantikan ayahnya.
Masa pemerintahan Ogodei relatif stabil, Prestasi Ogodei adalah menghancurkan seluruh Dinasti Jin tetapi sekali lagi seperti ayahnya, dia belum mampu menembus Xiang Yang untuk dapat menguasai Kerajaan Song Selatan.
Karena hal itu dia mengalihkan perhatiannya ke Korea dan menguasainya serta meng aneksasi seluruh Rusia sampai ke Perbatasan Hungaria (Waktu itu Ex-HRE). Dia juga menguasai sisa2x kerajaan Persia yang masih belum masuk dalam wilayah monggol dan terus menyerang sampai ke tepi barat hingga perbatasan Mediternia, laut hitam, laut crimean dan selat balkan.
Setelah masa Ogodei, kembali lagi ada perseteruan keluarga. Ada GoyuL, Guyuk dan Mongke yang memerintah dalam waktu sangat2x singkat dan tidak memiliki hasil apapun. Setelah mereka2x itu muncul satu nama yaitu Kubilai.
Kubilai Khan menjadi Khan terakhir dan medirikan Dinasti Baru yang bernama Yuan dengan ibu kota nya di Da Du (Bei Jing).
Untuk menghindari perebutan kekuasaan lagi maka seluruh kekaisaran dibagi menjadi 4 yg semuanya bertanggung jawab pada Great Khan. Kipchak Khan (Rusia+Eropa timur), Jagatai Khan (Asia tengah+india), Il-Khan (Persia and Middle East) dan Da Khan (Monggol+China). Dia juga merasa bahwa mongol itu tidak berbudaya dan sebagian besar penduduknya tidak bisa baca tulis dan hanya tahu berperang saja. Akhirnya dia meminta Hpag-Spa untuk membuat tulisan dan aksara bagi bangsa mongol. Dia juga kedatangan tamu dari eropa yaitu marcopolo yang diangkat menjadi gubernur Hebei. Juga Kubilai membangun istana Xanadu yg megah dan melegenda. Berisi Keindahan (Tananman, hewan, wanita dan Iptek) dari 4 penjuru dunia.
Hal pertama yang dilakukan oleh Kubilai ketika dia selesai mengatasi maslaah dalam negeri adalah menyelesaikan apa yang tidak dapat diselesaikan Kakek dan pamannya, yaitu merebut seluruh Cina dengan menguasai Song Selatan dan mengalahkan Kota Xiang Yang.
Perang Salib IV adalah "Perang Salib" yang paling singkat dan lucu dalam sejarah. Para Crusader gagal melakukan penaklukan yang berarti di daerah Timur Tengah, maka mereka merebut Konstantinopel, yang sebenarnya justru merupakan daerah yang mereka "lindungi" sebagai alasan Perang Salib itu sendiri.
Kenapa Mongol dengan mudah menguasai wilayah yang sangat luas? Penjelasannya cukup rumit. Pertama lawan mereka di Eropa, Novgorod, adalah konfederasi beberapa suku Rusia yang lemah. Mereka kalah dengan mudah karena baju perang dan perisai Eropa tidak dapat menang melawan composite bow orang Mongol yang menembus baju perang dan membunuh orang di dalamnya. Lagipula, baju perang paling mutakhir, yang sering disebut Ksatria Gothic, belum lahir pada masa itu (baru pada abad ke-16 mereka dibuat, dan popularitas mereka segera turun drastis karena bobot yang tinggi dan kelemahan mereka melawan senjata api). Taktik militer Mongol cukup simpel, kirimkan semua tahanan dan budak didepan pasukan utama, dan gunakan pemanah berkuda untuk melawan ksatria Eropa yang lamban dan mengandalkan charge. Mereka tidak dapat mengejar para pemanah, dan sering terjebak mengejar terlalu jauh sehingga dapat disergap dengan mudah. Taktik ini juga digunakan oleh Saladin untuk mengalahkan para ksatria Jerusalem ketika Raynald de Chatillon dan Raja Guy de Lusignan melanggar perjanjian damai. Senjata pengepungan mereka peroleh dari Turki, dimana kota-kota mereka seperti Bokhara, Samarkand, dan Khwarazm semuanya dibakar habis dan di bekas kota-kota tersebut didirikan tumpukan kepala manusia, terutama orang tua, wanita, dan anak-anak. Senjata pengepungan ini digunakan untuk melawan kota-kota Eropa yang semua bertembok tebal. Pasukan Genghis menaklukkan seluruh Rusia (kecuali beberapa kota di Kiev -sekarang Ukraina- dan Muscovy -sekarang Moscow-), menaklukkan Hungaria dan membakar Budapest, Carpathia, Volhynia, dan bahkan telah sampai ke gerbang Vienna.
Di wilayah Islam, Hulagu (salah satu anak Genghis) menaklukkan hampir seluruh bekas wilayah kerajaan Sassanid, merebut Damascus dan Baghdad (pusat dari dinasti-dinasti Muslim). Tak terhitung jumlah peninggalan sejarah yang mereka rusak dan hancurkan. Bahwa dunia Muslim selamat hanyalah karena Hulagu, seperti pasukan Genghis di Eropa, harus pulang karena Genghis meninggal. Cina adalah musuh terakhir Genghis, yang akhirnya ditaklukkan oleh cucunya, Kublai. Pada masa itu bangsa Mongol sudah jauh lebih beradab, dan Hangzhou hampir tidak dirusak ketika Hangzhou jatuh ke tangan Mongol.
Penaklukan Mongol meninggalkan bekas-bekas yang sangat mendalam di Eropa dan wilayah Muslim. Pada masa itu adalah lazim dalam doa-doa seluruh rakyat Eropa permohonan supaya orang Mongol tidak lagi masuk lebih jauh ke Eropa. Demikian pula yang terjadi dalam dunia Islam. Bahkan para Crusader bekerja sama dengan tentara Muslim untuk melawan Hulagu, tapi mereka kalah. Kebencian yang mendalam ini akhirnya dilampiaskan ketika pada gilirannya dinasti Mongol yang terbentang luas tidak dapat mempertahankan kekuasaannya. Di Eropa, Ivan the Terrible membentuk negara modern Rusia, yang akhirnya mengalahkan sisa-sisa Golden Horde (nama negara Mongol di sana) di Rusia dan memukul mereka mundur. Di Timur Tengah, dinasti Seljuk merebut kekuasaan dan pelan tapi pasti mengalahkan tentara Mongol di sana, kota demi kota. Di Cina, dinasti Yuan hanya berumur satu abad (CMIIW, kalau ngga satu dua deh). Kublai gagal menyerang Jepang dan Jawa. Zhu Di, kaisar pertama dinasti Ming, akhirnya mengalahkan tentara Mongol di Cina. Pada masanya jenderal besar terakhir Mongol, Timur Lang (di Eropa dikenal dengan nama Tamerlane) muncul, dan tampaknya sempat mendirikan kerajaan yang cukup luas lagi. Dia pernah sesumbar akan memberi makan kudanya di Basilika Santo Petrus, Roma, tapi dia mati dalam ekspedisinya melawan Zhu Di di Cina. Seperti nasib kerajaannya Alexander, kerajaannya pun bubar setelah Timur meninggal.
Setelah Timur Lang mati, Mongol tidak lagi timbul sebagai kerajaan besar. Dinasti Manchu di Cina menyatukan wilayah asli Mongol kedalam kerajaan besar mereka di Cina.
Side Note:
Zhu Di adalah kaisar Cina yang memerintahkan ekspedisi Zheng He (di Indonesia jauh lebih terkenal dengan nama Cheng Ho) ke seluruh dunia. Gavin Menzies, seorang sejarawan, menyatakan bahwa ekspedisi Zheng He ini adalah kali pertama seseorang mengelilingi seluruh dunia, hampir seabad sebelum Ferdinand Magellan mengelilingi dunia. Dia meninggalkan prasasti dan tanda-tanda di Amerika Selatan, Afrika, Indonesia, dan India. Sayangnya, setelah Zheng He pulang tahun 1473, tidak ada ekspedisi lain yang dilakukan. Pada tahun-tahun saat dia mengelilingi dunia, Istana Terlarang di Peking terbakar habis, dan banyak mandarin Cina menyatakan bahwa ini adalah karena kesombongan dan keserakahan Zhu Di hendak menguasai seluruh dunia. Setelah Zhu Di meninggal, semua pelabuhan besar di Cina ditutup total, dan semua kapal-kapal besar Cina dihancurkan. Perdagangan mereka dengan dunia Arab turun drastis, dimana sekarang kapal Arab boleh masuk tapi tidak ada junk Cina yang melayari lautan lagi. Ketakutan dan isolasionisme Cina ini berlangsung sampai dermaganya dibuka dengan paksa oleh negara-negara barat pada abad ke-19.
adapt from
http://www.indogamers.com/f261/sejarah_bangsa_mongol-45219/
Bangsa mongol, bangsa nomaden dari daerah utara cina. Hidup berpindah2x dengan berternak dan terbagi dalam beberapa suku.
Nama mongol sendiri baru Exist setelah Temujin menyatukan seluruh suku2x itu dan diberikan gelar Genghis Khan di Khuriltai.
Genghis Khan ini memberikan seluruh penduduk mongol sebuah indentitas nasional dan bukan hanya suku2x saja, Jadi tidak ada lagi Keraits, Merkit,Onokist,Borjigin,dll. Semuanya jadi satu bangsa yang disebut mongol.
Sekarang setelah mongol jadi satu, lalu timbul masalah baru, yaitu Tujuan berbangsa dan bernegara. Dahulu setiap suku saling ingin menguasai suku lainnya sekarang setelah jadi satu lalu apa lagi yang harus mereka lakukan ?
Genghis Khan melihat bahwa semua barang2x yang mereka punya itu asalnya bukan dari monggol. Keramik dan sutra itu dari Cina, obat2xan itu dari korea dan kayu2x itu dari India. Jadi Genghis Khan berencana untuk merebut tempat2x itu.
Yg pertama dan yg terlemah dan yang terkaya serta yang terdekat tentu saja.......CINA.
Selama ini Dinasti Jin itu sering meng- Obok2x keadaan politik di monggol untuk memanfaatkan mereka untuk melemahkan daerah2x perbatasan negara lain yang menjadi musuh Jin. Diantaranya Xia, Liao dan Song.
Nah sekarang Genghis Khan secara terbalik memanfaatkan Jin untuk melemahkan sasarannya yaitu Dinasti Song yang menguasai Dataran Tengah yang subur di Cina. Sebelumnya Genghis Khan menguasai Xia dan merebut sebagian Liao.
Setelah Jin berhasil masuk ke Cina tengah, maka Genghis Khan menyerang Jin di Yajing (Bei Jing sekarang), Genghis Khan melakukan ini dengan Pretext membantu Jin mengalahkan Song yang sudah terdesak di Selatan. Tetapi Jin yang diserang dan tidak siap, apalagi setelah 100.000 pasukan mongol melintasi Great Wall maka merekapun tidak bertahan lama, dalam waktu 2 thn, Jin utara pun berhasil dikuasai.
Sebelum Genghis Khan melanjutkan ke selatan, terjadi pergolakan di Xia dan dia terpaksa harus kembali untuk memadamkan pemberontakan itu. Dia mengirimkan salah satu jendralnya yg terhebat, Subutai, hanya dengan 20.000 prajurit untuk mengatasi pemberontakan itu. Sementara Jebe dan Qubilai mengatasi pemberontakan dari salah seorang kepala suku monggol yang melarikan diri ke Asia tengah dan melancarkan serangan dari sana.
Jadi pada dasarnya saat ini Genghis Khan itu melancarkan 3 invasi sekaligus yaitu ke Cina, Asia tengah dan yang terjauh setelah megatasi daerah asia tengah adalah timur tengah.
Pada dasarnya kenapa Genghis Khan bisa semudah ini melewati semua negara.
Pada saat itu Timteng dan Eropa baru saja 'Selesai' perang salib jilid ke IV dan sedang letih2xnya.
Cina dibawah dinasti Song sedang bobrok2xnya dan jepang dari lautan terus mengancam korea dan Jin.
India sedang terjadi peralihan dari kekuasaan Buddha-Hindu di Selatan dengan kekuasaan Invading Muslim Sultanete dari utara.
Jadi pada dasarnya, tidak ada yang memperhatikan sebuah wilayah dengan suku2x kecil yang banyak di timur laut.
Karena frustasi tidak dapat melewati Xiang Yang yang dijaga oleh 'Persatuan Pendekar'. Genghis Khan mengalihkan perhatiannya ke Timur Tengah dan meninggalkan Muqali salah satu penasehatnya setelah Borchu untuk menjaga Cina utara dan membangun ibu kota mongol timur di Bei Jing yang waktu itu dinamakan Da Du.
Dalam menyerang Timteng, Genghis Khan membawa seluruh divisi pasukannya yang dipimpin oleh Joti, Jebe dan Touloi. Ketika ekspedisi ini dimulai, Genghis Khan sudah cukup tua dan menetapkan pewaris takhtanya adalah Ogodei.
Pada akhirnya Samarkand jatuh ketangan Mongol dan disanalah Ibukota Mongol Barat didirikan. Dengan begini maka seluruh Persia pada dasarnya telah masuk dalam kekuasaan monggol.
Dari arah ini, Genghis Khan membagi pasukannya menjadi 2 yg satu menyerang India yg dipimpin oleh dirinya sendiri, serta yang lainnya menyerang Rusia(Novogord) yg dipimpin oleh Subutai dan Jebe.
Nah ketika kembali ke Mongol, Genghis Khan melewati wilayah Kaukusian dan melintasi Himalaya dan konon disini dia mendengar cerita mengenai Shang Ri La dan mencarinya. Dia bertemu dengan seorang pendeta Tibet yang menanyakan apa yang paling di yakininya dalam hidup dan Genghis Khan menjawab Kekuatan. Sang Biksu tibet itu akhirnya berkata bahwa untuk masuk kedalam Shang Ri La maka seseorang harus membuktikan apa yang diyakininya benar. Nah, Walaupun Genghis Khan tidak menemukan Shang Ri La tetapi legenda ini jadi berkembang bahwa sebuah komunitas kecil disiapkan ditempat itu untuk mengundang para ahli beladari untuk bertarung dan yang terkuat akan melihat Shang Ri La. Well....thats the legend....
Dia kemudian kembali ke Mongol dan ketika dia akan mencoba menyerang cina lagi, dia dihadapkan pada pemberontakan di Xia dan terpaksa harus mengatasinya terlebih dahulu. Karena sudah letih dengan pemberontakan Xia (7 X memberontak dan 7 X diampuni, Mirip Cerita apa hayo ??? kekkeke http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif ) maka pada yang ke 8, seluruh keluarga kerajaan Xia di hukum mati.
2 thn setelah kejadian ini akhirnya Genghis Khan mangkat dan digantikan oleh pewarisnya takhtanya Ogodei. Tetapi sebelum itu terjadi ada perebutan kekuasaan dahulu antara Joti, Jagatai dan Ogodei serta Touloi. Tetapi Touloi ini tidak begitu berambisi, dia hanya menjaga tanah kelahirannya saja dan membiarkan kakak2xnya bertempur memperebutkan kekuasaan. Akhirnya para pemimpin suku2x mongol dan wakil2x wilayah jajahan mengangkat Ogodei sebagai Khan berikutnya mengantikan ayahnya.
Masa pemerintahan Ogodei relatif stabil, Prestasi Ogodei adalah menghancurkan seluruh Dinasti Jin tetapi sekali lagi seperti ayahnya, dia belum mampu menembus Xiang Yang untuk dapat menguasai Kerajaan Song Selatan.
Karena hal itu dia mengalihkan perhatiannya ke Korea dan menguasainya serta meng aneksasi seluruh Rusia sampai ke Perbatasan Hungaria (Waktu itu Ex-HRE). Dia juga menguasai sisa2x kerajaan Persia yang masih belum masuk dalam wilayah monggol dan terus menyerang sampai ke tepi barat hingga perbatasan Mediternia, laut hitam, laut crimean dan selat balkan.
Setelah masa Ogodei, kembali lagi ada perseteruan keluarga. Ada GoyuL, Guyuk dan Mongke yang memerintah dalam waktu sangat2x singkat dan tidak memiliki hasil apapun. Setelah mereka2x itu muncul satu nama yaitu Kubilai.
Kubilai Khan menjadi Khan terakhir dan medirikan Dinasti Baru yang bernama Yuan dengan ibu kota nya di Da Du (Bei Jing).
Untuk menghindari perebutan kekuasaan lagi maka seluruh kekaisaran dibagi menjadi 4 yg semuanya bertanggung jawab pada Great Khan. Kipchak Khan (Rusia+Eropa timur), Jagatai Khan (Asia tengah+india), Il-Khan (Persia and Middle East) dan Da Khan (Monggol+China). Dia juga merasa bahwa mongol itu tidak berbudaya dan sebagian besar penduduknya tidak bisa baca tulis dan hanya tahu berperang saja. Akhirnya dia meminta Hpag-Spa untuk membuat tulisan dan aksara bagi bangsa mongol. Dia juga kedatangan tamu dari eropa yaitu marcopolo yang diangkat menjadi gubernur Hebei. Juga Kubilai membangun istana Xanadu yg megah dan melegenda. Berisi Keindahan (Tananman, hewan, wanita dan Iptek) dari 4 penjuru dunia.
Hal pertama yang dilakukan oleh Kubilai ketika dia selesai mengatasi maslaah dalam negeri adalah menyelesaikan apa yang tidak dapat diselesaikan Kakek dan pamannya, yaitu merebut seluruh Cina dengan menguasai Song Selatan dan mengalahkan Kota Xiang Yang.
Perang Salib IV adalah "Perang Salib" yang paling singkat dan lucu dalam sejarah. Para Crusader gagal melakukan penaklukan yang berarti di daerah Timur Tengah, maka mereka merebut Konstantinopel, yang sebenarnya justru merupakan daerah yang mereka "lindungi" sebagai alasan Perang Salib itu sendiri.
Kenapa Mongol dengan mudah menguasai wilayah yang sangat luas? Penjelasannya cukup rumit. Pertama lawan mereka di Eropa, Novgorod, adalah konfederasi beberapa suku Rusia yang lemah. Mereka kalah dengan mudah karena baju perang dan perisai Eropa tidak dapat menang melawan composite bow orang Mongol yang menembus baju perang dan membunuh orang di dalamnya. Lagipula, baju perang paling mutakhir, yang sering disebut Ksatria Gothic, belum lahir pada masa itu (baru pada abad ke-16 mereka dibuat, dan popularitas mereka segera turun drastis karena bobot yang tinggi dan kelemahan mereka melawan senjata api). Taktik militer Mongol cukup simpel, kirimkan semua tahanan dan budak didepan pasukan utama, dan gunakan pemanah berkuda untuk melawan ksatria Eropa yang lamban dan mengandalkan charge. Mereka tidak dapat mengejar para pemanah, dan sering terjebak mengejar terlalu jauh sehingga dapat disergap dengan mudah. Taktik ini juga digunakan oleh Saladin untuk mengalahkan para ksatria Jerusalem ketika Raynald de Chatillon dan Raja Guy de Lusignan melanggar perjanjian damai. Senjata pengepungan mereka peroleh dari Turki, dimana kota-kota mereka seperti Bokhara, Samarkand, dan Khwarazm semuanya dibakar habis dan di bekas kota-kota tersebut didirikan tumpukan kepala manusia, terutama orang tua, wanita, dan anak-anak. Senjata pengepungan ini digunakan untuk melawan kota-kota Eropa yang semua bertembok tebal. Pasukan Genghis menaklukkan seluruh Rusia (kecuali beberapa kota di Kiev -sekarang Ukraina- dan Muscovy -sekarang Moscow-), menaklukkan Hungaria dan membakar Budapest, Carpathia, Volhynia, dan bahkan telah sampai ke gerbang Vienna.
Di wilayah Islam, Hulagu (salah satu anak Genghis) menaklukkan hampir seluruh bekas wilayah kerajaan Sassanid, merebut Damascus dan Baghdad (pusat dari dinasti-dinasti Muslim). Tak terhitung jumlah peninggalan sejarah yang mereka rusak dan hancurkan. Bahwa dunia Muslim selamat hanyalah karena Hulagu, seperti pasukan Genghis di Eropa, harus pulang karena Genghis meninggal. Cina adalah musuh terakhir Genghis, yang akhirnya ditaklukkan oleh cucunya, Kublai. Pada masa itu bangsa Mongol sudah jauh lebih beradab, dan Hangzhou hampir tidak dirusak ketika Hangzhou jatuh ke tangan Mongol.
Penaklukan Mongol meninggalkan bekas-bekas yang sangat mendalam di Eropa dan wilayah Muslim. Pada masa itu adalah lazim dalam doa-doa seluruh rakyat Eropa permohonan supaya orang Mongol tidak lagi masuk lebih jauh ke Eropa. Demikian pula yang terjadi dalam dunia Islam. Bahkan para Crusader bekerja sama dengan tentara Muslim untuk melawan Hulagu, tapi mereka kalah. Kebencian yang mendalam ini akhirnya dilampiaskan ketika pada gilirannya dinasti Mongol yang terbentang luas tidak dapat mempertahankan kekuasaannya. Di Eropa, Ivan the Terrible membentuk negara modern Rusia, yang akhirnya mengalahkan sisa-sisa Golden Horde (nama negara Mongol di sana) di Rusia dan memukul mereka mundur. Di Timur Tengah, dinasti Seljuk merebut kekuasaan dan pelan tapi pasti mengalahkan tentara Mongol di sana, kota demi kota. Di Cina, dinasti Yuan hanya berumur satu abad (CMIIW, kalau ngga satu dua deh). Kublai gagal menyerang Jepang dan Jawa. Zhu Di, kaisar pertama dinasti Ming, akhirnya mengalahkan tentara Mongol di Cina. Pada masanya jenderal besar terakhir Mongol, Timur Lang (di Eropa dikenal dengan nama Tamerlane) muncul, dan tampaknya sempat mendirikan kerajaan yang cukup luas lagi. Dia pernah sesumbar akan memberi makan kudanya di Basilika Santo Petrus, Roma, tapi dia mati dalam ekspedisinya melawan Zhu Di di Cina. Seperti nasib kerajaannya Alexander, kerajaannya pun bubar setelah Timur meninggal.
Setelah Timur Lang mati, Mongol tidak lagi timbul sebagai kerajaan besar. Dinasti Manchu di Cina menyatukan wilayah asli Mongol kedalam kerajaan besar mereka di Cina.
Side Note:
Zhu Di adalah kaisar Cina yang memerintahkan ekspedisi Zheng He (di Indonesia jauh lebih terkenal dengan nama Cheng Ho) ke seluruh dunia. Gavin Menzies, seorang sejarawan, menyatakan bahwa ekspedisi Zheng He ini adalah kali pertama seseorang mengelilingi seluruh dunia, hampir seabad sebelum Ferdinand Magellan mengelilingi dunia. Dia meninggalkan prasasti dan tanda-tanda di Amerika Selatan, Afrika, Indonesia, dan India. Sayangnya, setelah Zheng He pulang tahun 1473, tidak ada ekspedisi lain yang dilakukan. Pada tahun-tahun saat dia mengelilingi dunia, Istana Terlarang di Peking terbakar habis, dan banyak mandarin Cina menyatakan bahwa ini adalah karena kesombongan dan keserakahan Zhu Di hendak menguasai seluruh dunia. Setelah Zhu Di meninggal, semua pelabuhan besar di Cina ditutup total, dan semua kapal-kapal besar Cina dihancurkan. Perdagangan mereka dengan dunia Arab turun drastis, dimana sekarang kapal Arab boleh masuk tapi tidak ada junk Cina yang melayari lautan lagi. Ketakutan dan isolasionisme Cina ini berlangsung sampai dermaganya dibuka dengan paksa oleh negara-negara barat pada abad ke-19.
adapt from
http://www.indogamers.com/f261/sejarah_bangsa_mongol-45219/
== Asal mula == Kekaisaran Mongolia didirikan oleh [[Jenghis Khan]] pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering bers
MASA KEMAJUAN ISLAMI
(650-1000 M)
A. KHILAFAH RASYIDIN
Nabi Muhammad SAW. tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yangakan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Beliau tampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum Muslimin sendiri untuk menentukannya. Karena itulah, tidak lama setelah beliau wafatl beliau lagi jenazahnya dimakamkan, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul dibalai kota Bani Sai’dah Madinah.
Mereka musyawarah siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak, baik Muhajirin maupun Anshar, sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Namun dengan semangat ukhuwah Islamiah yang tinggi, akhirnya Abu Bakar terpilih. Rupanya semangat keagamaan Abu Bakar mendapat penghargaan yang tinggi dari umat Islam, sehingga masing-masing pihak menerima dan membaiatnya.
Sebagai pemimpin umat Islam setelah rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (pengganti Rasul) yang dalam perkembanga selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah nabi mawaf untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.
Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat ituhabis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidakmau tunduk lagi kepada Madinah. Mereka menganggap, bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad, dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karena itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan,, Abu Bakar dapat menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah jenderal yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.
Tampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan,khalifah juga melaksanakan hokum. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.
Abu Bakar meninggal dunia, sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina Irak, dan kerajaan Hirah. Ia diganti oleh “tangan kanannya”, Umar ibn Khathab. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Khalifati Rasululllah (pengganti dari pengganti Rasullullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (komandan orang-orang yang beriman).
Ketika itu wilayah kekuasaan Islam sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaannya dalam waktu tidak lebih dari setengah abad, merupakan kemenangan menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai. Faktor-faktor yangmenyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah:
1. Islam, di samping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat.
2. Dalam dada para sahabat Nabi tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam(dakwah) ke seluruh penjuru dunia. Di samping itu, suku-suku bangsa Arab gemar berperang. Semangat dakwah dan kegemaran berperangtersebut membentuk satu kesatuan yang padu dalam diri umat Islam.
3. Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing.
4. pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama memaksakan aliran yang dianutnya. Mereka juga tidak senang karena pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia.
5. Islam dating ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya dan masuk Islam.
6. Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium yang memerintah mereka.
7. Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh.
B. Khalifah Bani Umayyah
Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayyah, pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). Kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi, dan tipu daya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya utnuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interpretasi baru dari kata-kata itu mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya “khalifah Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain:
1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yangbaru bagi tradisi Arab yang lebih menegakkan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan system pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus mejadi gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuaatan pemerintah.
3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Di samping itu, sebagian besar golongan mawali (non-Arab), terutama di irak dan wilayah bagian Timur lainya merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah muncunya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Al-Muthalib.gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
C. Khilafah Bani Abbas
Kekuasaan dinasi Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah, sebagaimana disebutkan, melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Dinasi Abbasiyah didirikan oleh Abdullah Al-Saffah ibn Muhammad ibn Abdulllah ibn Al-Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M0 s.d. 656 H (1258 M). Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, social dan budaya. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode:
1. Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut Periode Pengaruh Persia Pertama.
2. Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M0 disebut masa pengaruh Turki pertama.
3. Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M) masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
4. Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
5. Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.
BAB II
MASA KEMUNDURAN
(1250-1500 M)
A. Bangsa Mongol dan Dinasti Ilkhan
Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan.
Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia, yang membentang dari Asia Tengah sampai ke Siberia Utara,, Tibet Selatan, dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan, yang mempunyai dua putra kembar, Tatar dan Mongol. Kedua putra itu melahirkan dua suku bangsa besar, Mongol dan Tartar. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan yangmelahirkan keturunan pemimpin bangsa mongol di kemudian hari.
Kemajuan bangsa Mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan Yasugi Bahadur Khan. Ia berhasil menyatukan 13 kelompok suku yang ada pada waktu itu. Setelah Yasugi meninggal, putranya Timujin yang masih berusia 13 tahun tampil sebagai pemimpin. Dalam waktu 30 tahun, ia berusaha memperkuat angkatan perangnya dengan menyatukan bangsa Mongol dengan suku bangsa lain, sehingga menjadi satu pasukan yang teratur dan tangguh. Pada tahun 1206 M, ia mendapat gelar Jengis Khan, Raja Yang Perkasa. Ia menetapkan suatu undang-undang yang disebutnya Alyasak atau Alyasah, untuk mengatur kehidupan rakyatnya. Wanita mempunyai kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam kemiliteran. Pasukan perang dibagi dalam beberapa kelompok besar-kecil, seribu, dua ratus dan sepuluh orang. Tiap-tiap kelompok dipimpin oleh seorang komandan.
Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah Jengis Khan membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian kepada empat orang putranya, yaitu Juchi, Chagatai, Ogotai, dan Tuli. Chagatai berusaha menguasai kembali daerah-daerah Islam yang pernah ditaklukan dan berhasil merebut Illi, Ferghana, Ray, Hamazan, dan Azerbaijan. Sulthan Khawarizm, Jalal Al-Din berusaha keras membendung serangan tentara Mongol namun Khawarizm tidak sekuat dulu. Sultan melarikan diri. Di sebuah daerah pegunungan ia dibunuh oleh seorang Kurdi. Dengan demikian, berakhirlah kerajaan Khawarizm. Kematian Sultan Khawarizmsyah itu membuka jalan bagi Chagatai untuk melebarkan sayap kekuasaannya dengan lebih leluasa.
B. Serangan-serangan Timur Lenk
Setelah lebih dari satu abad umat Islam menderita dan berusaha bangkit dari kehancuran akibat serangan bangsa Mongol di bawah Hulagu Khan, malapeteka yang tidak kurang dahsyatnya datang kembali yaitu serangan yang juga dari keturunan bangsa Mongol. Berbeda dari Hulagu Khan dan keturunannya pada dinasti Ilkhan, penyerang kali ini sudah masuk Islam tetapi sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman masih melekat kuat. Serangan itu dipimpin oleh Timur Lenk yang berarti Timur si Pincang.
Sejak usia masih sangat muda, keberanian dan keperkasaannya yang luar biasa sudah terlihat. Ia sering diberi tugas untuk menjinakkan kuda-kuda liar . Sewaktu berumur 12 tahun, ia sudah terlibat dalam banyak peperangan dan menunjukkan kehebatan serta keberanian yang mengangkat dan menharumkan namanya di kalangan bangsanya. Akan tetapi, baru setelah ayahnya meninggal, sejarah keperkasaannya bermula. Setelah Jagatai wafat, masing-masing Amir melepaskan diri dari pemerintahan pusat. Timur Lenk mengabdikan diri pada Gubernur Transoxiana, Amir Qazaghan. Ketika Qazaghan meninggal dunia, datang serbuan dari Tughluq Temur Khan, pemimpin Moghulistan, yang menjarah dan menduduki Transoxiana. Timur Lenk bangkit memimpin perlawanan untuk membela nasib kaumnya yang tertindas. Tughlug Temur setelah melihat keberanian dan kehebatan Timur menawaran kepadanya jabatan Gubernur di negeri kelahirannya. Tawaran itu diterima. Akan tetapi setahun setelah Timur Lenk diangkat menjadi gubernur, tahun 1361 M Tughluq Temur mengangkat putranya, Ilyas Khoja menjadi gubernur Samarkand dan Timur Lenk menjadi wazirnya. Tentu saja Timur Lenk menjadi berang. Ia segera bergabung dengan cucu Qazaghan, Amir Husain mengangkat senjata memberontak terhadap Tughluq Temur.
Setelah Timur Lenk meninggal, dua orang anaknya, Muhammad Jehanekir dan Khalil berperang memperebutkan kekuasaan. Khalil (1404-1405 M0 keluar sebagai pemenang. Akan tetapi, ia hidup berfoya-foya menghabiskan kekayaan yang ditinggalkan ayahnya. Karena itu, saudaranya yang lain, Syah Rukh (1405-1447 M), merebut kekuasaan dari tangannya. Syah Rukh berusaha mengembalikan wibawa kerajaan. Ia seorang raja yang adil dan lemah lembut. Setelah wafat, ia diganti oleh anaknya Ulugh Bey (1447-1449 M), seorang raja yang alim dan sarjana ilmu pasti. Namun, masa kekuasaannya tidak lama. Dua tahun setelah berkuasa ia dibunuh oleh anaknya yang haus kekuasaan, Abd Al-Latif (1449-1450 M). Raja besar dinasti Timuriyah yang terakhir adalah Abu Sa’id (1452-1469 M0. Pada masa inilah kerajaan mulai terpecah belah. Wilayah kerajaan yang luas itu diperebutkan oleh dua suku Turki yang baru muncul ke permukaan, Kara Koyunlu(domba hitam) dan Ak Koyunlu (domba putih). Abu Sa’id sendiri terbunuh ketika bertempur melawan Uzun Hasan, penguasa Ak Koyunlu.
C. Dinasti Mamalik Di Mesir
Kalau ada negeri Islam yang selamat dari kehancuran akibat serangan-serangan bangsa Mongol baik serangan Hulagu Khan maupun Timur Lenk, maka negeri itu adalah Mesir yang ketika itu berada di bawah kekuasaan dinasti Mamalik. Karena, negeri ini terhindar dari kehancuran maka persambungan perkembangan peradaban dengan masa klasik relative terlihat dan beberapa di antara prestasi yang pernah dicapai pada masa klasik bertahan di Mesir. Walaupun demikian kemajuan yang dicapai oleh dinasti ini, masih dibawah prestasi yang pernah dicapai oleh umat Islam pada masa klasik. Hal itu mungkin karena metode berpikir tradisional sudah tertanam sangat kuat sejak bekembangnya aliran teolofi ‘Asy’ariyah, filsafat mendapat kecaman sejak pemikiran Al-Ghazali mewarnai pemikiran mayoritas umat Islam dan yang lebih penting lagi adalah karena Bagdad dengan fasilitas-fasilitas ilmiahnya yang banyak memberi inspirasi ke pusat-pusat peradaban Islam, hancur.
Ketika Al-Malik Al-Salih meninggan (1249 M) anaknya, Turansyah naik tahta sebagai Sultan. Golongan Mamalik merasa terancam karena Turansyah lebih dekat kepada tentara asal Kurdi daripada mereka. Pada tahun 1250 M, Mamalik di bawah pimpinan Aybak dan baybars berhasil membunuh Turansyah. Istri Al-Malik Al-Salih, Syajarah Al-Durr, seorang yang juga berasal dari kalangan Mamalik berusaha mengambil kendali pemerintah, sesuai dengan kesepakatan golongan Mamalik. Kepemimpinan Syajaruh Al-Durr berlangsung sekitar tiga bulan. Ia kemudian kawin dengan seorang tokoh Mamalik bernama Aybak dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepadanya sambil berharap dapat terus berkuasa di belakang tabir. Akan tetapi segera setelah itu Aybah membunuh Syajarah Al-Durr dan mengambil sepenuhnya kendali pemerintahan. Pada mulanya, Aybak mengangkat seorang keturunan penguasa Ayyubiyah bernama Musa sebagai Sultan “syar’i” (formal) di samping dirinya yang bertindak sebagai penguasa sebenarnya. Namun, Musa akhinrya dibunuh oleh Aybak. Ini merupakan akhir dari dinasti Ayyubiyah di Mesir dan awal dari kekuasaan dinasti Mamalik.
Dinasti Mamalik juga banyak mengalami kemajuan di bidang arsitektur. Banyak arsitek didatangan ke Mesir untuk membangun sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang indah. Bangunan-banguan lain yang didirikan pada masa ini di antaranya adalah, rumah sakit, museum perpustakaan, vila-vila, kubah dan menara masjid.
Kemajuan-kemajuan itu tercapai berkat kepribadian dan wibawa Sultan yang tinggi, solidaritas sesama militer yang kuat dan stabilitas Negara yang aman dari gangguan. Akan tetapi, ketika faktor-faktor tersebut menghilang, dinasti Mamalik sedikit demi sedikit mengalami kemunduran. Semenjak masuknya budak-budak dari Sirkasia yang kemudian dikenal dengan nama Mamluk Burji, yang untuk pertama kalinya dibawa oleh Qalawun, solidaritas antarsesama militer menurun, terutama setelah Mamluk Burji berkuasa. Banyak penguasa Mamluk Burji yang bermoral rendah dan tidak menyukai ilmu pengetahuan. Kemewahan dan kebiasaan berfoya-foya di kalangan penguasa menyebabkan pajak dinaikkan. Akibatnya, semangat kerja rakyat menurun dan perekonomian negate tidak stabil. Di samping, ditemukannyaTanjung Harapan oleh Eropa melalui Mesir menurun fungsinya. Kondisi ini perparah oleh datangnya kemarau panjang dan berjangkintya wabah penyakit.
Di pihak lain, suatu kekuatan politik baru yang besar muncul sebagai tantangan bagi Mamalik yaitu kerajaan Usmani. Kerajaan inilah yang mengakhiri riwayat Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik kalah melawan pasukan Usmani dalam pertempuran menentukan di luar kota Kair tahun
1517 M. sejak itu wilayah Mesir berada di bawah kekuasaan kerajaan Usmani sebagai salah satu provinsinya.
adapt from
http://arsipmakalahkita.blogspot.com/2009/07/masa-kemajuan-islami.html
(650-1000 M)
A. KHILAFAH RASYIDIN
Nabi Muhammad SAW. tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yangakan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Beliau tampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum Muslimin sendiri untuk menentukannya. Karena itulah, tidak lama setelah beliau wafatl beliau lagi jenazahnya dimakamkan, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul dibalai kota Bani Sai’dah Madinah.
Mereka musyawarah siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak, baik Muhajirin maupun Anshar, sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Namun dengan semangat ukhuwah Islamiah yang tinggi, akhirnya Abu Bakar terpilih. Rupanya semangat keagamaan Abu Bakar mendapat penghargaan yang tinggi dari umat Islam, sehingga masing-masing pihak menerima dan membaiatnya.
Sebagai pemimpin umat Islam setelah rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (pengganti Rasul) yang dalam perkembanga selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah nabi mawaf untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.
Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat ituhabis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidakmau tunduk lagi kepada Madinah. Mereka menganggap, bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad, dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karena itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan,, Abu Bakar dapat menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah jenderal yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.
Tampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan,khalifah juga melaksanakan hokum. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.
Abu Bakar meninggal dunia, sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina Irak, dan kerajaan Hirah. Ia diganti oleh “tangan kanannya”, Umar ibn Khathab. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Khalifati Rasululllah (pengganti dari pengganti Rasullullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (komandan orang-orang yang beriman).
Ketika itu wilayah kekuasaan Islam sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaannya dalam waktu tidak lebih dari setengah abad, merupakan kemenangan menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai. Faktor-faktor yangmenyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah:
1. Islam, di samping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat.
2. Dalam dada para sahabat Nabi tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam(dakwah) ke seluruh penjuru dunia. Di samping itu, suku-suku bangsa Arab gemar berperang. Semangat dakwah dan kegemaran berperangtersebut membentuk satu kesatuan yang padu dalam diri umat Islam.
3. Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing.
4. pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama memaksakan aliran yang dianutnya. Mereka juga tidak senang karena pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia.
5. Islam dating ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya dan masuk Islam.
6. Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium yang memerintah mereka.
7. Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh.
B. Khalifah Bani Umayyah
Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayyah, pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). Kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi, dan tipu daya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya utnuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interpretasi baru dari kata-kata itu mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya “khalifah Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain:
1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yangbaru bagi tradisi Arab yang lebih menegakkan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan system pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus mejadi gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuaatan pemerintah.
3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Di samping itu, sebagian besar golongan mawali (non-Arab), terutama di irak dan wilayah bagian Timur lainya merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah muncunya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Al-Muthalib.gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
C. Khilafah Bani Abbas
Kekuasaan dinasi Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah, sebagaimana disebutkan, melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Dinasi Abbasiyah didirikan oleh Abdullah Al-Saffah ibn Muhammad ibn Abdulllah ibn Al-Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M0 s.d. 656 H (1258 M). Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, social dan budaya. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode:
1. Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut Periode Pengaruh Persia Pertama.
2. Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M0 disebut masa pengaruh Turki pertama.
3. Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M) masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
4. Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
5. Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.
BAB II
MASA KEMUNDURAN
(1250-1500 M)
A. Bangsa Mongol dan Dinasti Ilkhan
Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan.
Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia, yang membentang dari Asia Tengah sampai ke Siberia Utara,, Tibet Selatan, dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan, yang mempunyai dua putra kembar, Tatar dan Mongol. Kedua putra itu melahirkan dua suku bangsa besar, Mongol dan Tartar. Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan yangmelahirkan keturunan pemimpin bangsa mongol di kemudian hari.
Kemajuan bangsa Mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan Yasugi Bahadur Khan. Ia berhasil menyatukan 13 kelompok suku yang ada pada waktu itu. Setelah Yasugi meninggal, putranya Timujin yang masih berusia 13 tahun tampil sebagai pemimpin. Dalam waktu 30 tahun, ia berusaha memperkuat angkatan perangnya dengan menyatukan bangsa Mongol dengan suku bangsa lain, sehingga menjadi satu pasukan yang teratur dan tangguh. Pada tahun 1206 M, ia mendapat gelar Jengis Khan, Raja Yang Perkasa. Ia menetapkan suatu undang-undang yang disebutnya Alyasak atau Alyasah, untuk mengatur kehidupan rakyatnya. Wanita mempunyai kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam kemiliteran. Pasukan perang dibagi dalam beberapa kelompok besar-kecil, seribu, dua ratus dan sepuluh orang. Tiap-tiap kelompok dipimpin oleh seorang komandan.
Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah Jengis Khan membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian kepada empat orang putranya, yaitu Juchi, Chagatai, Ogotai, dan Tuli. Chagatai berusaha menguasai kembali daerah-daerah Islam yang pernah ditaklukan dan berhasil merebut Illi, Ferghana, Ray, Hamazan, dan Azerbaijan. Sulthan Khawarizm, Jalal Al-Din berusaha keras membendung serangan tentara Mongol namun Khawarizm tidak sekuat dulu. Sultan melarikan diri. Di sebuah daerah pegunungan ia dibunuh oleh seorang Kurdi. Dengan demikian, berakhirlah kerajaan Khawarizm. Kematian Sultan Khawarizmsyah itu membuka jalan bagi Chagatai untuk melebarkan sayap kekuasaannya dengan lebih leluasa.
B. Serangan-serangan Timur Lenk
Setelah lebih dari satu abad umat Islam menderita dan berusaha bangkit dari kehancuran akibat serangan bangsa Mongol di bawah Hulagu Khan, malapeteka yang tidak kurang dahsyatnya datang kembali yaitu serangan yang juga dari keturunan bangsa Mongol. Berbeda dari Hulagu Khan dan keturunannya pada dinasti Ilkhan, penyerang kali ini sudah masuk Islam tetapi sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman masih melekat kuat. Serangan itu dipimpin oleh Timur Lenk yang berarti Timur si Pincang.
Sejak usia masih sangat muda, keberanian dan keperkasaannya yang luar biasa sudah terlihat. Ia sering diberi tugas untuk menjinakkan kuda-kuda liar . Sewaktu berumur 12 tahun, ia sudah terlibat dalam banyak peperangan dan menunjukkan kehebatan serta keberanian yang mengangkat dan menharumkan namanya di kalangan bangsanya. Akan tetapi, baru setelah ayahnya meninggal, sejarah keperkasaannya bermula. Setelah Jagatai wafat, masing-masing Amir melepaskan diri dari pemerintahan pusat. Timur Lenk mengabdikan diri pada Gubernur Transoxiana, Amir Qazaghan. Ketika Qazaghan meninggal dunia, datang serbuan dari Tughluq Temur Khan, pemimpin Moghulistan, yang menjarah dan menduduki Transoxiana. Timur Lenk bangkit memimpin perlawanan untuk membela nasib kaumnya yang tertindas. Tughlug Temur setelah melihat keberanian dan kehebatan Timur menawaran kepadanya jabatan Gubernur di negeri kelahirannya. Tawaran itu diterima. Akan tetapi setahun setelah Timur Lenk diangkat menjadi gubernur, tahun 1361 M Tughluq Temur mengangkat putranya, Ilyas Khoja menjadi gubernur Samarkand dan Timur Lenk menjadi wazirnya. Tentu saja Timur Lenk menjadi berang. Ia segera bergabung dengan cucu Qazaghan, Amir Husain mengangkat senjata memberontak terhadap Tughluq Temur.
Setelah Timur Lenk meninggal, dua orang anaknya, Muhammad Jehanekir dan Khalil berperang memperebutkan kekuasaan. Khalil (1404-1405 M0 keluar sebagai pemenang. Akan tetapi, ia hidup berfoya-foya menghabiskan kekayaan yang ditinggalkan ayahnya. Karena itu, saudaranya yang lain, Syah Rukh (1405-1447 M), merebut kekuasaan dari tangannya. Syah Rukh berusaha mengembalikan wibawa kerajaan. Ia seorang raja yang adil dan lemah lembut. Setelah wafat, ia diganti oleh anaknya Ulugh Bey (1447-1449 M), seorang raja yang alim dan sarjana ilmu pasti. Namun, masa kekuasaannya tidak lama. Dua tahun setelah berkuasa ia dibunuh oleh anaknya yang haus kekuasaan, Abd Al-Latif (1449-1450 M). Raja besar dinasti Timuriyah yang terakhir adalah Abu Sa’id (1452-1469 M0. Pada masa inilah kerajaan mulai terpecah belah. Wilayah kerajaan yang luas itu diperebutkan oleh dua suku Turki yang baru muncul ke permukaan, Kara Koyunlu(domba hitam) dan Ak Koyunlu (domba putih). Abu Sa’id sendiri terbunuh ketika bertempur melawan Uzun Hasan, penguasa Ak Koyunlu.
C. Dinasti Mamalik Di Mesir
Kalau ada negeri Islam yang selamat dari kehancuran akibat serangan-serangan bangsa Mongol baik serangan Hulagu Khan maupun Timur Lenk, maka negeri itu adalah Mesir yang ketika itu berada di bawah kekuasaan dinasti Mamalik. Karena, negeri ini terhindar dari kehancuran maka persambungan perkembangan peradaban dengan masa klasik relative terlihat dan beberapa di antara prestasi yang pernah dicapai pada masa klasik bertahan di Mesir. Walaupun demikian kemajuan yang dicapai oleh dinasti ini, masih dibawah prestasi yang pernah dicapai oleh umat Islam pada masa klasik. Hal itu mungkin karena metode berpikir tradisional sudah tertanam sangat kuat sejak bekembangnya aliran teolofi ‘Asy’ariyah, filsafat mendapat kecaman sejak pemikiran Al-Ghazali mewarnai pemikiran mayoritas umat Islam dan yang lebih penting lagi adalah karena Bagdad dengan fasilitas-fasilitas ilmiahnya yang banyak memberi inspirasi ke pusat-pusat peradaban Islam, hancur.
Ketika Al-Malik Al-Salih meninggan (1249 M) anaknya, Turansyah naik tahta sebagai Sultan. Golongan Mamalik merasa terancam karena Turansyah lebih dekat kepada tentara asal Kurdi daripada mereka. Pada tahun 1250 M, Mamalik di bawah pimpinan Aybak dan baybars berhasil membunuh Turansyah. Istri Al-Malik Al-Salih, Syajarah Al-Durr, seorang yang juga berasal dari kalangan Mamalik berusaha mengambil kendali pemerintah, sesuai dengan kesepakatan golongan Mamalik. Kepemimpinan Syajaruh Al-Durr berlangsung sekitar tiga bulan. Ia kemudian kawin dengan seorang tokoh Mamalik bernama Aybak dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepadanya sambil berharap dapat terus berkuasa di belakang tabir. Akan tetapi segera setelah itu Aybah membunuh Syajarah Al-Durr dan mengambil sepenuhnya kendali pemerintahan. Pada mulanya, Aybak mengangkat seorang keturunan penguasa Ayyubiyah bernama Musa sebagai Sultan “syar’i” (formal) di samping dirinya yang bertindak sebagai penguasa sebenarnya. Namun, Musa akhinrya dibunuh oleh Aybak. Ini merupakan akhir dari dinasti Ayyubiyah di Mesir dan awal dari kekuasaan dinasti Mamalik.
Dinasti Mamalik juga banyak mengalami kemajuan di bidang arsitektur. Banyak arsitek didatangan ke Mesir untuk membangun sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang indah. Bangunan-banguan lain yang didirikan pada masa ini di antaranya adalah, rumah sakit, museum perpustakaan, vila-vila, kubah dan menara masjid.
Kemajuan-kemajuan itu tercapai berkat kepribadian dan wibawa Sultan yang tinggi, solidaritas sesama militer yang kuat dan stabilitas Negara yang aman dari gangguan. Akan tetapi, ketika faktor-faktor tersebut menghilang, dinasti Mamalik sedikit demi sedikit mengalami kemunduran. Semenjak masuknya budak-budak dari Sirkasia yang kemudian dikenal dengan nama Mamluk Burji, yang untuk pertama kalinya dibawa oleh Qalawun, solidaritas antarsesama militer menurun, terutama setelah Mamluk Burji berkuasa. Banyak penguasa Mamluk Burji yang bermoral rendah dan tidak menyukai ilmu pengetahuan. Kemewahan dan kebiasaan berfoya-foya di kalangan penguasa menyebabkan pajak dinaikkan. Akibatnya, semangat kerja rakyat menurun dan perekonomian negate tidak stabil. Di samping, ditemukannyaTanjung Harapan oleh Eropa melalui Mesir menurun fungsinya. Kondisi ini perparah oleh datangnya kemarau panjang dan berjangkintya wabah penyakit.
Di pihak lain, suatu kekuatan politik baru yang besar muncul sebagai tantangan bagi Mamalik yaitu kerajaan Usmani. Kerajaan inilah yang mengakhiri riwayat Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik kalah melawan pasukan Usmani dalam pertempuran menentukan di luar kota Kair tahun
1517 M. sejak itu wilayah Mesir berada di bawah kekuasaan kerajaan Usmani sebagai salah satu provinsinya.
adapt from
http://arsipmakalahkita.blogspot.com/2009/07/masa-kemajuan-islami.html
Serbuan Hulagu Khan
Serbuan Hulagu Khan
Baghdad 1258. Tepian sungai Tigris itu menampakkan pemandangan ganjil. Dari dataran sekelilingnya, kecemerlangan kota tampak jelas. Gedung-gedung megah bertaburan tertata secara rapi. Saat itu, hampir tidak ada kota di dunia segemerlap Baghdad. Namun ribuan tenda mendadak bermunculan di luar kota. Itulah tenda pemimpin Mongol, Hulagu Khan, beserta 200-an ribu pasukannya.
Sejarah mencatat, Khalifah Al-Mu'tashim dan para pembesar Kekhalifahan Abbasiyah dengan senang hati menemui Hulagu. Ia membawa berbagai macam hadiah. Hulagu menerima mereka dengan dingin. Ia memenggal kepala khalifah dan seluruh pengikutnya satu per satu. Hulagu kemudian memerintahkan pasukannya untuk meratakan Baghdad dengan tanah. Bukan hanya istana dan gedung-gedung kerajaan saja. Namun juga rumah penduduk, masjid, serta madrasah, universitas dan perpustakaan.
Kemegahan Baghdad habis tanpa bekas. Seluruh warga tewas dibantai, kecuali yang sempat lari menyelamatkan diri. Peristiwa ini merupakan salah satu penghancuran terbesar kebudayaan masyarakat Islam yang telah berkembang selama lebih 6 (enam) abad.
Hulagu tetap tinggal di tendanya. Ia sepenuhnya mewakili karakter masyarakatnya, bangsa Mongol, saat itu yang sangat sederhana namun brutal. Mulanya bangsa itu adalah kelompok-kelompok kecil pemburu dan penggembala di padang stepa di utara Cina hingga Siberia. Mereka mempercayai sebagai keturunan Alanja Khan yang mempunyai dua anak kembar, Tatar dan Mongol.
Adalah Yasugi Bahadur Khan yang diyakini sebagai pemersatu kelompok-kelompok Mongol. Setelah meninggal, kepemimpinan dilanjutkan oleh anaknya, Temujin yang berusia 13 tahun. Pada 1206, Temujin mendapat gelar Jenghis Khan. Ia membangun pasukan laki-laki dan pertempuan dalam kelompok 10, 200, serta 1.000 orang yang masing-masing dipimpin oleh seorang komandan.
Dengan pasukannya itu, ia menaklukkan Cina dan menguasai sepenuhnya Asia Tengah. Kota-kota indah seperti Samarkand, Bukhara dihancurkan sama sekali. Penduduk dibantai habis-habisan. Sultan Ala Al-Din mencoba menghadang gerak pasukan itu di Bukhara. Ia tewas dalam pertempuran. Jalal Al-Din, anaknya, terpaksa lari ke India.
Jenghis Khan mewariskan semangat berpetualang dan kebrutalan itu pada anak cucunya. Keempat anaknya, Juchi, Chagatai, Ogotai dan Tuli melanjutkan petualangan tersebut, menjarah wilayah-wilayah Islam. Salah seorang cucu Jenghis, kemudian malah membangun armada laut yang melakukan ekspedisi militer hingga wilayah Nusantara, sehingga melahirkan insiden Tarik - Jawa Timur, yang melahirkan kerajaan Majapahit.
Chagatai menguasai wikayah Ferghana hingga Azerbaijan. Saudaranya, Tuli menduduki Khurasan. Saat itu, kerajaan Islam terpecah belah dan tak mempunyai kekuatan berarti. Sangat mudah bagi pasukan Mongol -yang menghormat matahari terbit-untuk menaklukkan mereka. Sebelum meninggal pada 1256, Tuli sudah menguasai sebagian wilayah Irak. Hulagu tinggal melanjutkannya untuk menaklukkan Baghdad.
Damaskus, Yordania, Nablus dan Gaza dengan mudah dikuasai pasukan Hulagu. Mereka mengincar Mesir yang dikuasai kesultanan Mamluk. Panglima Kitbugha mengirim utusan ke Mesir yang meminta Sultan Qutuz menyerah. Utusan Qitbhuga malah dibunuh. Di 'Ain Jalut, Sultan Qutuz bersama panglima Baybars memimpin sendiri pasukannya bertempur melawan pasukan Hulagu. Untuk pertama kalinya, pasukan Mongol dapat ditaklukkan.
Kekuasaan Mongol dilanjutkan oleh anak cucu Hulagu, yang dikenal dengan sebutan dinasti Ilkhan. Abaga, anak Hulagu, memeluk Krtisten. Penggantinya, Ahmad Teguder (1282-1284) masuk Islam, namun dibunuh oleh Arghun, raja keempat yang bertindak kejam terhadap orang-orang Islam. Posisi umat Islam membaik di masa raja ke tujuh Ikhan, Mahmud Ghazan (1295-1304). Ia sempat menganut ajaran Budha sebelum beralih ke Islam.
Ghazan tertarik pada masalah peradaban. Ia membangun perguruan tinggi untuk mazhab Syafii serta Hanafi, observatorium, perpustakaan, bahkan juga padepokan atau semacam biara buat kaum sufi. Ia meninggal dalam usia 32 tahun, dan digantikan Muhammad Khudabanda Uljeitu (1304-1317), seorang penganut Syi'ah garis keras. Sultan terakhir dari Dinasti Ilkhan adalah Abu Sa'id (1317-1335). Kekuasaannya hancur setelah terjadi bencana kelaparan hebat akibat serangan badai dan hujan es. Kekuasaan pun terpecah belah, sampai kemudian dihancurkan oleh Timur Lenk, penakluk brutal lainnya yang juga keturunan Mongol.
Serbuan Jenghis Khan hingga Hulagu Khan benar-benar membuat masyarakat Islam harus membangun kehidupan baru dari tingkat yang paling dasar. Tidak ada lagi wujud peradaban yang tersisa dari wilayah Asia Tengah, Selatan hingga Timur Tengah. Syukurlah, Dinasti Mamluk mampu mempertahankan wiyah Mesir. Dari Mesirlah, kemudian peradaban Islam dibangun kembali.n
adapt from
http://zulfaqar.xtgem.com/files/Serbuan%20hulagu%20kahn
Baghdad 1258. Tepian sungai Tigris itu menampakkan pemandangan ganjil. Dari dataran sekelilingnya, kecemerlangan kota tampak jelas. Gedung-gedung megah bertaburan tertata secara rapi. Saat itu, hampir tidak ada kota di dunia segemerlap Baghdad. Namun ribuan tenda mendadak bermunculan di luar kota. Itulah tenda pemimpin Mongol, Hulagu Khan, beserta 200-an ribu pasukannya.
Sejarah mencatat, Khalifah Al-Mu'tashim dan para pembesar Kekhalifahan Abbasiyah dengan senang hati menemui Hulagu. Ia membawa berbagai macam hadiah. Hulagu menerima mereka dengan dingin. Ia memenggal kepala khalifah dan seluruh pengikutnya satu per satu. Hulagu kemudian memerintahkan pasukannya untuk meratakan Baghdad dengan tanah. Bukan hanya istana dan gedung-gedung kerajaan saja. Namun juga rumah penduduk, masjid, serta madrasah, universitas dan perpustakaan.
Kemegahan Baghdad habis tanpa bekas. Seluruh warga tewas dibantai, kecuali yang sempat lari menyelamatkan diri. Peristiwa ini merupakan salah satu penghancuran terbesar kebudayaan masyarakat Islam yang telah berkembang selama lebih 6 (enam) abad.
Hulagu tetap tinggal di tendanya. Ia sepenuhnya mewakili karakter masyarakatnya, bangsa Mongol, saat itu yang sangat sederhana namun brutal. Mulanya bangsa itu adalah kelompok-kelompok kecil pemburu dan penggembala di padang stepa di utara Cina hingga Siberia. Mereka mempercayai sebagai keturunan Alanja Khan yang mempunyai dua anak kembar, Tatar dan Mongol.
Adalah Yasugi Bahadur Khan yang diyakini sebagai pemersatu kelompok-kelompok Mongol. Setelah meninggal, kepemimpinan dilanjutkan oleh anaknya, Temujin yang berusia 13 tahun. Pada 1206, Temujin mendapat gelar Jenghis Khan. Ia membangun pasukan laki-laki dan pertempuan dalam kelompok 10, 200, serta 1.000 orang yang masing-masing dipimpin oleh seorang komandan.
Dengan pasukannya itu, ia menaklukkan Cina dan menguasai sepenuhnya Asia Tengah. Kota-kota indah seperti Samarkand, Bukhara dihancurkan sama sekali. Penduduk dibantai habis-habisan. Sultan Ala Al-Din mencoba menghadang gerak pasukan itu di Bukhara. Ia tewas dalam pertempuran. Jalal Al-Din, anaknya, terpaksa lari ke India.
Jenghis Khan mewariskan semangat berpetualang dan kebrutalan itu pada anak cucunya. Keempat anaknya, Juchi, Chagatai, Ogotai dan Tuli melanjutkan petualangan tersebut, menjarah wilayah-wilayah Islam. Salah seorang cucu Jenghis, kemudian malah membangun armada laut yang melakukan ekspedisi militer hingga wilayah Nusantara, sehingga melahirkan insiden Tarik - Jawa Timur, yang melahirkan kerajaan Majapahit.
Chagatai menguasai wikayah Ferghana hingga Azerbaijan. Saudaranya, Tuli menduduki Khurasan. Saat itu, kerajaan Islam terpecah belah dan tak mempunyai kekuatan berarti. Sangat mudah bagi pasukan Mongol -yang menghormat matahari terbit-untuk menaklukkan mereka. Sebelum meninggal pada 1256, Tuli sudah menguasai sebagian wilayah Irak. Hulagu tinggal melanjutkannya untuk menaklukkan Baghdad.
Damaskus, Yordania, Nablus dan Gaza dengan mudah dikuasai pasukan Hulagu. Mereka mengincar Mesir yang dikuasai kesultanan Mamluk. Panglima Kitbugha mengirim utusan ke Mesir yang meminta Sultan Qutuz menyerah. Utusan Qitbhuga malah dibunuh. Di 'Ain Jalut, Sultan Qutuz bersama panglima Baybars memimpin sendiri pasukannya bertempur melawan pasukan Hulagu. Untuk pertama kalinya, pasukan Mongol dapat ditaklukkan.
Kekuasaan Mongol dilanjutkan oleh anak cucu Hulagu, yang dikenal dengan sebutan dinasti Ilkhan. Abaga, anak Hulagu, memeluk Krtisten. Penggantinya, Ahmad Teguder (1282-1284) masuk Islam, namun dibunuh oleh Arghun, raja keempat yang bertindak kejam terhadap orang-orang Islam. Posisi umat Islam membaik di masa raja ke tujuh Ikhan, Mahmud Ghazan (1295-1304). Ia sempat menganut ajaran Budha sebelum beralih ke Islam.
Ghazan tertarik pada masalah peradaban. Ia membangun perguruan tinggi untuk mazhab Syafii serta Hanafi, observatorium, perpustakaan, bahkan juga padepokan atau semacam biara buat kaum sufi. Ia meninggal dalam usia 32 tahun, dan digantikan Muhammad Khudabanda Uljeitu (1304-1317), seorang penganut Syi'ah garis keras. Sultan terakhir dari Dinasti Ilkhan adalah Abu Sa'id (1317-1335). Kekuasaannya hancur setelah terjadi bencana kelaparan hebat akibat serangan badai dan hujan es. Kekuasaan pun terpecah belah, sampai kemudian dihancurkan oleh Timur Lenk, penakluk brutal lainnya yang juga keturunan Mongol.
Serbuan Jenghis Khan hingga Hulagu Khan benar-benar membuat masyarakat Islam harus membangun kehidupan baru dari tingkat yang paling dasar. Tidak ada lagi wujud peradaban yang tersisa dari wilayah Asia Tengah, Selatan hingga Timur Tengah. Syukurlah, Dinasti Mamluk mampu mempertahankan wiyah Mesir. Dari Mesirlah, kemudian peradaban Islam dibangun kembali.n
adapt from
http://zulfaqar.xtgem.com/files/Serbuan%20hulagu%20kahn
Langganan:
Postingan (Atom)