Tampilkan postingan dengan label biografi ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Rambu-Rambu Perayaan Maulid Nabi

Merayakan hari kelairan Rasulullah saw yang dalam tradisi kita sering disebut maulid/maulidan, merupakan amal kebajikan. Jika amal ini disetai dengan keihklasan dan niat yang lurus akan menjelma sebagai sebuah ibadah yang nilai pahalanya dijanjikan oleh Allah swt.
Maksud niat yang lurus adalah merayakan dengan penuh rasa kegembiraan dan kecintaan atas kelahiran Rasulullah saw. Sebagaimana keterangan Ibn Taimiyah yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:
يَقُوْلُ اِبْنُ تَيْمِيَّة قَدْ يُثَابُ بَعْضُ النَّاسِ عَلَي فِعْلِ الْمَوْلِدِ وَكَذَلِكَ مَا يُحْدِثُهُ بَعْض النَّاسِ إمَّا مُضَاهَاة لِلنَّصَارَى فِى مِيْلاَدِ عِيْسَى عليه السلام وَإمَّا مَحَبَّةٌ لِلنَّبي صلي الله عليه وسلم وَتَعْظِيْمًالَهُ وَالله قَدْ يُثِيْبُهُمْ عَلَى هَذِهِ الْمَحَبَّةِ وَالاجْتِهَادِ لاَ عَلَى  الْبِدَعِ.
Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399)
Sebagai amal yang baik tentunya perayaan maulid harus bersih dari hal-hal yang berbau negative, buruk dan dosa. Seperti tradisi yang telah berlaku di Nusantara ini maulidan biasa dilakukan secara bersama-sama dalam satu majlis. Biasanya dalam majlis tersebut akan dikumandangkan ayat al-Qur’an sebagai pembukaan lantas pembacaab maulid dhiba’, atau al-barzanji atau syaraful anam dan berbagai puji-pujian kepada Rasulullah saw yang lain.
Tidak hanya itu saja, malahan disebagian tempat ada ta’lim yang diisi oleh seorang muballigh yang berdawah menuturkan dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.
Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan ini sangat tergantung pada tradisi masing-masing daerah. Hanya saja standar yang harus ada dalam sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur’an, penuturan kisah Rasulullah saw dan tidak lupa hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah swt akan diutusnya Rasululla saw.
Hidangan ini juga menjadi ruang berbagi sedekah bagi mereka yang mampu. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan antar umat. Bentuk perayaan seperti inilah yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :
أنَّ أصْلَ عَمَلِ الْمَوْلدِ الَّذِى هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ. وَرِواَيَةُ الأخْبَارِ الوَارِدَة فِى مَبْدَءِ أمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا وَقَعَ فِى مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ ثُمَّ يَمُدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِى يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ.
"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi dan menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 )

Kamis, 08 November 2012

REFLEKSI HARI PAHLAWAN 2012 @SURABAYA

tanpa "RESOLUSI JIHAD NU",
tidak akan ada "NKRI" ataupun peristiwa 10 November (hari pahlawan).
karena 2 minggu sebelum itu, Bung Karno "sowan" kepada KH Hasyim Asy'ari minta fatwa ttg melawan penjajah, yang kemudian di jawab dengan "RESOLUSI JIHAD NU", yang kemudian isi "resolusi" tersebut disiarkan via radio oleh Bung Tomo unttuk membakar "semangat Joeang" arek-arek Surabaya, sehingga terjaadilah peristiwa 10 november di kawasan jembatan merah. dalam peperangan itu, 2 jenderal
inggris gugur karena melawan arek-arek surabaya.

cukup di sayangkan "RESOLUSI JIHAD NU 22 Oktober 1945" kurang mendapat tempat dalam panggung sejarah resmi bangsa Indonesia. dibalik itu, ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para santri dan kiyai dalam perjuangan kemerdekaan.hal ini diduga terkait dengan kebijakan rasionalisasi dan modernisasi TKR yang mengakibatkan terdepaknya para milisi dari TKR, akan tetapi para pejuang NU tetap setia dengan resolusi jihad NU membela NKRI.
meskipun demikian, mereka (para pejuang NU yaitu para santri dan kiayi) tidak pernah berpikir untuk melawan pemerintah yang sah apalagi memberontak, bahkan mereka rela berperang kembali dalam menghadapi agresi militer belanda tahun 1947 dan 1948.

untuk itu, mari kita ambil kembali semangat para pahlawan dengan meneruskan kembali perjuangan mereka dan mengisinya dengan menjadikan bangsa indonesia ini lebih baik dan lebih BERKARAKTER KEINDONESIAN tanpa meng-Copy-Paste budaya yang BUKAN karakter keindonesiaan serta mendoakan semua para pejuang indonesia terutama dari kaum santri dan kiayi yang telah gugur membela kemerdekaan indonesia (alfatihah.....), 

sebelum saya akhiri refleksi ini, saya ucapkan selamat kepada Ir. Soekarno (bung Karno) dan bung Hatta atas penganugrahan "pahlawan nasional" kepada mereka oleh presiden SBY kemaren (07 november 2012) di istana negara, yang di hadiri oleh ahli waris bung karno dan bung hatta.

untuk lebih menghayati bagaimana hubungan RESOLUSI JIHAD NU dengan peristiwa 10 NOVEMBER 1945 (hari pahlawan), silahkan klik link di bawah ini

http://www.youtube.com/watch?v=UsWEyxmiM6g&feature=endscreen&NR=1
cek juga di
http://www.youtube.com/watch?v=jblxZOYNLI4

Sabtu, 20 Oktober 2012

membaca qur'an di kuburan

Agama Islam menganjurkan untuk saling mendoakan sesama muslim, walaupun terhadap muslim yang telah meninggal dunia. Ini membuktikan bahwa persaudaraan antara muslim itu bersifat abadi, tidak hanya ketika hidup di dunia saja tetapi juga ketika salah satu diantara mereka telah meninggal. Bahkan persaudaraan itu akan berlanjut kelak di akhirat.Ulama ahli fiqih bersepakat, bahwa amalan orang yang masih hidup yang diperuntukkan kepada yang telah meninggal berpahala sama. Amalan itu tidak hanya sebatas doa, tetapi juga amalan-amalan lain yang bermanfaat bagi yang telah meninggal dunia. Seperti sedekah, membaca al-Qur’an, dan membayarkan qadha puasa.
Dalam kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dijelaskan ada dua pendapat mengenai hukum membaca al-Qur’an di kuburan. Madzhab Malikiyah menganggap hal itu makruh. Sedangkan mayoritas ulama mutaakhkhirin memperbolehkannya. Dan pendapat terakhir inilah yang berlaku di kalangan kaum muslimin sekarang.
Jika kita mau memperhatikan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib dari Nabi Muhammad saw. Sesungguhnya beliau telah bersabda: “barang siapa yang melewati kuburan dan membaca surat al-fatihah sebelas kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal, maka diberikan kepadanya pahal dengan hitungan orang yang telah meninggal tadi”.
Adapun hadits yang lebih spesifik menerangkan tentang membaca al-Qur’an di kuburan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang artinya:”barang siapa berziarah kepada kubur kedua orang tuanya atau salah satunya, kemudian ia membaca surat Yasin di pekuburan, dia telah diampuni dengan hitungan ayat atau huruf ayat tadi. Dan orang tersebut suda h dianggap berbuat baik kepada orang tuanya”.
Dalam kitab yang sama dijelaskan, Qadhi Abi Thayyib ketika ditanya tentang menghatami al-Qur’an di maqbarah (kuburan), menjawab bahwa pahalanya bagi orang yang membaca. Sedangkan mayit, seperti orang yang hadir, diharapkan mendapat barokah dan rahmat Allah swt.
Dengan demikian, jelaslah bahwa membaca al-Qur’an di pekuburan tidak dilarang oleh Agama Islam. bahkan, membaca al-Qur’an dengan pengetian tersebut disunnahkan.
Sumber: KH.MA. Sahal Mahfudh, Dialog Problematika Umat. Surabya: Khalista & LTN PBNU

Minggu, 02 September 2012

PENDIDIKAN KARAKTER : Implementasi Aswaja Nilai Pendidikan Karakter





Judul:
PENDIDIKAN KARAKTER : Implementasi  Aswaja Nilai Pendidikan Karakter
Penulis:
M. Mahbubi, S.Fil.I., M.Pd.I.
Penerbit:
Pustaka Ilmu Yogyakarta. Cetakan Pertama Agustus 2012

Deskripsi Umum:
buku ini mengupas tentang sejarah dan teori pendidikan karakter dan Ahlus Sunnah Wal-Jamaah khususnya versi Nahdlatul Ulama.serta SMP Khadijah Surabaya.
SMP Khadijah Surabaya adalah salah satu sekolah tingkat SMP Islam di Jawa Timur (Surabaya) bahkan bisa di katakan sebagai salah satu sekolah favorit di Indonesia.
SMP Khadijah secara Historis didirikan oleh PBNU dan PP Ma'arif NU melalui Yayasan Khadijah (YTPS  NU KHadijah), maka dari itu tak heran jika di sekolah itu sangat kental dengan nuansa Ke- Nahdlatul Ulama'an nya. selain itu di SMP tersebut memiliki kuota pendidikan agama (yaitu 12 jam seminggu) yang jauh lebih banyak dari pada SMP pada umumnya (yang hanya 2 jam seminggu). namun tidak mengurangi mata peljaran UMUM lainnya.
SMP Khadijah juga telah menerapkan PENDIDIKAN KARAKTER jauh sebelum pemerintah dengan kemendikbudnya menerapkan kurikulum pendidikan karakter,


DAFTAR ISI BUKU:

BAB  I : KARAKTER NU: Implementasi Aswaja Sebagai Nilai Pendidikan Karakter
              di SMP  Khadijah Surabaya...................................................................... 1
A.          Permasalahan ........................................................................................... 1
B.           Kerangka Teoritik .................................................................................... 4
C.           Metode Penelitian .................................................................................... 5

BAB  II : ASWAJA DAN PENDIDIKAN KARAKTER ................................. 12
  1. Konsep Aswaja ......................................................................................... 12
1. Aswaja Versi  NU .................................................................................. 15
2. Karakteristik Aswaja Versi NU.............................................................. 17
3. Tradisi Aswaja NU ............................................................................... 21
4. Pembelajaran Aswaja Di Sekolah NU ................................................... 22

  1. Konsep Pendidikan Karakter..................................................................... 26
1. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter.................................................. 31
2. Bentuk-Bentuk Pendidikan Karakter..................................................... 34
3. Metode Pendidikan Karakter................................................................. 35
4. Landasan Pendidikan Karakter.............................................................. 37
a. Landasan Filosofis .............................................................................. 37
b. Landasan Hukum ............................................................................... 40
c. Landasan Relgius ................................................................................ 41
  1. Sejarah Pendidikan Karakter .................................................................... 43
1. Pendidikan Karakter Masa Klasik.......................................................... 43
2. Pendidikan Karakter Masa Nabi Saw..................................................... 44
3. Pendidikan Karakter Abad 18  Hingga Kontemporer............................ 46
4. Pendidikan Karakter di Indonesia.......................................................... 48

BAB  III : SELAYANG PANDANG SMP KHADIJAH SURABAYA .......... 50
A.          Sejarah Ringkas Yayasan Khadijah........................................................ 50
B.           Visi dan Misi SMP Khadijah Surabaya ................................................. 53
C.           Struktur Organisasi, Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Khadijah
         Surabaya ................................................................................................ 55
D.          Jadwal KBM SMP Khadijah Surabaya ................................................. 58
E.           Sarana Dan Prasarana SMP Khadijah Surabaya .................................... 59
F.            Program Pendidikan SMP Khadijah Surabaya....................................... 67
G.          Kurikulum SMP Khadijah Surabaya ..................................................... 67
H.          Kondisi Siswa SMP Khadijah Surabaya ............................................... 70
I.             Karakteristik SMP Khadijah Surabaya .................................................. 73         

BAB  IV : IMPLEMENTASI ASWAJA ............................................................ 75
  1. Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Khadijah Surabaya .............. 75
1.    Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter ................................... 75
2.    Proses Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Khadijah ................ 78
a. Perencanaan Pembelajaran .................................................................. 79
1). Silabus .......................................................................................... 79
2). Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)................................ 80
3). Bahan/ Buku Ajar.......................................................................... 81
b. Pelaksanaan Pembelajaran .................................................................. 84
1). Pendahuluan.................................................................................. 84
2). Inti................................................................................................. 85
3). Penutup.......................................................................................... 88
3.    Desain Implementasi Pendidikan Karakter SMP Khadijah Surabaya .... 90
1). Pendidikan Karakter Berbasis Kelas ............................................ 90
2). Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah ........................................ 91
3). Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga ....................................... 92
4.    Penilaian Pendidikan Karakter di SMP Khadijah Surabaya................... 93
5.    Evaluasi dan Monitoring di SMP Khadijah Surabaya............................. 96
  1. Pengaruh Pembelajaran Aswaja Terhadap Karakter Murid SMP Khadijah
Surabaya ................................................................................................... 98
1.    Kondisi Karakter Murid SMP Khadijah Surabaya.................................. 98
2.    Factor-faktor Pembentuk Karakter Murid SMP Khadijah Surabaya ... 101
3.    Pembelajaran Aswaja dan Pesantren Kota di Lingkungan SMP Khadijah
Surabaya ............................................................................................... 103

BAB  V : PENUTUP ......................................................................................... 109
A.    Kesimpulan .................................................................................... 109
B.     Saran-Saran .................................................................................... 109

BIBLIOGRAFI .................................................................................................. 111



mau tau bagaimana penerapan atau implementasi pendidikan karakter melalui pelajaran Aswaja di SMP Khadijah Surabaya??????
silahkan baca buku ini, karena sangat bermanfaat bagi siapa saja yang konsen dengan dunia pendidikan terutama di bidang pendidikan karakter...

dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat, hanya RP 45.000 rupiah.....

dan dapatkan diskon menarik untuk pembelian ke penulis langsung.
hubungi penulis di: 
doel_gemmek@yahoo.com 
atau add 
https://www.facebook.com/muhammad.mahbubi
call/ sms ke: 085-630-630-77



Memadukan Ilmu dan Amal

Ilmu adalah karunia paling berharga yang diberikan Allah kepada manusia. Kemuliaan ilmu ini banyak ditegaskan oleh Al-Qur'an maupaun hadis Rasulullah SAW seperti hadis yang mewajibkan seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, atau keharusan menuntut ilmu dari sejak manusia dilahirkan hingga meninggal dunia (long life education).

Sedangkan ilmu tidak dapat dikatakan ilmu jika ia tidak dihubungkan dengan amal perbuatan manusia. Rasulullah SAW mengibaratkan hubungan ilmu dan amal ini dengan pohon dan buahnya. Jika ilmu adalah sebatang pohon maka amal adalah buahnya. Jika ilmu tidak disertai dengan amal kebajikan maka ilmu tersebut tidak banyak berguna laksana pohon yang tak berbuah.

Dalam kitab Ta`limul Muta`allim, Syekh az-Zarnuji,  menerangkan bahwa banyak sekali umat Islam di masanya yang mengalami kegagalan dalam menuntut ilmu. Kegegalan yang dimaksud bukanlah kegagalan lulus atau tidak lulus dalam ujian sekolah. Akan tetapi lebih jauh lagi merupakan kegagalan sebab tidak dapat menjadikan ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan kata lain, ilmu yang tidak dapat dipetik buahnya.

Menurut Syekh Zarnuji, kegagalan ini disebabkan oleh kekeliruan motivasi menuntut ilmu (niat), memilih disiplin ilmu, guru dan teman, kurangnya penghormatan terhadap guru dan orang yang berilmu, kemalasan dalam belajar, kurangnya ibadah dan rendahnya sikap tawakkal (berserah diri kepada Allah),  wara` (menjauhi makan barang haram), zuhud (melepaskan ketergantungan terhadap materi). Sementara seluruh hal di atas merupakan syarat-syarat dan jalan yang dibutuhkan oleh setiap pelajar dalam mencapai ilmu pengetahuan yang diridhai Allah SWT.

Dari syarat-syarat keberhasilan mendapatkan ilmu di atas, terlihat jelas bahwa sebenarnya pendidikan dalam Islam memberikan perpaduan yang indah antara ilmu dan amal. Bersendikan pada kesungguhan dalam mengasah potensi intelektual dan keikhlasan dalam beramal.

Barangsiapa yang berhasil memenuhi syarat-syarat dan benar dalam cara menuntut ilmu niscara mereka akan tercerahkan hati dan pikirannya. Mereka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri juga bagi masyarakt luas serta akan selalu berada di bawah petunjuk Allah SWT.

Sebaliknya mereka yang meninggalkan syarat-syarat yang diperlukan dalam menuntut ilmu dan belajar dengan jalan yang salah maka sudah dapat dipastikan mereka akan mengalami kegagalan dalam memadukan antara ilmu dan amal. Dalam dunia pendidikan Islam terdapat sebuah slogan yang sangat populer:

”Man zada ilman wa lam yazdad hudan lam yazdad minallahi illa bu`dan.” Artinya: Barangsiapa yang bertambah ilmunya akan tetapi tidak bertambah petunjuknya maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah.