Tampilkan postingan dengan label Moving Class. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moving Class. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

MOVING CLASS

Moving Class

1. DEFINISI MOVING CLASS

Dalam hal ini penulis mengartikan bahwa Moving Class atau Kelas Bergerak adalah salah satu teknis belajar dimana siswanya tidak mendiami kelas menetap. Setiap pergantian mata pelajaran siswanya harus berpindah-pindah tempat sedangkan gurunya mendiami ruang tertentu yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga dengan upaya ini mudah-mudahan proses belajar mengajar lebih bervariasi dan menyenangkan.

Agar proses belajar mengajar berhasil dengan melaksanakan sistem Moving Class maka seorang pengajar harus melaksanakan lima prinsip yaitu produktif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan ( PAKEM )

2. JENIS MOVING CLASS

Menurut pendapat penulis jenis moving class terdiri dari dua jenis yaitu :

1. Semi Moving Class.
Semi Moving Class adalah perpindahan ruangan khusus jam pelajaran dan mata pelajaran tertentu biasanya yang berhubungan dengan praktek misalnya mata pelajaran Penjas, Komputer, Mengetik, Produktif sedangkan mata pelajaran lain menggunakan kelas menetap.



2. Moving Class Murni
Dalam moving class murni setiap mata pelajaran memerlukan ruangan khusus sehingga setiap pergantian mata pelajaran siswa harus mencari ruangan yang telah ditentukan. Kebutuhan ruangan tergantung kepada jumlah jam pelajaran yang telah disusun dalam Kurikulum.

Manakah yang akan digunakan oleh sekolah ? Jawabannya tergantung kepada kebijakan, kemauan, atau keanggupan sekolah. Sebab dari dua jenis moving class tersebut terdapat kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Hal ini berdasarkan kepada pengalaman hasil dari pengamatan yang terjadi khususnya di SMK Negeri 2 Kota Sukabumi.


3. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MOVING CLASS.

Kelebihan Moving Class
Belajar tidak membosankan karena setiap pergantian jam harus pindah ke ruang kelas lain dimana suasana belajar dari ruang satu dengan ruang lain berbeda.
Setiap siswa dituntut untuk belajar lebih giat dan aktif karena kalau tidak aktif siswa akan ketinggalan pelajaran.
Guru berupaya untuk menghitung waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak bolos mengajar karena kalau guru berhalangan mengajar akan cepat terdeteksi.
Guru akan berupaya mengajar dengan menggunakan metode mengajar yang bervariasi.
Guru akan berupaya mendesain ruangan sesuai dengan karakter mata pelajaran sehingga siswa akan merasakan suasana belajar sesuai dengan mata pelajaran yang sedang diikutinya.
Mendidik para siswa untuk lebih disiplin dalam menggunakan waktu.
Pada saat jam kosong oleh siswa dapat digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas atau diisi oleh kegiatan yang bermanfaat misalnya bidang keagamaan, keterampilan dan lain-lain

Kelemahan Moving Class
Dalam perpindahan ruangan diperlukan waktu apalagi jika ruangan yang satu dengan ruangan lain berjauhan.
Biasanya terdapat siswa pada saat jam pertama ikut belajar tapi jam berikutnya tidak ikut belajar.
Kehadiran siswa dalam jam tertentu sulit diawasi apalagi jika seorang guru jarang mengabsen kehadiran siswanya.
Guru sulit mengenal siswanya di kelas karena siswa duduk di kursi yang dia inginkan dan tidak sesuai dengan denah duduk.
Jika guru dan siswa tidak disiplin dalam menggunakan waktu maka akan berakibat tersendatnya proses KBM bagi pelajaran lainnya.
4. TIPS UNTUK GURU DAN SISWA

Agar proses kegiatan belajar mengajar dengan sistem moving class berhasil dengan baik dan kelemahan dapat diminimalisir penulis akan memberikan tips sebagai berikut :

Disiplinlah dalam menggunakan waktu.
Laksanakanlah proses belajar mengajar dengan menggunakan metode mengajar yang bervariasi yang mengacu kepada lima prinsip yaitu produktif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan ( PAKEM ) sehingga siswa akan bergairah belajar.
Tumbuhkan sikap, minat dan perhatian untuk mengikuti pelajaran tanpa membeda-bedakan karakter guru dan mata pelajaran.
Biasakanlah mengecek kehadiran siswa sebelum pelajaran dimulai, jika terdapat siswa yang tidak hadir laporkan ke guru piket.
Koordinasilah antara guru dengan guru khususnya yang mengajar pada hari yang sama.
Isilah jam-jam kosong dengan kegiatan yang bermanfaat

Strategi Belajar Dengan Moving Class

Strategi Belajar Dengan Moving Class


Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi pendamping di kelas. Konsep Moving Classmengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Dengan moving class, pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meninggalkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran yang dijadwalkan, jadi siswa yang mendatangi pendamping, bukan sebaliknya. Keunggulan sistem ini adalah para siswa lebih punya waktu untuk bergerak, sehingga selalu segar untuk menerima pelajaran.
Sementara para pendamping, dapat menyiapkan materi terlebih dahulu. Kemampuan belajar setiap anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Anak-anak akan tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar yang didukung lingkungan yang dirancang secara cermat dengan menggunakan konsep yang jelas. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bereksplorasi, mencipta, berpikir kreatif, dan mengembangkan kemampuan lain yang dimiliki siswa, sekolah perlu menerapkan berbagai model pembelajaran yang dikelola dengan sistemMoving Class.
Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi pendamping di kelas. Konsep Moving Class mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan Moving Class, siswa akan belajar bervariasi dari satu kelas ke kelas lain.
Sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajarinya. Adapun tujuan penerapan moving class adalah:
1. Memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka macam gaya belajar baik visual, auditori, dan khususnya kinestetik untuk mengembangkan dirinya.
2. Menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran
3. Melatih kemandirian, kerjasama, dan kepedulian sosial siswa. Karena dalam moving classmereka akan bertemu dengan siswa lain bahkan dari jenjang yang berbeda setiap ada perpindahan kelas atau pergantian mata pelajaran.
4. Merangsang seluruh aspek perkembangan dan kecerdasan siswa (multiple intelegent)
5. Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran;
a. Proses pembelajaran melalui Moving Class akan lebih bermakna karena setiap ruang/laboratorium mata pelajaran dilengkapi dengan perangkat-perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Jadi setiap siswa yang akan masuk suatu ruang/laboratorium mata pelajaran sudah dikondisikan pemikirannya pada mata pelajaran tersebut.
b. Pendampping mata pelajaran dapat mengkondisikan ruang/laboratoriumnya sesuai dengan kebutuhan setiap pertemuan tanpa harus terganggu oleh mata pelajaran lain.
6. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Waktu Pembelajaran Pendamping mata pelajaran tetap berada di ruang/laboratorium mata pelajarannya, sehingga waktu pendamping mengajar tidak terganggu dengan hal-hal lain.
7. Meningkatkan Disiplin Siswa dan Pendamping
a. Pendamping akan dituntut datang tepat waktu, karena kunci setiap ruang/laboratorium dipegang oleh masing-masing Pendamping mata pelajaran.
b. Siswa ditekankan oleh setiap pendamping mata pelajaran untuk masuk tepat waktu pada pada saat pelajarannya.
8. Meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran yang diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari.
9. Meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan bersikap terbuka pada setiap mata pelajaran.
10. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Dalam segala kebijakan yang terkait dengan kondisi di dalam kelas, Pendamping mempunyai otoritas sesuai dengan yang menjadi kesepakatan dalam program pembelajaran. Moving classjuga dapat berdampak buruk bagi siswa, misalnya siswa akan tiba di kelas terlambat disesuaikan dengan alasan yang sangat riil apabila itu juga dilakukan oleh Pendamping sendiri. Pada dasarnya akan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik itu Kepala Sekolah, Pendamping mata pelajaran dan siswa sendiri. Kaitannya adalah diharapkan dengan adanya dukungan akan menciptakan iklim yang baik dalam sebuah unit kerja, dimana dilakukan pencegahan supaya tidak terjadi konflik-konflik yang pada akhirnya akan bermuara pada sebuah dendam.
NB : Pendamping = Guru

IMPLEMENTASI MOVING CLASS

Mengapa harus menggunakan sistem moving class?

moving
Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi guru di kelas. Konsep Moving Class mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Dengan Moving Class, siswa akan belajar bervariasi dari satu kelas ke kelas lain sesuai dengan bidang studi yang dipelajarinya
Sekolah kita, SMA N 1 Geger, dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sekolah yang  memenuhi Standar Nasional Pendidikan  dikategorikan Sekolah Kategori Mandiri. Jadi sekolah kita sekarang ini adalah sekolah rintisan menuju Kategori Mandiri (SKM).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh sekolah untuk melangkah menuju SKM. Syarat menjadi Sekolah Kategori Mandiri adalah sistem Satuan Kredit Semester (SKS) dan Moving Class. Moving class adalah langkah awal SMA N geger  menuju SKM. Moving class yang dimulai pada tahun ajaran 2008-2009.
Tujuan Moving Class
1. Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran;
a.   Proses pembelajaran melalui Moving Class akan lebih bermakna karena setiap ruang/laboratorium mata pelajaran dilengkapi dengan perangkat-perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Jadi setiap siswa yang akan masuk suatu ruang/laboratorium mata pelajaran sudah dikondisikan pemikirannya pada mata pelajaran tersebut.
b.    Guru mata pelajaran dapat mengkondisikan ruang/laboratoriumnya sesuai dengan kebutuhan setiap pertemuan tanpa harus terganggu oleh mata pelajaran lain.
2. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Waktu Pembelajaran
Guru mata pelajaran tetap berada di ruang/laboratorium mata pelajarannya, sehingga waktu guru mengajar tidak terganggu dengan hal-hal lain.
3. Meningkatkan Disiplin Siswa dan Guru
a.   Guru akan dituntut datang tepat waktu, karena kunci setiap ruang/laboratorium dipegang oleh masing-masing guru mata pelajaran.
b.   Siswa ditekankan oleh setiap guru mata pelajaran untuk masuk tepat waktu pada pada saat pelajarannya.
4. Meningkatkan keterampilan guru dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran yang diaplikasikan dalam  kehidupan siswa sehari-hari.
5.  Meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan bersikap terbuka pada setiap mata pelajaran.
6.  Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran yang dilakukan secara moving class maka perlu ditetapkan strategi pelaksanaannya. Pengorganisasian Pelaksana, tugas, kewajiban dan wewenang.

Strategi Pengelolaan Moving Class

1. Pengelolaan Perpindahan Peserta didik
  1. Peserta didik berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan
  2. Waktu perpindahan antar kelas adalah 5 menit.
  3. Peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan tempat duduknya sendiri
  4. Peserta didik perlu ditegaskan peraturan tentang penggunaan ruang dan tata tertib dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta konsekuen-sinya
  5. Bel tanda perpindahan suatu kegiatan pembelajaran dibunyikan pada saat pelajaran kurang 5 menit.
  6. Sebelum tersedia loker, peserta didik diperkenankan membawa tas masuk dalam ruang belajar. Kegiatan pembelajaran di Laboratorium dibuat peraturan tersendiri hasil kesepakatan guru dengan laboran
  7. Peserta didik diberi toleransi keterlambatan 10 menit, diluar waktu tersebut peserta didik tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melapor kepada guru piket atau Penanggung Jawab Akademik
  8. Keterlambatan berturut-turut lebih dari 3 (tiga) kali diadakan tindakan pembinaan yang dilakukan Penanggung Jawab akademik bersama dengan Guru Pembimbing.
2. Pengelolaan ruang belajar-Mengajar
  1. Guru diperkenankan untuk mengatur ruang belajar sesuai karakteristik mata pelajarannya
  2. Ruang belajar setidak-tidaknya memiliki sarana dan media pembelajaran yang sesuai, Jadwal Mengajar Guru, Tata Tertib Peserta didik dan Daftar Inventaris yang ditempel di dinding.
  3. Ruang belajar dapat dilengkapi dengan perpustakaan referensi dan sarana lainnya yang mendukung proses Pembelajaran
  4. Tiap rumpun Mata pelajaran telah disediakan prasarana multimedia. Penggunaan prasarana diatur oleh Penanggung Jawab Rumpun Mata Pelajaran
  5. Guru bertanggungjawab terhadap ruang belajar yang ditempatinya. Dengan demikian setiap guru memiliki kunci untuk ruang masing-masing.
3. Pengelolaan Administrasi Guru dan Peserta didik
  1. Guru berkewajiban mengisi daftar hadir peserta didik dan guru
  2. Guru membuat catatan-catan tentang kejadian-kejadian di kelas brerdasarkan format yang telah disediakan
  3. Guru mengisi laporan kemajuan belajar peserta didik, absensi peserta didik, keterlambatan peserta didik dan membuat rekapan sesuai format yang disediakan
  4. Guru membuat laporan terhadap hal-hal khusus yang memerlukan penanganan kepada Penanggung Jawab Akademik
  5. Guru membuat Jadwal topik/materi yang diajarkan kepada peserta didik yang ditempel di ruang belajar
4. Pengelolaan Remedial dan Pengayaan
  1. Remedial dan Pengayaan dilaksanakan diluar jam kegiatan Tatap Mu-ka dan Praktik.
  2. Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara TIM Teaching, dimana kolaboran dapat menjadi guru utama pada materi tertentu
  3. Kegiatan Remedial dan Pengayaan dapat menggunakan waktu dalam kegiatan Pembelajaran Tugas Terstruktur (25 menit) maupun Tak terstruktur ( 25 menit ) .
  4. Remedial dan Pengayaan dilaksanakan dalam waktu berbeda maupun secara bersamaan jika memungkinkan, misal : Guru utama memberi pengayaan, sedangkan kolaboran memberi remedial.
  5. Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan hasil analisis postest , ulangan harian dan ulangan mid semester.
5. Pengelolaan Penilaian
  1. Penilaian dilakukan untuk mengukur proses dan produk hasil pembelajaran
  2. Penilaian Proses dilakukan setiap saat untuk menilai kemajuan belajar peserta didik, sedangkan penilaian produk/hasil belajar dilakukan melalui ulangan harian, mid semester maupun ulangan semester.
  3. Penilaian meliputi Kognitif, Praktik dan Sikap yang disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan serta mengacu pada karakteristik mata pelajaran
  4. Hasil penilaian dimasukkan sesuai dengan format yang telah disediakan dalam bentuk file exel yang kemudian diserahkan kepada Penanggung Jawab Akademik
  5. Untuk memudahkan Pengelolaan hasil penilaian maka hasil-hasil penilaian harian yang telah dilaksanakan segera diserahkan kepada Penaggung Jawab Akademik agar dapat dimasukkan kedalam Pengelolaan SIM Sekolah oleh TIM TIK
  6. Tidak diadakan Remedial untuk ujian/ulangan semester. Remedial dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan Remedial dan Pengayaan.
  7. Guru mata pelajaran bertanggungjawab dan memiliki kewenangan penuh terhadap hasil penilaian terhadap mata pelajaran yang diampunya. Segala perubahan terhadap hasil penilaian hanya dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.
Masalah yang Akan Dihadapi di SMAN 1 Geger  saat moving class
1.  Kondisi kelas Belum Ditata Sempurna.
Sekolah kita ini masih jauh dari sempurna. Dalam moving class, seharusnya ruangan kelas lengkapi dengan berbagai sarana-prasarana belajar sesuai mata pelajaran terkait. Dan ruangan kelas, di desain dan di tata sesuai kebutuhan belajar. Sehingga murid bisa belajar dengan nyaman dan didukung dengan alat-alat yang dibutuhkan. Contohnya pada kelas Geografi dilengkapi dengan berbagai buku sumber, peta, globe, dll. Begitu juga dengan pelajaran-pelajaran lainnya.
2.  Sarana Belum Lengkap
Beberapa sarana yang dibutuhkan dalam moving class, belum tersedia. Salah satunya almari/rak tas. Karna sekolah kita berusaha seadanya dulu, sambil jalan nanti kita akan dibenahi kekurangan-kekurangannya.
3.   Sifat Malas
Bagi siswa yang hobi mbolos, moving class bisa menjadi sasaran empuk. Karna peluang untuk kabur dan melarikan diri sangatlah besar. Ini semua tergantung dari diri kita masing-masing. Kalau kita mbolos/kabur dari pelajaran, nanti yang rugi juga kita sendiri.
4.  Kebersihan Kelas
Selama ini kebersihan kelas sepenuhnya menjadi tangung jawab kelas dibawah kordinasi wali kelas, dengan moving class maka kebersihan menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran. Untuk menjaga kebersihan kelas bersama maka siswa yang menempati jam pertama dan atau jam terakhir untuk membersihkan kelas yang ditempati. Ada ide lain?
5.   Dan masih Banyak yang lain
Kelebihan dan kekurangan moving class sekarang ada di hadapan kita, karena kita sudah bersepakat untuk berani melangkah, akankah kita akan berjalan seadanya? Bila tidak kuncinya ada pada kita yaitu GURU