Sabtu, 24 November 2012

PENDIDIKAN KARAKTER DAN ASWAJA


PENDIDIKAN KARAKTER DAN ASWAJA
(Studi kasus di SMP Khadijah Surabaya)
Oleh: M. Mahbubi©
A.       Seputar Pendidikan Karakter dan SMP Khadijah surabaya
Hasil penelitian di Harvard University Amerika Serikat (dalam Ali Ibrahim Akbar, 2000) menunjukkan bahwa, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan ditentukan hanya sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Soft skill merupakan bagian keterampilan dari seseorang yang lebih bersifat pada kehalusan atau sensitivitas perasaan seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Mengingat soft skill lebih mengarah kepada keterampilan psikologis maka dampak yang diakibatkan lebih tidak kasat mata namun tetap bisa dirasakan. Akibat yang bisa dirasakan adalah perilaku sopan, disiplin, keteguhan hati, kemampuan kerja sama, membantu orang lain dan lainnya. Soft skill sangat berkaitan dengan karakter seseorang. 
Menyadari pentingnya karakter, dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan  di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah  sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian  peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter.
 Pendidikan karakter ialah sistem penanaman nilai-nilai karakter pada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai The deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development. Pungkasnya, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak atau pendidikan etika. Tujuannya untuk mengembangkan potensi murid untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari.[1]
Implementasinya butuh melibatkan berbagai komponen berupa isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelolaan perkuliahan, pengelolaan berbagai aktivitas murid, pemberdayaan sarana dan prasarana. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan etika mulia murid secara utuh, terpadu dan berimbang sesuai standar kompetensi lulusan.[2]
Di tahun 50an berdirilah Madrasah Muslimat NU Surabaya oleh KH Abdul Wahab Turcham. Beberapa tahun kemudian, Madrasah Muslimat NU berubah nama menjadi Yayasan Khadijah Surabaya.[3] Kaitannya dengan implementasi pendidikan karakter, penulis tertarik memotret lebih jauh tentang Karakter NU berupa implementasi Aswaja sebagai nilai pendidikan karakter di SMP Khadijah Surabaya.
SMP Khadijah Surabaya saat ini dalam proses Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Di sekolah ini, ideologi Aswaja dilestarikan dalam Kurikulum Muatan Lokal, seperti bacaan surat-surat pilihan (Yaasin, Waqi’ah, al-Mulk, dan sebagainya) secara tartil; serta  bacaan Mawlid (Diba’iyyah), tahlil, ziarah wali, dan sebagainya.[4]
Umumnya, Materi Pendidikan Agama di SMP lain hanya 2 jam mata pelajaran. Namun di SMP Khadijah Surabaya mendapatkan alokasi sebanyak 12 jam mata pelajaran per minggu, meliputi Bahasa Arab, Tarikh (Sejarah Islam), Fiqih, Tauhid, al-Qur’an, Hadis, dan Aswaja. Semua materi dimodifikasi sesuai dengan Kurikulum PBNU Bidang Pendidikan. Penanaman karakter Aswaja (NU) di SMP Khadijah Surabaya tidak hanya diberikan pada murid; semua guru dan karyawan juga menerapkannya. Implementasinya berupa Istighatsah bersama diakhir bulan bagi seluruh guru dan karyawan Yayasan Khadijah serta berbagai pelatihan.[5]
Karakter NU yang diajarkan melalui pembelajaran Aswaja berupa, 1). Murid mengucapkan salam dan berjabatan tangan kepada guru dengan mencium tangan, 2). Membaca tawasul dan “Raditu bi Allah” Diawal pelajaran secara serentak dan bersama-sama, 3) Membaca surat al-Asr dan Solawat Nabi diakhir pejalaran, 4). Jika terdapat karyawan SMP Khadijah Surabaya yang wafat, setelah sholat Dhuhur berjama’ah diadakan salat Ghaib, 5). Membaca wirid setelah salat berjamaah, kemudian ditutup dengan doa, 6). Tahlil dan istighashah dan sebagainya.
Melalui pendidikan karakter diharapkan murid SMP Khadijah Surabaya mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan etika mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter di sekolah mengarah pada pembentukan kultur sekolah (proses pembudayaan), yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktekkan. Kultur tersebut merupakan ciri khas, karakter dan pencitraan sekolah dimata masyarakat.[6]
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma dan nilai perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan. Dengan demikian, pembelajaran nilai karakter tidak hanya pada ranah kognitif, namun menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata. Aktivitas ekstrakurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media strategis untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik murid.[7] Melalui aktivitas ekstrakurikuler diharapkan dapat mengembangkan potensi, prestasi serta tanggung jawab sosial.

B.       Karakteristik Aswaja Versi N.U.
Karakteristik Aswaja ala NU ialah sama dengan karakteristik utama ajaran Islam, yaitu Tawasut (jalan tengah) yang dapat dilengkapi dengan I’tidal (jalan tegak), dan Tawazun (proporsional). Bukan sikap terlalu kompromistis, mencampuradukkan semua unsur (sinkretisme). Juga bukan mengucilkan diri, menolak pertemuan dengan segala macam unsur. Karakter Tawasut memang sudah menjadi ajaran Islam, bahwa segala kebaikan itu selalu berada diantara dua ujung Tatarruf  (extremism). Karakter, ciri utama dan prinsip ini memang sudah melekat pada Islam sejak berdirinya.[8]
Ada tiga karakter utama ajaran Ahl al-Sunnah Wa al-Jama’ah atau disebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan sahabatnya: Pertama, karakter Tawasut atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Kedua karakter Tawazun atau seimbang dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan dalil aqli (pikiran rasional) dan dalil naqli (al-Qur’an Hadis). Ketiga, I’tidal  yang bermakna tegak lurus. Selain ketiga prinsip ini, golongan Ahl al-Sunnah Wa al-Jama’ah juga mengamalkan sikap tasamuh (toleransi), yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. [9]
Meskipun meyakini bahwa jalan tengah ialah jalan yang benar, namun Aswaja  tidak mengajarkan penggunaan jalan puritan sebagai bagian untuk memperjuangkan keyakinan. Hal ini, karena Aswaja mengajarkan sikap tasamuh. Aswaja lebih mengedepankan prinsip toleran (tasamuh) dalam membaca realitas keagamaan dan aktualisasinya yang berbeda. Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah tidak pernah menampakkan wajahnya yang garang dalam perang pemikiran. Toleran tidak berarti kompromistis dan eksklusif, permisif dan oportunistik. Toleran ialah sikap terbuka terhadap perbedaan (inklusif). Sementara, perbedaan ditengah umat disikapi sebagai keniscayaan, sejauh perbedaan tersebut tetap berada pada koridornya. Perbedaan harus disikapi secara arif dengan mengedepankan musyawarah.

C.       Pesantren Kota: Karakteristik SMP Khadijah
Pendidikan Ahl al-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) dan ke-NU-an merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar, terarah dan berkesinambungan untuk memperkenalkan dan menanamkan paham keagamaan Aswaja dan ke-NU-an kepada peserta didik, agar mereka mengetahui, meyakini dan mengamalkannya dalam pengertian menjadikannya sebagai pedoman kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Aswaja dan Ke-NU-an dilakukan melalui aktivitas bimbingan, pengajaran, latihan, serta pengalaman belajar.
SMP Khadijah ialah Sekolah Islam yang berada di tengah kota Surabaya dan berbasis Nahdlatul Ulama’. SMP Khadijah sudah menempatkan dirinya sebagai sekolah berlatar belakang Nahdlatul Ulama’ telah menerapkan pendidikan karakter dengan Grand Design sebagai lembaga pendidikan berbasis Pesantren Kota yang bertumpu pada nilai-nilai Aswaja menurut Nahdlatul Ulama’ atau NU.
Gagasan Pesantren Kota yang dimaksud ialah menjadikan komunitas Khadijah sebagai kampung santri atau kampung Aswaja NU, yang indikatornya berupa munculnya aktivitas-aktivitas kajian agama yang intens dan terutama (sebagai ciri pesantren NU) ialah dikajinya kitab kuning, busana yang dipakai warga Khadijah ialah busana muslim (termasuk tamu yang masuk kompleks Khadijah) serta mempratekkan amaliyah para Wali/Kyai yang biasa dilaksanakan oleh Pesantren NU, seperti istighashah, tahlilan, yasinan, membaca shalawat Nabi, wiridan dan sebagainya. Juga aktifitas murid (santri) yang belajar qiro'ah, khitobah, diskusi, latihan musik shalawat, belajar kaligrafi dan sebagainya.
Implementasi penerapan konsep Pesantren Kota yang sudah berjalan, ialah diaplikasikan pada bentuk aktivitas pembiasaan harian, mingguan dan bulanan seperti berikut ini:
1.         Membaca al-Qur'an (Surat Yasin, al-Waqi’ah, al-Mulk, dan surat-surat pendek) pada setiap awal pelajaran selama 10 menit.
2.         Membaca do'a " Raditu bi Allah Rabba" dan seterusnya, di awal pelajaran.
3.         Membaca surat al-‘As}r setiap akhir pelajaran.
4.         Shalat Dhuhur berjama'ah dan sholat Rowatib setiap hari dengan protokoler yang lengkap.
5.         Membaca istigha>shah bersama setiap Hari Kamis Pertama setelah sholat dhuhur berjama'ah, membaca Tahlil pada Hari Kamis Kedua, membaca Surat Ya>sin pada Hari Kamis Ketiga, membaca Surat Waqi’ah pada Hari Kamis Keempat, dan membaca Surat ar-Rahma>n atau al-Mulk pada Hari Kamis Kelima.
6.         Membaca puji-pujian atau sholaawatan sebelum melaksanakan sholat berjama’ah.
7.         Membaca istighashah bersama setiap akhir bulan.
8.         Shalat Dhuha pada waktu-waktu tertentu.
9.         Membaca Diba' (Shalawat Nabi saw) secara berkala.
10.     Melaksanakan Sholat Ghaib berjama'ah setiap ada warga (murid, guru, wali murid yang meninggal) setelah Shalat Dhuhur berjama’ah.
11.     Kajian kitab Taqrib pada pelajaran Fiqih, kitab Aqidatul-‘Awam pada pelajaran Tauhid dan kajian kitab Hadits al-Arbain an-Nawawiyyah pada pelajaran Hadis.
12.     Kajian bahasa al-Qur'an/ Arab empat jam per minggu.
13.     Hafalan ayat-ayat penting pada pelajaran al-Qur'an.
14.     Latihan membaca al-Qur'an dengan tartil pada pelajaran al-Qur'an.
15.     Membaca sholawat nariyah pada hampir setiap hari.
16.     Pendidikan Ahl as-Sunnah Wa al-Jama’ah secara kurikuler.
17.     Peringatan hari-hari besar Islam seperti; Maulid Nabi dengan membaca Dibaiyyah, Isra' Mi'raj, Nisfu Sya'ban, Pondok Ramadhan, Halal bi Halal, Idhul Adha, dan Muharraman dengan acara hataman Qur’an dan yatiman.
18.     Khatmil Qur'an pada saat-saat tertentu.
19.     Himbauan puasa tasu'a dan asura.
20.     Pembinaan seni baca al-Qur'an dan kaligrafi untuk murid yang berminat.
21.     Total pelajaran agama 12 jam per minggu.
22.     Ziarah Wali secara rutin setiap tahunnya untuk kelas VIII.

Dari penjelasan di atas, dapat ditegaskan bahwa Format pendidikan karakter melalui pembelajaran Aswaja di SMP Khadijah Surabaya ialah memasukkan nilai-nilai pendidikan karakter yang bernuansa Tawasut, I’tidal, dan Tawazun (dogma inti dari asawaja) seperti yang telah ditetapkan oleh Yayasan Khadijah Surabaya melalui Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Karakter. Nilai-nilai tersebut dijadikan nilai-nilai inti yang harus diterapkan, sehingga terbentuk pembiasaan nilai-nilai aswaja di setiap mata pelajaran. Kemudian nilai-nilai tersebut dimasukkan dalam RPP setiap mata pelajaran. Dengan kata lain, nilai-nilai pendidikan karakter bernuansa aswaja tersebut menjadi ruh karakter  pada setiap mata pelajaran di SMP Khdijah Surabaya.
Demikianlah pemaparan singkat tentang pendidikan karakter dan Aswaja di SMP Khadijah Surabaya.


©  Makalah Sarasehan Guru “Membangun Format Pendidikan Karakter Berbasis Aswaja” oleh PC PERGUNU Kab. Pasuruan Pada hari Minggu (25 November 2012) di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.
[1] Masnur Muslich, Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan krisis Multidimensial (Jakarta: Bumi Aksara. 2011) hal. 36-37
[2] Dirjen Dikdasmen Kemendiknas. Pembinaan Pendidikan Karakter di SMP (Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemendiknas, 2010) 4-5.
[3] YTPS NU Khadijah. 50 Tahun SMP Khadijah Surabaya (Surabaya: YTPSNU Khadijah. 2004) 1
[4] Wari Zain. Kekhadijahan (Surabaya: YTPSNU Khadijah, tt) 9.
[5] M. Mahbubi. Pendidikan Karakter: Implementasi Aswaja Sebagai Nilai Pendidikan Karakter ( Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2012) 4
[6] Ibid, 42.
[7] Ibid. 40,
[8] Abdul Muhith Muzadi. NU: dalam Prespektif Sejarah dan Ajaran. (Surabaya: Khalista, 2007), hal. 148
[9] M. Mahbubi. Pendidikan Karakter....... 24-26

terumbu karang dan ikan hias air laut

Terumbu Karang beserta Ikan Laut

Akuarium laut memang sangat menakjubkan dan memukau mata para pecinta ikan hias maupun para khalayak umumnya. Keindahan tsb bisa bertahan lama di akuarium anda jika anda mengetahui standar-standar minimum yg harus dipenuhi dlm memelihara akuarium laut. Pada kesempatan ini, saya ingin memaparkan pengalaman saya dlm memelihara terumbu karang dan ikan laut kepada seluruh pembaca di forum www.o-fish.com , sebelum saya memaparkan pengalaman, saya ingin ucapkan banyak terima kasih kepada Bp “Webmaster” selaku pencipta forum ini, serta rekan-rekan lainnya yg telah membantu saya selama ini dlm memecahkan masalah dlm pemeliharaan terumbu karang dan ikan laut.

Seluruh isi artikel ini merupakan ringkasan singkat atas pengalaman pribadi penulis serta beberapa literatur yg pernah dibaca oleh penulis dalam rangka memelihara akuarium laut, seluruh cara yg dibahas telah diuji sendiri oleh penulis sendiri.

Sebelum anda membuat keputusan untuk memelihara ikan laut khususnya terumbu karang, hal-hal dibawah ini yg perlu anda perhatikan dlm mempersiapkan perencanaan keuangan ;

Akuarium
Akuarium sebagai wadah untuk menampung air laut anda, syarat minimum yg direkomendasikan para pakar dunia adalah 55 gallon (1 g = 3,78 Liter / 1 Liter = 0,254 gallon). Semakin besar akuarium yg anda miliki semakin bagus, namun untuk akuarium ukuran besar, investasi awalnya sangat besar serrta diiringi dengan kemudahan dlm pemeliharaan ikan laut dan terumbu karang untuk jangka panjang sedangkan akuarium kecil, investasi kecil serta diiringi dengan kesulitan dlm pemeliharaan ikan laut dan terumbu karang untuk jangka panjang. Panjang sebuah akuarium haruslah mempertimbangkan ukuran lampu yg dijual oleh pasaran, (ukuran bola lampu 20 watt berkisar 60 cm, sedangkan 36 watt berkisar 120 cm), Tinggi akuarium juga harus mempertimbangkan kedalaman substrat, secara garis besar minimal kedalaman substrat adalah 25 cm (lihat bagian substrat), semakin tinggi sebuah akuarium laut, investasi yg diperlukan jg semakin besar, khususnya dlm hal lampu (lighting), ketinggian air laut yg kurang dari 45 cm hanya memerlukan lampu fluorent 6500 K (menurut pakar < onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9kj0fl8MlLBrNP6Mb1jaJa4k51cfL_CZNKPGD1QhszE7z2aVg1eC2CSUP2OaAj_n7BrAXTbu13uFr_MaN8kZS9uCDmw4B8kOCCdV4yZtOFOmIZZAWK90Pqi2jApbeAj0nzP8GV5_IqX5x/s1600-h/n_ped_arus.jpg">us dibeli sebanyak 5 buah dengan beberapa contoh peletakan sebagai berikut (dilihat dari atas) ;


Inti dari peletakan power head adalah menciptakan arus yg mengalir secara tidak monoton yg menyebabkan hilangnya daerah dead spot (daerah yg tdk terkena arus), untuk kasus peletakan power head ini, anda bisa gunakan timer merek legrand atau lainnya utk menciptakan arus yg menggunakan system wavemaker (walaupun jauh berbeda, tapi ya bisa lha………). Untuk point ini, kreasi andalah yg menentukan berhasil atau tidak arus yg baik dlm akuarium. Untuk metode lainnya anda bisa cari di website yg ada spt “Surge Device”.

Alat Test

Alat test yg perlu anda beli adalah Amoniak (NH4,NH3), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3), Phospat (PO4), Ca (Calcium), Ph meter Digital, Kh (Alkalinity), Hydrometer (maaf kalau salah tulis) sedangkan yg optional : Sr (Strontium), I (Iodine), Mg (Magnesium).

Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu factor penting khususnya dlm pemeliharaan terumbu karang. Adapun aturan mainnya mnrt bbrp literature adalah low standard 2-3 watt/gallon, medium standard 4-6 watt/gallon, high standard 7-8 watt/gallon. Jadi bisa anda bayangkan berapa nilai investasi yg harus ditanam jika anda benar-benar pencinta pemelihara terumbu karang dlm akuarium laut ? Oleh karena hal tsb, sangatlah tdk mungkin (mnrt saya) utk kita ikuti mengingat keuangan kita yg kebanyakan bukan dari golongan atas (berkelimpahan uangnya), maka saya menyarankan anda menggunakan system kombinasi saja, yaitu perpaduan dari cahaya matahari baik langsung maupun tidak langsung disertai dengan pemakaian lampu fluorescent dengan syarat ketinggian air di akuarium tidak lebih dari 45 cm (mnrt literature < onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJHg5h89rziKG6do_UOzJIYyy2VluR9KmZ2fg04sz7VdckYNqeJe1Ctgyuba_iCyboLLSo77YcBVlsQuCefNmVmi_4vAcknD2d-LtMYCTF6_wDR5nrhtZsReJMJPKOF6Uekzm5NNBxi6pj/s1600-h/n_ped_susunan.jpg">





Pada lapisan pertama dan lapisan kedua, anda bisa kasih zat kimia seperti CaCO3 (Calcium Carbonate) dan

Magnesium Carbonate (MgCO3), dimana zat tsb pada masa jangka panjang akan mampu menghasilkan ion Ca dan Mg serta CO3 yg berguna bagi terumbu karang. Hanya saja hal tsb akan tercapai jika akuarium tsb telah berumur lebih dari 6 bulan bahkan tahunan. Mengenai ide ini, anda boleh ikutin atau tidak,tidak akan menimbulkan masalah.

Metode ini, beberapa orang akan menentang dimana ada pendapat mengatakan pada jangka panjang akan menimbulkan / melepaskan ion gas H2S yg bisa membahayakan terumbu karang (Pelepasan terjadi jika kadar oksigen rendah terutama pada malam hari)……….Hal tsb sebenarnya biasa diatasi dengan dua cara ;

Melalui pemasangan aerator pada malam hari, tapi cara ini kurang bagus krn percikan air dari Airstone akan mengenai lampu.

Menerapkan system RDP (Reverse Daylight Photosyntesis), metode ini paling oke. Cara kerjanya gampang, contoh : Akuarium utama diberi penyinaran dari jam 6 pagi sampai 6 sore, sedangkan 6 sore sampai 6 pagi, yg dikasih pencahayaan adalah akuarium refugium yg penuh dgn caulerpa. Adanya pencahayaan di malam hari pada akuarium refugium mengakibatkan caulerpa akan berfotosintesis, hasil fotosintesis inilah yg menyebabkan supply oksigen pada malam hari tetap tersedia,sehingga pH tdk drop pada malam hari dan subuh hari, Hal ini akan berakibat gas H2S tidak berhasil terurai di dlm akuarium

Sistem yg saya terapkan ini jauh lebih mudah ketimbang system UGF, maaf ya….menurut beberapa literature yg saya baca , system UGF sudah ketinggalan jaman, namun apapun bentuk system yg ada, semuanya terpulang pada pribadi kita masing-masing. Jadi silakan anda memilih jenis system apa yg anda inginkan.

Okay, balik ke topik setup…….

Pasir Laut bisa anda peroleh di Sumenep dgn harga Rp 15.000 perkarung, untuk ukuran 125 cm lebar 55 cm serta ketebalan pasir 10 cm, anda membutuhkan kurang lebih 4 karung pasir. Sedangkan pecahan koral cukup 2-3 karung saja dgn harga perkarung sekitar 20.000 perkarung. Utk Live rock dgn mutu bagus dikenakan harga Rp 5000 per kg, atau Rp 10.000 per bongkah.

Setelah susunan telah selesai anda susun sedemikian rupa dengan teknik seni yg anda miliki, maka anda sekarang dipersilakan memasuki air laut (Catatan : Live Rock tdk boleh dibiarkan terlalu lama di udara) ke akuarium utama dan akuarium refugium (Susunan boleh sama dgn susunan akuarium utama). Air laut yg djual di pasaran rata2 berkisar Rp 75 - Rp 200 per liter. Air yg telah diisi ke dlm akuarium haruslah disirkulasi minimal selama 1 bulan utk mendapatkan hasil yg memuaskan. Utk hasil yg lebih memuaskan, disirkulasi selama 6 bulan.

Proses sirkulasi minimal selama 1 bulan dimaksudkan agar terjadinya siklus nitrogen secara sempurna. Pada minggu pertama umumnya kadar amoniak akan meningkat, minggu kedua kadar amoniak akan menurun disertai dgn meningkatnya kadar nitrit,minggu ketiga kadar amoniak akan mendekati nol, kadar nitrit akan menurun namun kadar nitrat akan meningkat, pada minggu terakhir yaitu minggu keempat, kadar amoniak akan nol, kadar nitrit juga akan mendekati nol dan disertai dengan menurunnya kadar nitrat juga. Penurunan kadar nitrat akan terjadi jika anda menggunakan media live rock dan pengembang biakan jenis 2 rumputan. Rumput yg paling mudah tumbuh adalah rumput jenis caulerpa yg sering dikenal umum dengan nama rumput asem. Rumput asem mulai boleh ditaruh di akuarium pada minggu ketiga atau keempat.

Setelah proses sirkulasi selesai sekitar satu bulanan, anda boleh letakkan beberapa potong batu yg berisikan beberapa jenis caulerpa, bersamaan itu pula boleh anda taruh beberapa astrea snails. Pada masa ini, anda jangan terburu nafsu membeli ikan dan terumbu karang, menurut hemat saya jauh lebih baik setelah peletakan batu caulerpa dan astrea snails, anda biarkan dia tumbuh sampai anda lihat caulerpa tsb bertumbuh banyak, dan pada malam hari akuarium anda telah dipenuhi oleh amphipod dan cocopod serta ditandai banyaknya anak astrea snails. Nah, jika sudah pada tahap tsb barulah anda beli ikan dan terumbu karang sebanyak satu atau dua potong, seperti karang jenis zooantid, sarientas atau karang otak. Sedangkan ikan belilah ikan yg berguna bagi ekosistem adan seperti keling liris, keling bali dan kranjang bali serta udang pelet merah berliskan warna putih (udang dokter). Hal tersebut dipelihara hingga satu sampai dua bulan, dan jgn ada penambahan apa-apa lagi. Tunggu sampai berhasil baru anda coba spesias lain dan terumbu lain.

Setelah anda mengetaahui prinsip-prinsip dasar dari sebuah setup sangat dasar dari akuarium laut, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemeliharan. Pada tahap ini anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut ;

Salinity
Salinity yang diinginkan berkisar pada angka 1.023-1.025. Pada kebanyakan kasus umum, kadar salinity ini semakin lama akan semakin tinggi angkanya, dimana disebabkan karena banyaknya penguapan, nah untuk mengembalikan salinity ke angka normal, anda cukup menuangkan air tawar (bebas nitrat, nitrit, amoniak, silicate dan phospate (bagussnya air kemasan)). Proses penuangan air tawar ini harus dilakukan secara teratur dan perlahan-lahan, maksudnya janganlah anda menurunkan kadar salinitasnya terlalu drastis sekali misalkan dari 1.030 menjadi 1.025. Untuk menaikan kadar salinitas (kondisi yg sangat jarang terjadi-menurut saya), cukup anda menambahkan natrium klorida (bagusnya pakai yg analysis) secara bertahap jgn overdosis, terus dipantau dng menggunakan alat hydrometer yang akurat.

pH

pH yg diiinginkan berkisar pada angka sekitar 8.3-8.5, pH harus dijaga agar tidak terlalu besar variansnya dlm waktu satu hari. Pada kasus umum yg sering terjadi, pH mempunyai kecenderungan utk menurun angkanya, hal ini disebabkan karena buffernya yg tidak mencapai angka yg diinginkan dan kurangnya oksigen, serta hal2 lain yg tidak dpt saya jelaska. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan baking soda ataupun dgn meningkatkan kadar oksigen melalui aerator ataupun cara lain.

Dosis yg dipakai untuk baking soda adalah ½ sendok teh untuk 100 liter air laut. Apabila Phnya terlalu tinggi anda dpt menurunkan dgn menginjeksi gas carbon oksida, ataupun dgn bahan kimia (penggunaan bahan kimia utk kasus ini tidak akan dibahas karna efeknya yg kurang bagus).

Alkalinity (KH)
Alkalinity (Kh) yg diinginkan berkisar pada angkan 8 dKh – 12 dKh. Kejadian umum yg sering dialami adalah kecenderungan menurunnya angka Kh (buffernya pH), penurunan Kh akan mengakibatkan pH jg ikut turun (walaupun tidak selalu demikian), utk mengatasi kejadian tersebut maka anda dpt menggunakan baking soda seperti yg telah diuraikan pada point 2.

Zat aditif Ca, Mg, I, Sr

Dalam hal ini, sangat disarankan memiliki alat test Ca, Mg, I dan Sr. Namun mengingat harganya yg cukup menggiurkan alias mahal, maka anda cukup memberikan dosis sesuai dengan aturan yg telah diberikan. Pedoman dasar : Ca dan Mg diberikan setiap sebulan sekali, Iodine dan Strontium diberikan seminggu dua kali jika banyak terumbu karangnya, namun jika terumbu karangnya sedikit cukup seminggu sekali. Perlu diketahui oleh anda sekalian bahwa Calcium, Strontium, Iron serta Alkalinity dan pH yg angkanya tinggi (batas normal tertinggi) serta arus yg tidak monoton akan membuat coralline algae anda bertambah subur dan banyak.

Pemberantasan alge yg merugikan

Algae ada bermacam2 jenisnya dan yg saya utarakan adalah yg bersifat umum dan penanggulangannya

Merupakan cara-cara yg tidak dpt menyelesaikan masalah algae secara instan namun secara bertahap

Atau bersifat Preventif. Adapun cara-cara adalah sebagai berikut ;

• Protein Skimmer, akan menghilangkan spora / bibit algae baik yg merugikan maupun menguntungkan, protein skimmer sangat dianjurkan utk diterapkan pada akuarium laut, meskipun penulis sendiri tidak menggunakannya. Protein skimmer jg bisa menghilangkan zat2 kimia yg dibutuhkan koral, namun dgn adanya penambahan zat additive secara berkali, pemakaian protein skimmer tidak menjadi masalah. Dlm perlu diketahui, protein skimmer yg digunakan harusnya protein skimmer yg benar-benar efektif fungsinya. Disarankan buat sendiri untuk mendapatkan hasil terbaik.

• Carbon aktif, sangat bagus utk menghilangkan kekeruhan air laut karna DOCnya yg makin bertambah. DOC merupakan bahan nutrisi bagi algae. Namun, berhati-hatilah dalam pembelian carbon aktif, jgn sampai karbon aktifnya dari mutu yg tidak bagus yaitu yg bisa mengeluarkan phospate (pemicu algae). Cara pengetesannya yaitu dengan cara mengambil sample carbon aktif yg anda beli, kemudian taruhlah dlm gelas sample yg berisi air laut / tawar selama 45 menit, setelah itu anda test dengan alat test kits P04, jika hasil tesnya negatif, berarti carbon aktif tsb bebas phospate.

• Mahluk hidup. Beberapa jenis algae bisa dikendalikan dgn astrea Snail, Hermit Crab berlengan biru, Caulerpa spp, Botana, Kranjang bali, amphipod dan cocopod, dsbnya.

Pemberian pakan pada ikan dan terumbu karang

Ada baiknya pemberian pakan untuk ikan dan terumbu karang menggunakan prinsip LEBIH BAIK SEDIKIT DARIPA OVER DOSIS.

Hal yg telah saya utarakan diatas merupakan gambaran dasar dan umum utk anda-anda yg ingin mencoba memulai akuarium laut, perlu diketahui dasar yg saya gunakan adalah sistem natural, masih banyak lagi sistem lain yg bisa anda gunakan semuanya terpulang pada dana dan keinginan anda sendiri.
 
beberapa koleksi aquariumku saat ini..
nemo

Kamis, 08 November 2012

REFLEKSI HARI PAHLAWAN 2012 @SURABAYA

tanpa "RESOLUSI JIHAD NU",
tidak akan ada "NKRI" ataupun peristiwa 10 November (hari pahlawan).
karena 2 minggu sebelum itu, Bung Karno "sowan" kepada KH Hasyim Asy'ari minta fatwa ttg melawan penjajah, yang kemudian di jawab dengan "RESOLUSI JIHAD NU", yang kemudian isi "resolusi" tersebut disiarkan via radio oleh Bung Tomo unttuk membakar "semangat Joeang" arek-arek Surabaya, sehingga terjaadilah peristiwa 10 november di kawasan jembatan merah. dalam peperangan itu, 2 jenderal
inggris gugur karena melawan arek-arek surabaya.

cukup di sayangkan "RESOLUSI JIHAD NU 22 Oktober 1945" kurang mendapat tempat dalam panggung sejarah resmi bangsa Indonesia. dibalik itu, ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para santri dan kiyai dalam perjuangan kemerdekaan.hal ini diduga terkait dengan kebijakan rasionalisasi dan modernisasi TKR yang mengakibatkan terdepaknya para milisi dari TKR, akan tetapi para pejuang NU tetap setia dengan resolusi jihad NU membela NKRI.
meskipun demikian, mereka (para pejuang NU yaitu para santri dan kiayi) tidak pernah berpikir untuk melawan pemerintah yang sah apalagi memberontak, bahkan mereka rela berperang kembali dalam menghadapi agresi militer belanda tahun 1947 dan 1948.

untuk itu, mari kita ambil kembali semangat para pahlawan dengan meneruskan kembali perjuangan mereka dan mengisinya dengan menjadikan bangsa indonesia ini lebih baik dan lebih BERKARAKTER KEINDONESIAN tanpa meng-Copy-Paste budaya yang BUKAN karakter keindonesiaan serta mendoakan semua para pejuang indonesia terutama dari kaum santri dan kiayi yang telah gugur membela kemerdekaan indonesia (alfatihah.....), 

sebelum saya akhiri refleksi ini, saya ucapkan selamat kepada Ir. Soekarno (bung Karno) dan bung Hatta atas penganugrahan "pahlawan nasional" kepada mereka oleh presiden SBY kemaren (07 november 2012) di istana negara, yang di hadiri oleh ahli waris bung karno dan bung hatta.

untuk lebih menghayati bagaimana hubungan RESOLUSI JIHAD NU dengan peristiwa 10 NOVEMBER 1945 (hari pahlawan), silahkan klik link di bawah ini

http://www.youtube.com/watch?v=UsWEyxmiM6g&feature=endscreen&NR=1
cek juga di
http://www.youtube.com/watch?v=jblxZOYNLI4