Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam
Calon Mahasiswa Program Beasiswa S2 Angkatan III Tahun 2009
Direktorat Pendidikan Madrasah
Nomor : DJ/ /2009
Perguruan Tinggi
: IAIN Sunan Ampel Surabaya
Prodi
: Aqidah Akhlak
NO
NAMA
NOMOR PESERTA
1
9080662069
Teguh Mahameru Zainul H.
2
9080662031
Mohammad Fauzi, S.Ag
3
9080662127
Mohammad Rofiq, S.Ag
4
9080662148
Yusuf Suharto, S.Ag
5
9080662082
Afifah, S.Fil.I
6
9080662126
Nur Khozim, S.Pd
7
9080662056
Ardian Al Hidaya, S.Pd.I
8
9080662111
Ahmad Mirzaq Miftahul Huda, Lc
9
9080662120
Abdul Fatich, S.Fil.I
10
9080662079
Misnawi, S.Pd.I
11
9080662077
Ach. Rofiq, S.Th.I
12
9080662038
Haliyah, S.Pd
13
9080662051
M. Mahbubi, S.Fil.I
14
9080662045
Dra. Siti Lathifatus Sun'iyah
15
9080662041
Lailatul Maskhuroh, S.Th.I
16
9080662064
Hudi Efendi, S.Pd.I
17
9080662160
M. Zakaria
18
9080662094
Muhammad Ali Rohmad, S.Pd.I
19
9080662073
Nur Qori'ah Hasanah, S.Pd.I
20
9080662042
Thayyib Kartawi, S.Ag
semua tak sama.... apa yang ku lihat.... apa yang ku sentuh.... apa yang ku rasa... tak pernah sama....
Selasa, 08 September 2009
Sabtu, 25 Juli 2009
Jumat, 24 Juli 2009
Berbagai Kejadian di Akhirat
Kisah Gadis Bengkalis Dua Jam Mati Suri
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
(di adaptaasi dai Adi Sutrisno,Wartawan Riau Mandiri)
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin
(23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan
koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi
Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati
suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah
dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut
amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai
honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat
serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin,
di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV)
Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya
itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam
Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit
kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya
itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam
Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center
(MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan,
dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah
tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah lama, kondisi anak
sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman
sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan
kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat
melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara
perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)
Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu
Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat
kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian
beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa
dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat
menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu
kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam
ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak
yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini
berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina
dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam
kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya
dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut
dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit,
kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"
tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan
orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di
tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke
suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu
dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama
Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu
denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria
muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan
berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina
tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian,
kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda
tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka
karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55
tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud
kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata
memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh
Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di
dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini,
memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut
rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi
membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita
memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami
dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah
tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan
1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya
sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat
empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan
dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok
wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia
bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah
roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita
tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red)
dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di
akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian
compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul
besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina
bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa
hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang
disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan
dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang
tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan
menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut
sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan
kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang
tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan
lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya.
Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri
orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau
sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka
membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama
di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan
berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat
pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya,
hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama
hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang
tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu
kepada orang lain. (bersambung)
Kisah Gadis Bengkalis Dua Jam Mati Suri (2-Habis)
Sosok Bayangan Putih Kejutkan Crew TV
Adi Sutrisno
Wartawan Riau Mandiri
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib
yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh
masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang
Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan
tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut
lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan
Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan
kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa
melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking
gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua
malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan
tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian
sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara
tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba
waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah
dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih
sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk
berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi
sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10
jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke
tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi
cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat
cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan
membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika
melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan
amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian
disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita
itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara
azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun
bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu
untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat,
roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40
hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi
di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi
Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu
bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi
makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali
diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya
'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian
mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan
sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari
balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah
ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu,
pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka
seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan
kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut
adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada
malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut
menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda
adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari
Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena
selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat
tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya
berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam
perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat
manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah
lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa
minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan
lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta
dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina
dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa
memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran
30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian
membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat
kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina
berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang
sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian
tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada
dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta
oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang
dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran
zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh
pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina
mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat
kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu,
Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio
Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak
mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun
anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap
dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya
bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan
orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini
diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda,
ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa
sosok tersebut merupakan jin.
Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang
Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan,
selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan
kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini
banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan
hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat
ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya,
"Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat
tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang
paman menutup kisah tersebut. ***
Diperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat
(di adaptaasi dai Adi Sutrisno,Wartawan Riau Mandiri)
Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin
(23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan
koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi
Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati
suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah
dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut
amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai
honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat
serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin,
di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV)
Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya
itu.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam
Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit
kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya
itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam
Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center
(MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan,
dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah
tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Namun pada Sabtu (26/8) tengah lama, kondisi anak
sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman
sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan
kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.
Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat
melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara
perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)
Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu
Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat
kosong atau berupa garis lurus.
Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian
beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa
dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat
menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu
kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam
ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak
yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini
berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina
dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam
kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.
Bertemu Sang Ayah
Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya
dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut
dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit,
kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,"
tuturnya.
Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan
orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di
tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke
suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu
dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama
Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu
denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya.
Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria
muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan
berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina
tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian,
kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda
tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka
karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55
tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud
kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata
memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh
Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di
dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini,
memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut
rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi
membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita
memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami
dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah
tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan
1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya
sama.
Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat
empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan
dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok
wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia
bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah
roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita
tersebut.
Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red)
dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di
akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian
compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.
Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul
besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina
bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa
hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.
Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang
disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan
dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang
tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan
menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut
sahadat.
Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan
kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang
tersebut suka menodong dan memeras orang lain.
Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan
lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya.
Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri
orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau
sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka
membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama
di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan
berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat
pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya,
hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama
hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang
tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu
kepada orang lain. (bersambung)
Kisah Gadis Bengkalis Dua Jam Mati Suri (2-Habis)
Sosok Bayangan Putih Kejutkan Crew TV
Adi Sutrisno
Wartawan Riau Mandiri
Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib
yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh
masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang
Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan
tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut
lanjutan kisah 'perjalanan ghaib' yang dituturkan
Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.
Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan
kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa
melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking
gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua
malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan
tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian
sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara
tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba
waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah
dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih
sebanyak 99 butir.
Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk
berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi
sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10
jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke
tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi
cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat
cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan
membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'.
Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika
melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan
amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian
disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita
itu menjadi terang benderang.
Nabi Muhammad
Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara
azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun
bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu
untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat,
roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40
hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi
di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi
Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu
bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi
makan fakir miskin.
Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali
diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya
'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian
mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan
sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari
balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah
ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu,
pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka
seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan
kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut
adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada
malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut
menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.
Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda
adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari
Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena
selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat
tantangan.
Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya
berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam
perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat
manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah
lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa
minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan
lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta
dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Aslina
dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa
memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran
30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian
membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat
kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina
berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang
sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian
tersebut.
Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada
dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta
oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang
dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran
zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh
pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina
mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.
"Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.
Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.
Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
Kejadian Aneh
Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat
kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu,
Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio
Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak
mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun
anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap
dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya
bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan
orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini
diabadikan pengunjung dan krew SJTV.
Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda,
ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa
sosok tersebut merupakan jin.
Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang
Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan,
selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan
kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini
banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan
hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat
ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya,
"Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat
tahajud dan membaca Al Quran setiap hari," kata sang
paman menutup kisah tersebut. ***
Karpet Makam "Nabi Muhammad" Terjual Rp 82,5 Miliar
Sebuah karpet yang didesain untuk menghias makam Nabi Muhammad di Madinah terjual 5,4585 juta dollar AS atau seharga Rp 82,5 miliar dalam sebuah lelang di Qatar.
Tidak hanya nilai sejarah yang membuat karpet tersebut bernilai tinggi. Karpet yang sudah berusia 150 tahun itu juga dihiasi ratusan batu-batuan mahal seperti intan, safir, rubi, dan emerald.
Karpet itu dikenal dengan nama Karpet Mutiara dari Baroda (Pearl Carpet of Baroda) karena banyaknya mutiara yang dipakai untuk menghiasnya. Diperkirakan ada dua juta buah batu mutiara yang digunakan yang diambil dari perairan Teluk Persia.
Selama ini, karpet yang dibuat tahun 1860-an tersebut dikenal sebagai hadiah dari Maharaja Baroda dari India untuk dipasang di makam Nabi Muhammad. Namun, karpet tersebut tidak jadi dibawa ke Saudi Arabia karena sang raja keburu meninggal dan akhirnya disimpan keluarga raja.
Karpet tersebut sempat dipamerkan dalam Delhi Exhibition pada tahun 1902. Kemudian disimpan di Monaco. Pada tahun 1985, karpet itu juga sempat dipamerkan di New York.
Balai lelang Sotheby’s selaku penyelenggara lelang sebenarnya berharap karpet tersebut dapat terjual minimal 20 juta dollar AS. Namun, penawaran perdana 5,5 juta dollar AS tak menarik minat pelelang.
Lelang Kamis (19/3) kemarin akhirnya dibuka dengan 4,5 juta dollar AS diikuti tiga penawar. Penawaran tertinggi berhenti pada angka 5,4585 juta dollar AS termasuk komisis dan biaya lelang. Namun Shoteby belum bersedia mengumumkan siapa pemenang lelang tersebut.
Dengan banyaknya batu-batuan mahal yang menghiasnya, karpet
Tidak hanya nilai sejarah yang membuat karpet tersebut bernilai tinggi. Karpet yang sudah berusia 150 tahun itu juga dihiasi ratusan batu-batuan mahal seperti intan, safir, rubi, dan emerald.
Karpet itu dikenal dengan nama Karpet Mutiara dari Baroda (Pearl Carpet of Baroda) karena banyaknya mutiara yang dipakai untuk menghiasnya. Diperkirakan ada dua juta buah batu mutiara yang digunakan yang diambil dari perairan Teluk Persia.
Selama ini, karpet yang dibuat tahun 1860-an tersebut dikenal sebagai hadiah dari Maharaja Baroda dari India untuk dipasang di makam Nabi Muhammad. Namun, karpet tersebut tidak jadi dibawa ke Saudi Arabia karena sang raja keburu meninggal dan akhirnya disimpan keluarga raja.
Karpet tersebut sempat dipamerkan dalam Delhi Exhibition pada tahun 1902. Kemudian disimpan di Monaco. Pada tahun 1985, karpet itu juga sempat dipamerkan di New York.
Balai lelang Sotheby’s selaku penyelenggara lelang sebenarnya berharap karpet tersebut dapat terjual minimal 20 juta dollar AS. Namun, penawaran perdana 5,5 juta dollar AS tak menarik minat pelelang.
Lelang Kamis (19/3) kemarin akhirnya dibuka dengan 4,5 juta dollar AS diikuti tiga penawar. Penawaran tertinggi berhenti pada angka 5,4585 juta dollar AS termasuk komisis dan biaya lelang. Namun Shoteby belum bersedia mengumumkan siapa pemenang lelang tersebut.
Dengan banyaknya batu-batuan mahal yang menghiasnya, karpet
Mengapa Nabi Muhammad Isra' Mi'raj?
Mengapa Nabi Muhammad Isra' Mi'raj?
Sampai saat ini pemahaman tentang Isra' Mi'raj masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar. Satu pihak menganggap peristiwa isra' Mi'raj hanyalah sekedar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dengan segala keajaiban dan kemustahilan dalam dimensi manusia ( Baca: ISRA' MI'RAJ: Mu'jizat, Salah Tafsir, dan Makna Pentingnya dan Di manakah Tujuh Langit Itu?). Pandangan lain memahami peristiwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa yang dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa di alam nyata (baca: Isra' Mi'raj, Einstein dan Kebenaran Firman Illahi). Penjelasan tentang peristiwa Isra' Mi'raj hanya ada 1 ayat dalam Al Qur'an yaitu di dalam QS. Al-Isra':1 : "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Dan didukung ayat penjelas tentang Isra' Mi'raj dalam QS. An-Najm:13-18: "Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." Ada beberapa hadits yang berkaitan dengan Isra' Mi'raj tetapi keshahihannya masih perlu diteliti lebih lanjut karena ada kisah Israiliat yang tercampur didalamnya. Bila bertanya kapan Isra' Mi'raj terjadi? Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang kepastian terjadinya malam isra mi'raj ini tidak disebutkan dalam hadits-hadits shahih, tidak ada yang menyebutkan bahwa itu pada bulan Rajab dan tidak pula pada bulan lainnya. Semua yang memastikannya tidak benar berasal dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian menurut para ahli ilmu hadits. Allah mempunyai hikmah tertentu dengan menjadikan manusia lupa akan kepastian tanggal kejadiannya. Kemudian ada pertanyaan mendasar yang perlu dipertanyakan: Mengapa Nabi Muhammad Isra' Mi'raj? Apakah untuk menerima perintah sholat 5 waktu? Bukankah di dalam Al Qur'an sudah dijelaskan dalam banyak ayat tentang perintah sholat 5 waktu dan tata caranya? Mengapa Nabi Muhammad harus terbang ke langit? Menjawab pertanyaan tersebut tidak bisa serta merta dipotong hanya dengan jawaban dogmatis. Justru dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dilakukan dekonstruksi pemahaman tentang Isra' Mi'raj dengan menyusun ulang rangkaian ayat Al Qur'an dan hadits shoheh. Perlu beberapa ahli dibidangnya meliputi berbagai ilmu mulai dari ulama Al Qur'an, ahli hadits, ahli astronomi dan ahli fisika. Berdasarkan dekonstruksi tersebut akan diperoleh benang merah bahwa Isra' Mi;raj adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad yang benar-benar nyata ada di dunia ini, bukan sekedar mimpi atau pengalaman spiritual belaka. Hasil penyusunan ulang tafsir tentang Isra' Mi'raj secara lebih luas akan lebih memberikan pencerahan bahwa Al Qu'an menjelaskan dalam banyak ayat tentang penciptaan alam semesta, alam semesta, planet-planet, dabbah (makhluk hidup) yang tersebar di bumi dan antariksa, peredaran benda-benda angkasa yang teratur adalah peristiwa yang ditunjukkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung dengan Isra' Mi'raj. Pemahaman ayat-ayat yang berkaitan dengan hal tersebut niscaya akan lebih mudah ketika Nabi Muhammad SAW ditunjukkan secara langsung dengan Isra' Mi'raj, perjalanan pulang pergi dari planet bumi ke Sidratul Muntaha dengan kecepatan terbang malaikat yang 50 kali lebih cepat dari cahaya. Wallahu alam bishawab
Sampai saat ini pemahaman tentang Isra' Mi'raj masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar. Satu pihak menganggap peristiwa isra' Mi'raj hanyalah sekedar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dengan segala keajaiban dan kemustahilan dalam dimensi manusia ( Baca: ISRA' MI'RAJ: Mu'jizat, Salah Tafsir, dan Makna Pentingnya dan Di manakah Tujuh Langit Itu?). Pandangan lain memahami peristiwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa yang dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa di alam nyata (baca: Isra' Mi'raj, Einstein dan Kebenaran Firman Illahi). Penjelasan tentang peristiwa Isra' Mi'raj hanya ada 1 ayat dalam Al Qur'an yaitu di dalam QS. Al-Isra':1 : "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Dan didukung ayat penjelas tentang Isra' Mi'raj dalam QS. An-Najm:13-18: "Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." Ada beberapa hadits yang berkaitan dengan Isra' Mi'raj tetapi keshahihannya masih perlu diteliti lebih lanjut karena ada kisah Israiliat yang tercampur didalamnya. Bila bertanya kapan Isra' Mi'raj terjadi? Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang kepastian terjadinya malam isra mi'raj ini tidak disebutkan dalam hadits-hadits shahih, tidak ada yang menyebutkan bahwa itu pada bulan Rajab dan tidak pula pada bulan lainnya. Semua yang memastikannya tidak benar berasal dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian menurut para ahli ilmu hadits. Allah mempunyai hikmah tertentu dengan menjadikan manusia lupa akan kepastian tanggal kejadiannya. Kemudian ada pertanyaan mendasar yang perlu dipertanyakan: Mengapa Nabi Muhammad Isra' Mi'raj? Apakah untuk menerima perintah sholat 5 waktu? Bukankah di dalam Al Qur'an sudah dijelaskan dalam banyak ayat tentang perintah sholat 5 waktu dan tata caranya? Mengapa Nabi Muhammad harus terbang ke langit? Menjawab pertanyaan tersebut tidak bisa serta merta dipotong hanya dengan jawaban dogmatis. Justru dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dilakukan dekonstruksi pemahaman tentang Isra' Mi'raj dengan menyusun ulang rangkaian ayat Al Qur'an dan hadits shoheh. Perlu beberapa ahli dibidangnya meliputi berbagai ilmu mulai dari ulama Al Qur'an, ahli hadits, ahli astronomi dan ahli fisika. Berdasarkan dekonstruksi tersebut akan diperoleh benang merah bahwa Isra' Mi;raj adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad yang benar-benar nyata ada di dunia ini, bukan sekedar mimpi atau pengalaman spiritual belaka. Hasil penyusunan ulang tafsir tentang Isra' Mi'raj secara lebih luas akan lebih memberikan pencerahan bahwa Al Qu'an menjelaskan dalam banyak ayat tentang penciptaan alam semesta, alam semesta, planet-planet, dabbah (makhluk hidup) yang tersebar di bumi dan antariksa, peredaran benda-benda angkasa yang teratur adalah peristiwa yang ditunjukkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung dengan Isra' Mi'raj. Pemahaman ayat-ayat yang berkaitan dengan hal tersebut niscaya akan lebih mudah ketika Nabi Muhammad SAW ditunjukkan secara langsung dengan Isra' Mi'raj, perjalanan pulang pergi dari planet bumi ke Sidratul Muntaha dengan kecepatan terbang malaikat yang 50 kali lebih cepat dari cahaya. Wallahu alam bishawab
Langganan:
Postingan (Atom)

