semua tak sama.... apa yang ku lihat.... apa yang ku sentuh.... apa yang ku rasa... tak pernah sama....
Sabtu, 01 Mei 2010
seberapa banyak pulsamu untuk menelpon tuhanmu?
ketika kita berdo`a kepada tuhan, dan do`a anda tidak di kabulkan, maka anda berkata "tuhan tidak adil", "tuhan tidak mau mendengar do`aku","tuhan tidak pernah mau tau urusan dan kebutuhanku".
marilah kita tengok paradigma beribadah kita selama ini......
ketika kita berdo`a kepada tuhan, apakah kita sudah menyebutkan keinginan kita dengan jelas dan gamblang dalam doa yang kita panjatkan tersebut???????
biasanya (temasuk saya) apabila berdoa selalu mengungkapkan doa tersebut secara global. contohnya; " ya allah berikanlah jodoh buat saya" "ya allah berikanlah kemudahan bagi hamba untuk mencari kerja" ya allah berikanlah saya rumah atau mobil"
dalam do`a tersebut sebenarnya ada yang salah sedikit, karena ketika tuhan mendengar do`a kita, maka tuhan bingung yang akan mengabulkannya, "sebenarnya hambaku ini minta jodoh,rumah,mobil dan kerjaan yang seperti apa?"
di kasih jodoh yang memiliki rupa di bawah standart, e...... marah-marah.
di kasih kerjaan yang berat dan tidak sesuai dengan bakat dan minatnya, e..... marah-marah.
di kasih rumah dengan tipe RSSS (rumah sangat sederhana sekali),e...... marah-marah.
di kasih mobil butut, e...... marah-marah.
maka dari itu kalau berdo`a kita harus yang jelas dan gamblang.
contoh kita minta jodoh, maka doa yang cocok adalah "ya tuhanku, berilah aku jodoh seperti asmirandah yang cantik,berkulit putih itu, dan memiliki iman yang kuat serta sholehah dll.
contoh lain, apabila kita meminta mobil, maka dalam do`a kita harus kita sebutkan komplet dengan merk mobil tersebut, jenisnya, tipenya, warna catnya, keluaran tahun brapa?
itulah bentuk do`a yang seharusnya di ucaokan oleh semua para pendo`a......
namun selain kita harus jelas dalam mengucapkan do`a kita kepada tuhan,kita sebaiknya di ikuti dengan sedekah.karena sedekah itu laksana pulsa yang ada di dalam hape kita untuk menghubungi tuhan. sekarang pertanyaan saya adalah: apabila di hape kita sisa pulsanya rp. 500 atau seribu rupiah, apakah bisa untuk menelpon orang lain untuk menjelaskan kebutuhan kita secara gamblang dan mendetail???????
begitu pula dengan sedekah kita, apabila kita hanya bersedekah hanya 500/1000 rupiah(itupun setiap jum`at, itupun juga kalau kita mengisi kotak amal di tempat jumatan) jarang-jarang.pernahkan kita menghitung ada berapa banyak keinginan atau do`a kita dalam sehari semalam? apakah cukup pulsa kita untuk menghubungi tuhan?
lewat blog ini saya mengajak semua orang yang membaca blog ini, ayoooo kita perbanyak (secara quantity maupun quality) sedekah kita, kapanpun dan dimanapun kita berada....
karena sedekah laksana pulsa hape kita untuk menghubungi tuhan......
semakin banyak sedekah kta,semakin banyak pulsa kita untuk menelpon tuhan, semakin lama juga kita curhat, mengadu dan memohon kepada tuhan....
bersedekahlah wahai saudaraku....
Sabtu, 24 April 2010
INGA`..... INGA`...
9 jenis anak setan
Assalamualaikum wbt,
Simpanlah baik2 ALAMAT BLOG ini dan sebarkan pada rakan2 anda sebagai peringatan kita setiap hari dimana syaitan2 kurang ajar ini mengganggu hidup harian yang mungkin selama ini kita tidar sedar hasutan mereka. Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah .
Umar al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan :
1. Zalituun
Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.
2. Wathiin
Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.
3. A'awan
Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama.
4. Haffaf
Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, kelab mlm & tempat yg ada minuman keras).
5. Murrah
Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yg sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc.
6. Masuud
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa sahaja penyakit yg mula dari kata-kata mulut.
7. Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH...)
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).
8. Walahaan
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yg lain.
9. Lakhuus
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari. Dan yang terakhir ni yang paling teruk! (SCROLL DI BAWAH)
10. Isetan.
Sebuah pasaraya yg terkemuka di seluruh duniawi. terdapat di sekitar Lembah klang, singapore, Beijing &..... Kebaikan: Memberi potongan harga pada Karnival jualan
Keburukan: Melalaikan manusia bershopping sehingga lupa waktu sembahyang dan lupe yg lakinya dah tunggu kat kereta. Pesanan ; Shopping tu agak2 sikit, jangan sampai berlebih2an pulak. Membazir itulah
sebenarnya amalan Syaitan
11. Hindusetan
Nie mereka2 yg menonton criter hindustan, sampai masuk waktu sembahyang, maseh menyonggol depan tv.....kapala keluar tanduk, tak sedar.......jadi lah hindusetan!!!
RESEP OBAT HATI AGAR SELALU HIDUP
4 PERKARA SEBELUM TIDUR
> ( Tafsir Haqqi )
>
> Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : > “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
>
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....
>
> “Bertanya Aisyah :
> “Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara > seketika?”
>
> Rasul tersenyum dan bersabda : > “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau > mengkhatamkan Al Qur’an.
>
> Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan
> memberi syafaat di hari kiamat.
>
> Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
>
> Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
> seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”
Sekian untuk ingatan kita bersama.
* Kalau rajin..Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.
Senin, 29 Maret 2010
DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG
Hari per-1, tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara
tv selesai
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan
terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan
lancarnya aku menceritakan
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke Selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping
kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at
kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan
betapa nikmat,
serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
& ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud
kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau
¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku
Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku.....
Amin....
Rabu, 17 Maret 2010
Dr. Abdul Kadir Riyadi, MA, Lc
saat ini beliau mengampu mata kuliah AKHLAK: isu-isu modern dan kontemporer.
Dr. Abdul Kadir Riyadi, MA., lahir di Rembang 13 Agustus 1970. Pernah nyantri di Pondok Modern Gontor Ponorogo, tamat 1990. Melanjutkan ke Universitas Al-Azhar, Kairo Jurusan Hukum Islam, lulus 1995. Memperoleh predikat Magister dari University of Cape Town, Afrika Selatan Jurusan Sosiologi Agama, tamat 1999, dengan judul tesis ‘Identity on The Line; A Cultural Analysis on the First Principle of Pancasila’, dan predikat Doktor dari Universitas yang sama dengan Jurusan Filasafat Islam, tamat 2004, dengan judul disertasi ‘Show Me Things As They Are; Study on the Religious Thought of Muhammad Jalaluddin Rumi’.
Sebelum menjadi dosen Fakultas Ushuluddin dan PPs IAIN Sunan Ampel (sejak 2005), dia pernah menjadi guru pada Pesantren Al-Husnayain Jakarta (1990-1991), dosen pada Islamic College of Southern Africa (1999-2000), serta penerjemah pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town (2000-2004).
Direktur Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel ini, pernah mengikuti pelatihan ‘Human Resource Managemet’ di Cape Technikon, Cape Town, Afsel (1996), dan menjadi narasumber pada seminar ‘Human Rights and the Renewing of Religious Discourse’ di Alexandria Mesir (2006).
Beberapa tulisannya yang termuat di jurnal ilmiah antara lain, Interrogating the Stucture of the Ash’arite Dogma, (Journal of Muslim Philosophy, London, 2005), Leadership and Charisma; Understanding the Nature of the Authority of the Prophet (Journal of Islamic College of Southern Africa, Cape Town, 1999), Maslaha (Buletin Iqra, 1999), dan Intellect as Wisdom; A Survey on Ibn Sina’s Ethics (Journal of Islamic College of Southern Africa, Cape Town, 2000).