Senin, 19 Maret 2012

Qorin dan Qorib Dalam Dunia Pendidikan

Qorin dan Qorib Dalam Dunia Pendidikan

H.T.A. Munier, B.Ac.,MM - Qorin berasal dari bahasa Arab "qoriin" yang berarti: "teman atau kawan" (Kamus Al Munawwar halaman 1114). Dalam kitab Mu’jamul Buldan: 4/319 disebutkan bahwa qorin artinya "sahabat" atau "segala sesuatu yang dibandingkan dengan sesuatu yang lain".
Setiap manusia pasti disertai teman yang akrab dan dekat yang disebut qorin. Qorin yang satu dari bangsa jin dan yang satu dari malaikat. Siapapun manusia apakah pria atau wanita, penguasa atau pengusaha, pejabat atau penjahat, ulama atau umara, kiyai atau priyayi, muslim atau mujrim, korporator atau koruptor, pendidik atau anak didik, majikan atau karyawan, pengurus atau pegawai, pemuda atau pemudi, orang tua renta atau muda belia, anak-anak atau dewasa, dosen atau mahasiswa, pegawai negeri atau swasta, bahkan Nabi sekali pun oleh Allah disertakan "qorin" sebagai teman, kawan atau sahabat.
Dalam sebuah hadis yang driwayatkan oleh Ahmad dari Abdillah, Nabi Muhammad saw bersabda: "Tiada seorang pun diantara kamu kecuali disertakan qorin baginya dari bangsa jin dan malaikat". Para sahabat bertanya: Bagaimana halnya dengan baginda sendiri ya Rasulallah ?. Nabi bersabda: "Ya bagiku juga. Akan tetapi Allah menolongku untuk menghadapinya sehingga qorin itu tidak menyuruhku kecuali kepada kebenaran (Al Haq)".
Hadis tersebut mengandung inti sari bahwa:
  • Allah menciptakan manusia sekaligus menciptakan pula dua qorin baginya yaitu qorin malaikat dan qorin jin/syetan yang mempunyai tugas utama sebagai pembisik.
  • Qorin yang baik yaitu qorin malaikat yang membisiki manusia dengan mengajak manusia berbuat kebajikan, kebenaran, kejujuran dan sifat-sifat mulia lainnya.
  • Qorin yang tidak baik adalah qorin jin/syetan yang membisiki manusia untuk mempengaruhi manusia berbuat keburukan, kejahatan, kecurangan, kezholiman, kedengkian dan sifat-sifat tercela lainnya.
Nabi Muhammad saw memang juga manusia tetapi beliau secara khusus dilindungi, dipelihara dan dijaga oleh Allah sehingga qorin jin/syetan tidak menjerumuskannya.
Qorin adalah mahluk gaib (tidak nampak oleh kasat mata) yang harus dipercaya keberadaannya. Orang yang bertaqwa dan beriman harus percaya kepada mahluk gaib yang diciptakan Allah. Tidak mempercayainya berarti mutu ketaqwaan dan keimanannya masih perlu dipertanyakan.
Qorin jin/syetan mengandung dua pengertian, arti khusus dan arti umum. Dalam arti khusus adalah yang disertakan Allah kepada setiap manusia sejak dilahirkan. Dalam arti umum adalah syetan atau godaan yang hadir dalam kehidupan manusia yang jauh dari petunjuk Allah, lalai menjalankan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya.
Sebagai ilustrasi keberadaan qorin adalah apabila suatu saat manusia mengalami pergolakan batin atau bimbang menentukan pilihan, tiba-tiba ada semacam bisikan dalam jiwa atau benak manusia untuk mengambil sikap mana yang harus ditentukan atau mana yang mesti dipilih. Pada saat itulah qorin menjalankan tugas utamanya memberikan bisikan. Bisikan tersebut dapat berupa bisikan baik atau bisikan buruk.
Jika seseorang sedang asyik bekerja, membahas sesuatu dalam rapat atau menjalankan seminar & lokakarya, tiba-tiba terdengar adzan yang mengajak manusia menjalankan sholat untuk merebut kemenangan, bisikan manakah yang dipilihnya, sholat dulukah ? Qorin berperan dalam kondisi demikian.

QORIB
Qorib berasal dari bahasa Arab "qoriib" yang berarti "dekat". Dalam bahasa Indonesia yang disebut "sahabat karib" adalah kawan dekat yang dapat dijadikan tempat curhat (mencurahkan isi hati), menumpahkan rasa suka dan duka serta berbagi rasa. Qorib atau sahabat karib berorientasi pada hal-hal yang positif, bertindak sebagai soulmate yang saling asah, saling asih, saling asuh dan bekerja sama dalam kebaikan, kebajikan dan kebenaran.
Kerabat atau kaum kerabat berasal pula dari akar kata qorib yang berarti sejumlah orang yang sama-sama dekat di mata dan dekat di hati. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, saling tolong menolong, bantu membantu, saling memberi saran dan nasihat untuk kebahagiaan, kemajuan dan kepentingan bersama.
Akrab dalam bahasa Indonesia juga bentuk lain dari akar kata qorib yaitu "aqrob" yang berarti lebih dekat atau paling dekat. Teman akrab berarti teman yang lebih dekat atau paling dekat. Al-Akrobin berarti kawan-kawan dekat atau sanak keluarga dekat.
Dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa jika menginfakkan atau membelanjakan harta hendaknya diberikan dulu kepada orang tua, sanak keluarga/kawan dekat (al aqrobin) dan orang fakir miskin. Apabila akrab atau qorib berkonotasi pada hal yang negatif, menyakitkan hati atau menyinggung perasaan maka dalam bahasa Arab dinamakan 'aqrob' yang berarti kalajengking yang suka menyengat, mencapit, menggigit dan menyakiti pihak lain.
Qorib mempunyai tugas utama memberikan saran, nasihat, petunjuk, bantuan atau sumbangan yang membawa kepada kondisi yang lebih baik dan lebih menyenangkan, kawan dekat di kala suka dan duka, selalu bekerja sama, saling tolong serta bahu membahu dalam mencapai tujuan.
Qorib dalam kaitan ini tidak terbatas hanya pada lingkungan keluarga, lokal, regional dan nasional akan tetapi juga internasional, antar bangsa, antar negara, antar benua, antar samudera serta antar agama.
Manusia tidak hidup sendiri, negara Indonesia tidak berdiri sendiri, benua Amerika tidak tertata sendiri, samudera Pasific tidak tercipta sendiri, tetapi satu sama lain saling berhubungan, saling ketergantungan, saling membutuhkan dan saling memenuhi kepuasan. Semua itu dapat tercapai apabila tercipta good relation, good governance, good management, serta good solution of any problem.

QORIN DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan sisi kehidupan masyarakat yang perlu mendapatkan prioritas untuk ditingkatkan. Kebudayaan dan peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana pendidikan berjalan di dalamnya. Dalam pengertian yang luas, pendidikan berjalan beriringan dengan setiap gerak dan perubahan yang terjadi di masyarakat.
Sistem pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003 harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, internasional dan global sehingga perlu dilakukan "pembaharuan pendidikan" secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut ada hal penting yang kurang atau belum mendapat perhatian sebagaimana harusnya yaitu pendidikan akhlak, pembinaan moral atau pembinaan iman dan taqwa serta pengamalannya secara kontinyu dalam kondisi apapun. Jatuh bangunnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh baik buruknya akhlak. Jika berakhlak buruk maka negara hancur.
Akhlak buruk dimaksud terjadi dan berkembang subur apabila bisikan jahat yang disebut qorin jin/syetan dipelihara dan dibiakkan dalam jiwa manusia, tercermin dalam tindakan penanggung jawab dan pengelola pendidikan, tertanam dalam jiwa pendidik dan membiarkannya tumbuh dalam jiwa para siswa.
Tindakan, perbuatan atau kegiatan mengurangi jatah pembangunan fisik/non fisik bagi pendidikan, membiarkan mutu pendidikan terlantar, mempergunakan dana di luar program yang ditetapkan, menciptakan kegiatan fiktif, menelantarkan kesejahteraan bawahan demi kepuasan atasan, membuat aturan yang hanya berlaku bagi bawahan atau orang lain padahal si pembuat aturan melanggarnya, menyalah gunakan wewenang serta tindakan lain yang tercela dan menyakitkan, merupakan pengejawantahan atau manifestasi dari ketaatan pada bisikan qorin jin/syetan yang harus dikikis habis dari jiwa, hati, fikiran dan kegiatan karena dapat merusak citra dan menghancur luluhkan mutu pendidikan.
Senantiasa mengajak manusia pada akhlak mulia, tindakan terpuji, mengangkat harkat dan martabat manusia, memberi kesempatan belajar secara merata, membantu mengangkat fakir miskin dari lembah kebodohan dan keterbelakangan, memberikan keterampilan, mengembangkan pendidikan kejuruan dan menyusun recana srategis untuk mengurangi pengangguran, mensejahterakan rakyat dengan membuka lapangan kerja, merupakan contoh dari sekian banyak bisikan qorin malaikat yang harus terus dikembangkan dan ditumbuh suburkan untuk meningkatkan mutu SDM dan satuan pendidikan.
Penangungjawab dan pengelola pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif dari pusat sampai daerah (wilayah/cabang/perwakilan cabang/ satuan pendidikan) sejak berdirinya sudah berusaha keras mewaspadai kedua jenis bisikan tersebut dengan mengais bisikan qorin malaikat dan menepis bisikan qorin jin/syetan.
Perbuatan seperti White Collar Crime, Green Turban Crime, Missmanagement, Non Procedural Action, Akhlakus Sayyi’ah harus dihindari dan dibuang jauh-jauh, sebaliknya perbuatan Good Governce, Best Management, On Procedural Action, Akhlakul Karimah, Uswah Hasanah dari Rasulillah, harus dimantapkan dan dikembangkan pengamalannya.

QORIB DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Perobahan standar pendidikan nasional yang tepat sangat urgent guna dapat mengimbangi perobahan dunia yang demikian cepat, perobahan kehidupan yang demikian pesat sebagai efek globalisasi yang juga memerlukan peningkatan daya saing (competion power) yang semakin tinggi. Dalam kondisi kompetisi seperti ini diperlukan mutu sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di pasar tenaga kerja dunia. Untuk itu diperlukan SDM yang memilikii keterampilan tinggi, luwes, pembelajar dan berjiwa wira usaha.
Negara lain seperti Finlandia, Swedia dan Swiss menempati tiga besar dalam The Global Competitiveness Report 2006 – 2007 yang dapat menjadi contoh utama bagaimana struktur tenaga kerja dan kualitas SDM memberikan kontribusi besar bagi kesuksesan suatu negara. Demir TIMURTAS selaku Kepala Pasiad Indonesia dari Turki dalam kata pengantar buku Prestasi Dunia tahun 2007 menegaskan bahwa solusi sosial yang berjangka panjang terhadap permasalahan yang ada di suatu negara atau mansyarakat adalah "pendidikan". Apabila suatu bangsa telah dapat mengatasi pendidikannya maka masalah-masalah lainnya akan dapat segera diatasi.
Sebagai qorib dalam dunia pendidikan, Pasiad telah memberikan bantuannya kepada Indonesia dengan mendirikan sekolah-sekolah yang sistim pembelajarannya menggunakan pendekatan "pembelajaran berbasis siswa". Pasiad tidak berpretensi memberikan bantuan sesaat seperti memberikan makan bagi yang kelaparan, bantuan langsung tunai (BLT) bagi keluarga miskin, atau dengan kata lain dari pada memberikan ikan, lebih baik memberikan kailnya. Sekolah yang didirikan Pasiad bekerjasama dengan yayasan setempat ada di lima tempat yaitu Pribadi Bilingual Boarding School di Depok, Semesta Bilingual Boarding School di Seamarang, Pribadi Advance School di Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Pondok Cabe dan Fatih Bilingual Boarding School di Banda Aceh. Selaku qorib alam dunia pendidikan, Hans Seidel Foundation dari Jerman, British Council dari Inggeris dan Australian Aids (Ausaid) telah pula bekerja sama dan memberikan bantuan kepada LP Ma’arif NU dalam bentuk yang bermacam ragam seperti fasilitas pembelajaran, bantuan teknik manajemen, teknik informatika, studi bahasa Ingeris, pemberian bea siswa, dan penyelenggaraan training atau workshop di bidang pendidikan.
Bantuan yang secara kontinyu diterima oleh LP Ma’arif NU sebagai bukti eratnya kerjasama dan kuatnya hubungan qorib adalah dari Departemen Agama RI, Departemen Pendidikan Nasional RI dan beberapa instansi/lembaga negeri atau swasta lainnya.

Wallahu a’lam bisshawaab.
Jakarta, 20 Juni 2008

di ambil dari:
http://www.maarif-nu.or.id/Warta/tabid/173/articleType/ArticleView/articleId/58/Qorin-dan-Qorib--Dalam-Dunia-Pendidikan.aspx

Kamis, 15 Maret 2012

Dzikir Mendatangkan Ketentraman di Hati Umat

Dzikir Mendatangkan Ketentraman di Hati Umat


Berdzikir yang dilakukan oleh umat Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dapat mendatangkan ketenangan dan ketentraman hati dalam mengarungi kehidupan dunia ini. Karena itu, berdzikir sudah sewajarnya secara rutin  dilaksanakan oleh umat Islam.

demikian dinyatakan Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Majelis Dzikir Istiqomah Syatariayah (MAZIS) Kabupaten Padangpariaman,  Rabu (14/2).

Dalam ceramah yang disampaikan di Sekretariat MAZIS Jalan Raya Pariaman–Lubuk Alung kawasan Sungailaban Kecamatan Nan Sabarih, Padangpariaman, Sumatera Barat ini, hadir Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar, Kepala Kemenag Padangpariaman Taslim Mukhtar, Ketua MAZIS Padangpariaman Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam.

Menurut Azwar Tuanku Sidi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Sintuak ini, Kabupaten Padangpariaman masyarakatnya mayoritas berpahamkan iktikad Ahlussunnah Waljamaah. Seiring dengan itu, mereka bertarekat syatariah.

“Dzikir merupakan bagian rutinitas dalam beribadah. Sehingga dengan rutin berzikir, akan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt,” tambah Azwar yang juga Ketua Pembina MAZIS Padangpariaman.

Dikatakannya, ahli tarekat itu, sayangi dunia dan kasih kepada Allah. Baginya mencari kehidupan dunia penting, tapi mencari bekal kehidupan di akhirat juga tak kalah pentingnya.

“Makanya dalam setiap gerak langkah kehidupan dapat dilakukan berzikir. Misalnya, saat berdiri dibaca subhanallah, duduk  dibaca Alhamdulillah, saat mendapat musibah dibaca innalillahi wainna ilaihi rooji'uun. Semua itu sudah merupakan bagian dari zikir,” kata Azwar.

Sementara itu, Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam  menyebutkan, MAZIS diresmikan 6 Maret 2005 yang dihadiri oleh Bupati Padangpariaman Muslim Kasim (sekarang Wakil Gubernur Sumbar). Selanjutnya, 16 Maret 2011 menempati kantor baru yang diresmikan oleh Wakil Bupati Damsuar. Saat ini anggota MAZIS ada sekitar 300 orang jamaah   yang tersebar di sejumlah nagari dan kecamatan di Padangpariaman. Zikir kali ini diselenggarakan untuk memperingati 7 tahun berdirinya MAZIS.

“Tujuan MAZIS bagaimana majelis zikir dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah kepada Allah Swt. Dengan rutin menyelenggarakan zikir bersama-sama, diharapkan jamaah makin dekat dengan rasa bertuhan. Sehingga mereka makin takut untuk berbuat dosa karena selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Selain itu, dengan makin banyak masyarakat berzikir, mudah-mudahan bencana demi bencana tak sampai membinasakan masyarakat dan daerah Padangpariaman,” kata Syafri yang juga Katib PCNU Padangpariaman ini.



Redaktur     : Syaifullah Amin
FROM:
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/36933/Warta/Dzikir_Mendatangkan_Ketentraman_di_Hati_Umat.html

'Pesantren Jangan Hanya Cetak Qari'ul Kutub'

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya perubahan metode dakwah di kalangan Nahdliyin, tanpa meninggalkan prinsip Islam yang tasamuh, tawassuth dan tawazun. Ini disampaikan untuk menjaga eksistensi NU di masa mendatang.

"Bukan berarti kita tidak menghargai Mbah-mbah kita. Mereka sudah berhasil dengan cara-cara lamanya, tapi dakwah harus dikembangkan cara-caranya," pesan Kiai Said di Jakarta, Selasa (13/3). Pesan yang sama juga disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kaderisasi NU se Pulau Jawa di Karawang, Jawa Barat, Senin (12/3).

Kiai Said mengatakan, NU akan tetap diperhitungkan keberadaannya jika  tetap menjalankan prinsip Islam tasamuh, tawasuth dan tawazun. Dalam sikap warga NU diminta tidak tertutup, sementara dalam tindakan ditekankan untuk meninggalkan cara-cara ekstrem.

"Moderat dan toleran itu penting. Jangan sekali-kali tertutup dan ekstrem, karena fitrah manusia secara alami akan menolak itu. NU akan ditinggalkan jika berubah menjadi ekstrem," tegas Kiai Said.

Pentingnya perubahan tersebut, masih kata Kiai Said, sesuai dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah yang dicetuskan pendiri NU, yaitu menjalankan metode berfikir yang berkembang, bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan seiring perkembangan jaman.

Dalam praktek nyata dakwah, salah satunya di dunia pesantren, pengelola atau pengasuh diminta tidak hanya bisa mencetak qari'ul kutub atau pembaca kitab. Ke depan pesantren harus bisa mencetak seorang penulis kitab, penafsir ayat-ayat Al Qur'an dan hadis, serta perumus hukum-hukum Islam baru.

"Pesantren yang ada sekarang kebanyakan hanya mencetak qari'ul kutub, ke depan harus kuttab, seorang penulis dan bukan sekedar pembaca. Fiqih juga demikian, pesantren harus bisa mencetak perumus," urai Kiai Said.

Sementara untuk kader NU yang sudah menguasai ilmu agama sesuai dengan perkembangan jaman, Kiai Said meminta untuk tidak meninggalkan tugas membangun sesuai dengan tujuan keberadaan NU sebagai civil society, yaitu membantu Pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. "Sesuai ayat Al Quran liyattafaqqahu fid diin, kalau sudah menguasai agama jangan lupa diamalkan, jangan lupa digunakan untuk membangun masyarakat," pungkasnya.


Penulis: Emha Nabil Haroen

FROM:
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/36903/Warta/_Pesantren_Jangan_Hanya_Cetak_Qari_ul_Kutub_.html

DISKUSI ANTARA MANUSIA GALAU DENGAN TUHAN...

DISKUSI ANTARA MANUSIA GALAU DENGAN TUHAN...

Keterangan :
☑ (M) manusia
☑ (T) Tuhan

M : Tuhan, bolehkah aku bertanya padaMU?
T : Tentu saja silahkan!
M : Tapi janji ya, Engkau takan marah.
T: ya, Aku janji.
M : Kenapa Kau izinkan banyak HAL BURUK terjadi padaku hari ini?
T : Apa Maksudmu?
M : Aku bangun terlambat.
T : Ya, trus?
M : Mobilku mogok & butuh waktu lama tuk menyala.
T : Oke, trus?
M : Roti yg kupesan dibuat tak seperti pesananku, hingga kumalas memakannya.
T : Hmm, trus?
M : Di jalan pulang, HPku tiba2 mati saat aku b'bicara bisnis besar!
T : Benar, trus?
M : Dan akhirnya, saat ku sampai di rumah, aku hanya ingin sedikit b'santai dg mesin pijat refleksi yg baru kubeli, tapi MATI!
Kenapa tak ada yg LANCAR hari ini?
T : Biar KUperjelas..
Ada malaikat kematian pagi tadi, dan Aku mengirimkan malaikatKU tuk berperang mlawannya agar tak ada hal buruk terjadi padamu!
KUbiarkan kau terTIDUR disaat itu.
M : Oh, tapi...
T : AKU tak biarkan mobilmu menyala TEPAT WAKTU karna ada pengemudi mabuk lewat didepan jalan & akan MENABRAKmu.
M : (merunduk)
T : Pembuat burgermu sedang sakit, AKU tak ingin kau tertular, oleh karenanya KUbuatnya salah bekerja!
M : (tarik nafas)
T : HPmu KUbuat mati karena mereka PENIPU, KUtak mungkin membiarkanmu tertipu.
Lagipula bisa mengacaukan KONSENTRASImu dlm mengemudi bila ada yg mghubungimu kala HP menyala..
M : (mataku berkaca-kaca) aku mngerti Tuhan
T : Soal mesin pijat refleksi,,
KUtau kau belum sempat beli voucher listrik, bila mesin itu dinyalakan maka akn mgambil banyak daya listrikmu,,
KU yakin kamu tak ingin berada dlm kgelapan ditengah mlm.
M : (menangis tersedu) Maafkanku Tuhan!
T : Tak apa, tak perlu meminta maaf.
Belajarlah tuk prcaya PADAKU.
RencanaKU padamu lebih baik dari rencanamu sndiri.
Yakinlah bahwa Aku selalu baik
Yakinlah sgala Usahamu PASTI sukses
Blajarlah tuk slalu bersyukur ats APAPUN yg terjadi

Krna smuanya akn indah pda waktunya

Selasa, 06 Maret 2012

10 FILOSOFI HIDUP ORANG JAWA DAN PENGERTIANNYA

10 FILOSOFI HIDUP ORANG JAWA DAN PENGERTIANNYA
(Smg menjadi bahan perenungan kita)

1. Urip Iku Urup
Maksudnya: hidup itu menyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yg bisa kita berikan tentu akan lebih baik.

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa massa dan bala tentara. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan orang lain. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja.

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal2 yang tampak mewah, cantik, indah. Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.