MESIN PENCARI

Memuat...

Kamis, 05 Agustus 2010

Hadis tentang Mencari Ilmu ke Negeri China

Hadis tentang Mencari Ilmu ke Negeri China

Salam. saya mau tanya nich tentang hadis "Tuntutlah ilmu walau ke negri cina", kanapa harus cina ? apakah negara cina sudah ada pada saat itu? Sahihkah hadis ini?

anwar, gunung kidul jogja

JAWABAN
Wa’alaikum salam.

Hadis dimaksud, hemat saya ada dua redaksi. Redaksi pertama berbunyi:


Artinya: “Dari Abi Atikah, dari Anas, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Carilah ilmu sekalipun ke negeri China” (HR. Baihaki).

Dan redaksi kedua berbunyi:


Artinya: “Dari Abu Atikah, dari Anas, Rasulullah saw bersabda: “Carilah ilmu ke negeri China, karena mencari ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Baihaki).

Kedua Hadis di atas diriwayatkan oleh al-Hafizh al-‘Iraqy dalam kitab al-Mughni ‘An Hamlil Asfar (1/19), juga diriwayatkan oleh Ibnu ‘Addy dalam al-Madkhal, dan Imam Baihaky dalam Syu’b al-Iman, juga diriwayatkan oleh al-Khatib, Ibnu Abdil Barr dan ad-Dailamy, yang diterima dari Abu Atikah dan Abu Atikah menerima dari sahaby Rasulullah saw yang bernama Anas bin Malik.

Para ulama Hadis mengatakan, kedua Hadis tersebut datang dari dua jalur, dari Abu Atikah dan dari az-Zuhry. Namun para ahli Hadis sepakat, bahwa Hadis-Hadis tersebut baik dari jalur az-Zuhry maupun dari jalan Abu Atikah, semuanya dhaif. Bahkan, Abu Atikah yang mempunyai nama Thariq bin Sulaiman, dinilai oleh para ulama Hadis seperti Imam Bukhari sebagai munkarul Hadis (Hadis nya Hadis munkar, tertolak).

Ibnu Hibban juga dalam kitab al-Majruuhiin (1/382) mengatakan bahwa Hadis tersebut tidak sah, bahkan rawinya yang bernama Hasan bin Athiyah seorang rawi dhaif, juga Abu ‘Atikah seorang munkarul Hadis (Hadisun baatil laa ashla lah).

Ibnu Jauzi bahkan dalam bukunya al-Maudhuu’aat (1/215) menilainya sebagai Hadis Maudhu. Demikian juga dengan penilaian Imam ad-Dzhahaby yang menilainya sebagai Hadis dhaif sebagaimana ditulisnya dalam Tartib al-Maudhu’aat (hal. 128).

Namun demikian, kandungan Hadis nya tetap sejalan dengan banyak Hadis shahih tentang kewajiban mencari ilmu.

Negeri China tentu sudah ada ketika Rasulullah saw jumeneng, bahkan sebelum Rasulullah saw lahir pun negeri China sudah sangat terkenal dan sangat maju. Rasulullah saw lahir sekitar lebih 1400 tahun yang lalu, sementara kebudayaan China sudah ada lebih dari 2000 tahun yang lalu, karena itu kebudayaan China termasuk kebudayaan tua dunia.

Pada masa Rasulullah saw, China sangat terkenal dengan kainnya. Bahkan, masyarakat Arab saat itu sangat menggemari kain buatan China. Dan barang-barang China sejak masa Rasulullah saw sudah masuk ke negeri Arab, khususnya Syiria, Mekah, Madinah, dan Mesir. Oleh karena itu,sangat pantas kalau Rasulullah memberikan contoh China sebagai contoh Negara.
Para ulama, sekalipun menilai Hadis di atas Hadis dhaif, tetap mencoba memberikan penafsiran, mengapa China yang dijadikan contoh oleh Rasulullah saw. Para ulama mengatakan—diantaranya seperti yang ditulis oleh Imam al-Qurthubi dalam kitabnya Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlih--maksud dari China tersebut adalah dari sisi jauhnya. Artinya, sekalipun tempatnya sangat jauh, untuk masalah ilmu tetap perlu dikunjungi dan didatangi. Dan negeri China kalau diukur dari Saudi Arabia, tentu negeri yang sangat jauh. Demikian, semoga jelas. Wallahu ‘alam bis shawab.

Tidak ada komentar: