Sabtu, 21 Agustus 2010

pengobatan islami ala ustad danu (proposal tesis pada iain surabaya)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kehidupan modern dewasa ini telah tampil dalam dua wajah yang antagonistik. Di satu sisi modernisme telah berhasil mewujudkan kemajuan yang spektakuler, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, ia telah menampilkan wajah kemanusiaan yang buram berupa kemanusiaan modern sebagai kesengsaraan rohaniah. Modernitas telah menyeret manusia pada kegersangan spiritual. Ekses ini merupakan konsekuensi logis dari paradigma modernisme yang terlalu bersifat materialistik dan mekanistik, dan unsur nilai-nilai normatif yang telah terabaikan. Hingga melahirkan problem-problem kejiwaan yang variatif.

Ironisnya, masalah kejiwaan yang dihadapi individu sering mendapat reaksi negatif dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Secara singkat lahirnya stigma ditimbulkan oleh keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai etiologi gangguan jiwa, di samping karena nilai-nilai tradisi dan budaya yang masih kuat berakar, sehingga gangguan jiwa sering kali dikaitkan oleh kepercayaan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karenanya, masih ada sebagian masyarakat yang tidak mau terbuka dengan penjelasan-penjelasan yang lebih ilmiah (rasional dan obyektif) dan memilih untuk mengenyampingkan perawatan medis dan psikiatris terhadap gangguan jiwa.

Semua penyakit di dalam tubuh manusia pada dasarnya adalah hasil perbuatan manusia itu sendiri, sebagaimana firman-NYA:

!$tBur Nà6t7»|¹r& `ÏiB 7pt6ŠÅÁB $yJÎ6sù ôMt6|¡x. ö/ä3ƒÏ÷ƒr& (#qàÿ÷ètƒur `tã 9ŽÏWx. ÇÌÉÈ

“dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).[1]

Setiap manusia selalu mendambakan kesehatan. sehat di sini adalah sehat secara menyeluruh, yaitu sehat jasmani dan rohani; banyak cara yang dilakukan manusia sejak zaman dahulu hingga sekarang untuk merawat kesehatan tersebut dan metode untuk menyembuhkan segala penyakit yang ada pada diri manusia. Semua penyakit sejak zaman Nabi Adam hingga saat ini adalah tak lepas dari tingkah laku dan sifat manusia yang mempunyai sifat perusak hasil dari perbuatan manusia sendiri, karena sebagaimana telah di informasikan oleh al-Qur`an yang bermakna bahwa semua kerusakan yang ada di bumi dan di laut adalah karya dari manusia.[2]

Usia dunia pengobatan dengan berbagai metodenya adalah setua sejarah perjalanan hidup manusia; karena, sebagai salah satu makhluk hidup yang selalu tumbuh dan berkembang di dunia ini, manusia sangatlah akrab dengan berbagai macam dan jenis penyakit, baik itu penyakit ringan maupun berat. Tidaklah heran, apabila manusia semenjak Nabi Adam hingga sekarang selalu berkeinginan untuk bisa melepaskan diri dari segala macam penyakit, yang kemudian mendorong manusia untuk menyingkap berbagai metode pengobatan. Mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan baik secara tunggal maupun yang dikombinasikan dengan tumbuhan yang lain, yang diyakini berkhasiat dan ampuh menyembuhkan jenis penyakit tertentu, atau dengan sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman, hingga pembedahan atau operasi. Semua itu dilakukan dengan try and erorr.[3]\

Al-Qur`an memang banyak membicarakan tentang penyakit jiwa dan akhlak. orang-orang yang memiliki iman yang minim (lemah) menurut al-Qur`an sebagai orang yang memiliki penyakit di dalam dadanya.[4] Penyakit hati dalam al-Qur`an di bahasakan dengan kata “Fi Qulubihim Marada” ; kata itu di ulang kurang lebih sebanyak 11 kali, makna dari kata “Qolb” atau qulub seringkali di pahami dengan dua makna, yaitu akal dan hati. Sedangkan kata Maradh oleh Ibnu Faris (seorang pakar bahasa) didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang menimbulkan manusia berbuat melebihi ambang batas balance and normally dan semua hal yang menyebabkan manusia terganggu fisik, jiwa, bahkan kepada sesuatu yang mengurangi sempurnanya amal seseorang.[5]

Melencengnya manusia dari batas keseimbangan tersebut dapat berbentuk gerak ke arah berlebihan dan dapat pula ke arah kekurangan. Dari sini dapat dikatakan bahwa al-Qur`an memperkenalkan adanya penyakit-penyakit hati dan penyakit-penyakit akal. Penyakit-penyakit akal yang disebabkan bentuk berlebihan adalah semacam kelicikan, sedangkan yang bentuknya karena kekurangan adalah ketidaktahuan akibat kurangnya pendidikan. Ketidaktahuan ini dapat bersifat tunggal maupun ganda. Seseorang yang tidak tahu serta tidak menyadari ketidaktahuannya pada hakikatnya menderita penyakit akal berganda. Penyakit akal berupa ketidaktahuan mengantarkan penderitanya pada keraguan dan kebimbangan.[6]

Ustadz Danu adalah salah satu seorang yang berhasil menemukan titik temu antara penyakit jiwa (akhlak yang kurang terpuji) dan penyakit jasmani (fisik/ badani) pada manusia. Beliau merumuskan bahwa penyakit adalah indikator adanya sebuah ketimpangan akhlak pada diri manusia baik disadari ataupun tidak di sadari oleh orang tersebut, atau beberapa penyakit yang ada di dalam diri manusia disebabkan oleh beberapa perbuatan akhlak yang kurang terpuji menurut al-Qur`an dan Sunnah Nabi, terutama pada orang-orang terdekat kita.

Akhlak-akhlak yang kurang baik tersebut biasanya selalu dilakukan berulang-ulang, baik di sadari maupun tidak, akhlak-akhlak tercela tersebut lama kelamaan akan menjadi kerak di dalam hatinya, sehingga hatinya tumpul dan berpenyakit. Di mana penyakit tersebut oleh Ustadz Danu dibahasakan sebagai “teguran Allah” kepada pelaku.

B. Batasan dan Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana konsep kesehatan Islami menurut ustad Danu?
  2. Bagaimana hubungan kesehatan dengan akhlak menurut ustad Danu?
  3. Bagaimana terapi ustad Danu dalam mengatasi sebuah penyakit secara Islami?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menemukan konsep kesehatan menurtut Ustad Danu.

2. Menemukan alasan/motif hubungan kesehatan dan akhlak menurut ustad Danu.

3. Menemukan konsep mengatasi penyakit secara Islami menurut ustad Danu.

D. Kegunaan Penelitian

1. Bagi peneliti

Penelitian ini bermanfaat untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang hubngan kesehatan dan akhlak dari disiplin ilmu yang telah dipelajari, serta dapat memperkaya khasanah keilmuan yang telah diperoleh dengan fakta di masyarakat tentang hubungan kesehatan dan akhlak.

2. Bagi masyarakat umum

Dapat memberikan informasi dan pemahaman mengenai apa saja alasan-alasan, dan bagaimana hubungan antara kesehatan dengan akhlak kita. Masyarakat juga akan mengetahui pengaruh kesehatan dan akhlak serta bagaimana cara mengatasinya.

3. Bagi kalangan akademis

Dapat menjadi bahan bacaan dalam melengkapi pustaka Perguruan Tinggi, serta berguna untuk referensi dalam penelitian selanjutnya.

E. Penelitian Terdahulu

Sepanjang pembacaan penulis, penelitian tentang penyakit jasmani yang berhubungan dengan akhlak belum pernah dilakukan. Meskipun ada, penelitian itu hanya membahas tentang penyebab penyakit jasmani secara medis dan cara mengatasinya, atau hanya membahas tentang penyakit jiwa dan akhlak-akhlak yang kurang terpuji tanpa dihubungkan dengan penyakit jasmani. Penelitian-penelitian yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

Ibnu Qayyim al-Jauziah, Tibbun Nabawi. Di dalam kitab ini, Ibnu Qayyim al-Jauziah menerangkan berbagai macam penyakit yang di derita manusia yaitu penyakit hati dan penyakit jasmani, namun penulis kitab ini tidak menjelaskan secara rinci penyakit hati dan penyebabnya. Kitab ini banyak berbicara tentang macam-macam penyakit jasmani beserta cara mengobatinya dengan obat-obatan yang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad saw, kitab ini juga membahas dalam bab khusus tentang berbagai macam tumbuhan dan hewan yang bisa dipergunakan untuk mengobati penyakit. Jadi kitab ini menurut hemat penulis semacam ensiklopedi obat-obatan tradisional ala Nabi.

Sayyid Mujtaba Musawi Lari, Menumpas Penyakit Hati. Dalam buku ini pengarang menjelaskan tentang berbagai penyakit hati dan bagaimana kita me-menej- hati kita, agar kita bias terhindar dari penyakit hati tersebut. Namun tidak di jelaskan bagaimana kita mengatasi penyakit hati tersebut.

Imam al-Gozali, Ihya` Ulumuddin. Terutama pada juz III menerangkan berbagai macam penyakit hati dan cara mengatasinya apabila kita terdeteksi terkena penyakit hati tersebut, namun dalam Ihya itu sendiri tidak di jelaskan bagaimana hubungan penyakit akhlak tersebut dengan penyakit jasmani. Namun sebagai pijakan awal untuk mengetahui macam-macam dan tingkatan penyakit hati, kitab ini layak untuk di jadikan referensi.

F. Metode Penelitian

1. Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di mana saja yang terdapat pesawat televisi.

2. Pendekatan dan jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologis dengan analisa kritis. Dalam penelitian ini, data yang dihasilkan nanti merupakan data deskriptif berupa informasi lisan, tulis serta prilaku yang dapat diamati. Adapun fenomena yang akan diteliti adalah fenomena hubungan penyakit dan akhlak. Dari data tersebut kemudian

Jenis penelitian yang akan disusun dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Hadari Nawawi dan Mimi Martini,[7] penelitian kualitatif adalah rangkaian kegiatan atau proses menjaring informasi dari kondisi sewajarnya (natural setting) dalam suatu objek, dihubungkan dengan pemecahan suatu masalah, baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis. Sedangkan menurut Nana Syaodih Sukmadinata, [8]penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Dari gambaran-gambaran tersebut digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan-penjelasan yang mengarah kepada penyimpulan. Dari dua pengertian di atas, maka dalam penulisan penelitian ini, peneliti berusaha keras untuk menggambarkan secara komprehensip dan mendalam tentang pengaruh Akhlak yang kurang baik terhadap kesehatan manusia dan dihubungkan dengan fenomena atau peristiwa dan pemecahan suatu masalah yang ditawarkan oleh ustad danu dalam acara bengkel hatinya.

Sementara itu, sifat penelitian ini adalah bersifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dalam bentuk teori yang memiliki arti yang lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi. Di sini, peneliti akan melakukan analisis data dengan memberikan pemaparan mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Pemaparan dilakukan dengan menelaah setiap bagian sehingga membentuk suatu kesatuan, menjawab segala pertanyaan-pertanyaan terhadap suatu fenomena itu terjadi dalam konteks lingkungan. Karena keseluruhan sebagai suatu kesatuan lebih penting daripada satu-satu bagian. Maka dari itu, berbagai masalah penelitian tidak dipandang saling terlepas. Berbagai variable penelitian tidak dapat dipelajari terpisah dari keterkaitan dalam kesatuan konteksnya, melainkan setiap variable akan memiliki makna yang utuh bila berada di dalam suatu kesatuan, dan satu kesatuan lebih kaya dari sekedar jumlah makna kumpulan bagian-bagiannya. Objekvitas pemaparan tetap akan dijaga sedemikian rupa agar subjektivitas peneliti dalam membuat interpretasi dapat dihilangkan.

3. Data yang diperlukan

a. Sumber data primer

Data yang diperoleh, langsung dari ceramah-ceramah ustad Danu dalam acara “Bengkel Hati” di TPI. Serta hasil wawancara dengan Ustad danu dan ditambah testimony-testimoni dari pasien ustad danu baik yang sudah sembuh maupun yang belum sembuh (apabila ada)

b. Sumber data skunder

Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan literatur. Seperti buku-buku, majalah, jurnal, dan lain-lain yang terkait dengan tema penelitian. Serta wawancara dengan keluarga, teman dekat ataupun kolega ustad Danu.

4. Teknik pengumpulan data

Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui :

a. Observasi

Mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap pasien-pasien Ustad danu, baik yang sudah sembuh maupun yang blum sembuh.

Hasil observasi kemudian dicatat, dan dibuat rangkuman yang lebih sistematis. Peneliti mengelompokkan data-data yang dianggap penting, dan data-data yang meragukan akan ditanyakan kembali. sementara data-data yang tidak penting akan tetap dikumpulkan, bilamana diperlukan.

b. Wawancara

Peneliti mengadakan wawancara langsung kepada ustad Danu, dalam tahapan ini hanya bersifat pentashihan dari data yang sudah peneliti kumpulkan melalui observasi sebelumnya, serta mencari pembenaran tentang data-data yang meragukan dalam penelitian ini, serta mewancara dengan beberapa pasien ustad Danu baik yang sudah sembuh maupun yang blum sembuh.

c. Dokumentasi

Hasil pengumpulan data dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel jika didukung dengan dalil-dalil naqliyah dan aqliyah yang berkaitan dengan penelitian. Seperti Qur`an - Hadis yang berbicara tentang suatu penyakit dan hubungannya dengan akhlak manusia serta dokumen-dokumen penting lain yang berkaitan dengan penelitian.

5. Subyek penelitian

Subyek dalam penelitian ini yaitu ustad Danu itu sendiri sebagai subjek utama dalam penelitian ini, serta beberapa pasien ustad Danu baik yang sudah sembuh maupun yang blum sembuh.

6. Teknik analisis data

Analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data, dan setelah data terkumpul seluruhnya. Prosedur yang dilakukan ialah dengan cara melakukan observasi pada tayangan “Bengkel Hati”, dan data dikelompokkan berdasarkan jenis penyakit yang di tanyakan, setelah itu di ambil beberapa jenis penyakit yang paling sering di tanyakan oleh jama`ah kepada ustad Danu sebagai sampel. Selanjutnya data, informasi dan hasil investigasi penelitian ini, disajikan dengan metode narasi, dianalisis lebih dalam dan disimpulkan berdasarkan pemutakhiran data.

G. Sistematika Bahasan

Sistematika bahasan dalam penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu bab pertama adalah pendahuluan, bab kedua yaitu perspektif teoritik, bab ketiga yaitu paparan data, bab keempat adalah analisis data, dan bab kelima yaitu penutup.

Bab pertama, yaitu pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penelitian terdahulu, metode penelitian, lokasi penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, subyek penelitian, teknik analisis data, dan sistematika bahasan.

Bab kedua, merupakan perspektif teoritik, yang menjelaskan tentang konsep kesehatan dalam perspektif Islam dan prespektif medis, konsep penyakit jasmani dalam perspektif ilmuwan Islam. Serta tentang akhlak prespektif ilmuwan Islam, teori-teori yang berkembang dalam ilmu akhlak

Bab ketiga, yaitu tinjauan umum tentang biografi ustad Danu dan akhlak mulia center, serta klinik dan rumah sakit akhlak mulia yang dirintis oleh ustad Danu.

Bab keempat, yaitu konsep ustad Danu tentang hubungan penyakit jasmani dengan akhlak kurang terpuji, serta analisis terhadap tawaran-tawaran yang diberikan ustad Danu kepada jama`ahnya.

Bab kelima, yaitu penutup yang berisi kesimpulan dan saran (rekomendasi).

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. Al-Qur’a>n Al-Kariem. Jakarta: Depag RI. 1999

Ansyari Tayib (Ed.). HAM dan Pluralisme Agama. Surabaya: PKSK, 1997.

Jalaluddin Rahmat. Konketstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Paramadina, 1995.

Muhammad ‘Ali> al-S{a>bu>ni>, S}afwah al-Tafsir, jilid. I. Bairut: Da>r-al-Fikr, 1976.

Abu> Fad}l Shiha>b al-Di>n al-Sayyid Mah}mu>d al-Alu>si>. Ru>h} al-Ma’a>ni> fi> Tafs>ir al-Qur’a>n al-Az}i>m wa al-Sab’u al-Matha>ni> . Bairut: Da>r al-Fikr, 1994.

Muhammad bin Jari>r al-T{abari>. Ja>mi’ al-Baya>n fi> Ta’wi>l al-Qur’a>n. juz. I. Bairut: Mu’assah al-Risa>lah, 2000.

Fakhr al-Di>n al-Ra>zi. al-Tafsi>r al-Kabi>r. juz. II. Bairut: Da>r al-Kutub al-Isla>miyah, tt.).

Abu> al-Fida>’ Ibn Kathir. Tafsi>r al-Qur’a>n al-Az}i>m. juz. II. Kairo: Da>r al-Fikr, 1992.

Jala>l al-Di>n ‘Abd al-Rah}ma>n al-Suyu>t}i. al-Durr al-Manthu>r fi> al-Tafsi>r bi al-Ma’thu>r, juz. I. Bairut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1990.

Nurcholis Madjid, Islam Agama Kemanusiaan Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Jakarta: Yayasan wakaf Paramadina, 1995.

Ibnu Qayyim al-Jauziah. Tibbun Nabawi; Metode Pengobatan Nabi Saw. Penj. Abu Umar Basyier Al-Maidani. Jakarta: Griya Ilmu. 2009.

Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur`an: Tafsir Maudlu`I Atas Perbagai Persoalan Ummat. Bandung: Mizan. 2001

Al Ghazali, Ihya ulum al din, Juz III. Beirut; Dar al Fikr, t.t

Sudirman Tebba. Sehat Lahir Batin; Hand Book Bagi Pendamba Kesehatan Holistik. Jakarta: Serambi. 2005

Nawawi, Hadari & M. Martini, Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007

www.akhlak-mulia-centre.Com



[1] Al-Qur`an, asy-Syu`ara (42): 30/

[2] Ibid., 30 (ar-Ru>m): 41.

[3] Ibnu Qayyim al-Jauziah, Tibbun Nabawi; Metode Pengobatan Nabi Saw. Penj. Abu Umar Basyier Al-Maidani. (Jakarta: Griya Ilmu. 2009) VII

[4] Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur`an:…… 188

[5] Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur`an:…….189

[6] Ibid

[7] Hadari Nawawi & M. Martini, Instrumen Penelitian Bidang Sosial. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995) 209

[8] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), 60

1 komentar:

hanif mengatakan...

kesimpulannya bagaimana?